Submitted by noni on

 Dear teman-teman di Klewer... Hari ini tepat 10 hari kita menapaki tahun 2009. Ketika doa pribadi di tanggal 1 Januari, saya minta pada Tuhan untuk memulihkan keluarga saya dan doa untuk pasangan hidup. Dan apa yang hendak saya sharingkan ini berkaitan dengan masalah pasangan hidup. 

Akhir Oktober tahun lalu, seorang teman kuliah mengenalkan saya dengan seorang kerabatnya via sms. Melalui percakapan via telpon dan sms serta 1 kali pertemuan, saya sampai pada kesimpulan bahwa saya memasukkannya dalam kategori "hanya teman". Jawaban tersebut saya sampaikan padanya ketika dia menyatakan perasaannya bahwa : "saya lebih nyaman kita menjadi teman".

Setelah itu, dia masih sering menghubungi saya baik melalui telpn maupun sms. Saya meladeninya dengan itikad "pertemanan" tapi ternyata dia menganggap bahwa sikap saya yang masih mau diajak berkomunikasi adalah sebagai pertanda dari Tuhan bahwa saya masih mempertimbangkannya, maka dia menyatakan kembali perasaannya dan yang kedua inipun saya tolak.

Berangkat dari kejadian tersebut, saya mencoba membatasi komunikasi dengannya. Sampai kemudian saya dikejutkan lagi oleh aksinya yang tiba-tiba menyatakan rencananya untuk datang ke rumah. Ketika saya mengelak dengan dalih bahwa pada hari yang sama saya ada acara keluarga di kota lain, dia tampak tidak perduli menjawab via sms begini : "Acara keluarga adalah hakmu dan urusanmu. Urusan saya adalah menyampaikan amanat Agung TUHAN untuk bertemu keluargamu, karena jika saya tidak melakukan apa yang Tuhan MAU, berarti saya berdosa pada-NYA". 

Dari isi smsnya, saya jadi curiga. Sepertinya kok bakalan ada sesuatu yang "nggak saya inginkan". Jadi kemudian saya memutuskan untuk mencari tahu, amanat Tuhan yang seperti apa yang mau dia sampaikan. Setelah saya desak, dia akhirnnya bilang bahwa Tuhan memberinya amanat untuk MELAMAR saya. Juedher!!!! Hampir saja hp yang saya pegang jatuh dari genggaman. Apa yang saya takutkan ternyata benar. Menilik dari sikapnya selama ini, selain memasukkannya dalam daftar teman, saya juga memasukkannya dalam kategori "nekad bin kekeh jumekeh dan bebal!!" (om Hai-hai, saya pinjam istilahnya ya??). 

Saya mencoba mengkomunikasikan pada pria itu untuk mengurungkan niatnya. Bagaimana mungkin dia datang ke rumah berbondong-bondong dengan keluarganya untuk melamar saya sementara saya sendiri sudah pasti menjawab TIDAK? Saya tidak ingin mempermalukan keluarganya, jadi saya memintanya untuk membatalkan rencana 'gilanya'. Ternyata oh ternyata dia tetap kekeh jumekeh untuk melakukan "Amanat Agung Tuhan" karena itulah yang "Tuhan mau dia lakukan" dan dia merasa yakin benar akan diterima karena itu pula yang "Tuhan katakan" padanya. Wah...saya jadi garuk-garuk kepala. Saya mencoba menanyakan padanya, apakah jawaban Tuhan sudah dia uji? Dia bilang sudah dan Tuhan sudah berbicara langsung ke dia. (benarkah ? ) Saya mencoba tetap bersabar tapi akhirnya saya meledak juga ketika dia selalu membawa-bawa nama Tuhan dan mengatasnamakan Tuhan atas segala hal yang akan dia lakukan 'atas diri saya'. 

Teman-teman, apa yang harus saya lakukan untuk mengatasi pria ini? Saya jenuh berdebat dengannya jadi saya diamkan saja smsnya, tapi saya merasa sungguh terganggu dengan caranya dan takut jika melakukan hal nekad itu. Bagaimana mungkin seorang dewasa begitu membabi buta mengatasnamakan Tuhan untuk meluluskan misinya, sementara dalam realita yang ada sikap dan perkataan saya sudah jelas-jelas menolaknya? Apakah mungkin itu benar-benar jawaban Tuhan? Jika iya, mengapa saya malah ketakutan? Bukankah jika itu berasal dari Tuhan, maka saya akan merasa damai dan sejahtera karena jawaban itu juga menjadi salah satu pergumulan saya? Seorang teman menjawab begini dalam smsnya ketika saya curhat tentang hal ini : "aku merasa dia terlalu hiperbola dengan jawaban-jawaban Tuhan. Kalaupun itu dari Tuhan, gak seperti itulah caranya. Rohnya pasti lembut. Dan yang terima kabarpun akan sukacita dan damai sejahtera, lha ini kamu malah takut".

Teman-teman, tolong bantu saya.. Saya butuh masukan dan pencerahan... Terima kasih... Tuhan memberkati!!

 

NB: Maaf kalau tulisannya muter-muter dan nggak jelas. Saya menulis secara tanpa konsep. Apa saja yang terlintas saya tuliskan.