Beberapa saat yang lalu saya menonton video perdebatan antara James R. White dengan Jalal Abualrub (seorang Syeikh) tentang apakah Alkitab mengajarkan tentang Keilahian Kristus. Dalam tulisan ini saya hanya memusatkan perhatian pada kesalahan fatal dari si Abualrub. Patut diingat bahwa perdebatan tersebut saya hanya ikuti sampai babak II selesai. Jadi saya belum bisa mengomentari bagian lain dari perdebatan tersebut. Tapi melihat penampilan Jalal dalam babak pertama dan kedua, maka kemungkinan besar Jalal hanya mempermalukan diri sendiri dalam perdebatan tersebut. Dalam debat itu James menyajikan berbagai bukti dari Kitab Suci (Alkitab) bahwa Yesus Kristus adalah Allah. Ada berbagai argumen yang dikemukakan oleh James. Dalamnya James bahkan menjelaskan dari struktur Bahasa Yunani konteks bacaan dll. Nah, pada sanggahannya itulah si Abualrub kelihatan bodohnya (walaupun sudah bergelar syeikh).
Berikut ini kebodohan menyolok dari Abualrub.
1. Menjawab berbagai argumen dari James White, hal pertama yang dikatakan oleh Abualrub yang menunjukkan ketidakkompetenannya adalah: “saya tidak mengerti bahasa Yunani, tetapi ada berbagai ahli yang notabene Kristen yang menolak apa yang anda katakan.” Tidak masalah kalau dia mengutip ahli mana yang menyanggah James White lalu mendiskusikan keberatan-keberatan yang diajukan. Itu tidak dilakukan si Jalal sama sekali. Dan inilah yang disebut sebagai intelektualitas yang tinggi. Sangat memprihatinkan!
2. Hal kedua yang dikatakan Jalal menjawab ayat-ayat yang diangkat James untuk membuktikan keilahian Kristus adalah: “itu khan deduksi yang kalian ambil dari kitab suci! Keilahian Kristus tidak secara eksplisit dikatatakan dalam Kitab Suci”. Di sini si Jalal menolak deduksi sebagai metode penalaran yang syah. Kalau ada orang yang tidak melihat hal ini sebagai kebodohan, maka pasti dia sementara mengalami masalah intelektual yang serius. Kalau deduksi di tolak maka akan terjadi pembunuhan intelektual. Kesimpulan yang diambil secara deduktif dianggap tidak benar. Padahal deduksi adalah satu-satunya penalaran yang memungkinkan ditemukannya kebenaran karena kesimpulan yang diambil diharuskan oleh premis.
Seperti saya katakan saya hanya akan memusatkan perhatian pada kebodohan ini walaupun ada banyak kebodohan yang dilakukan oleh si Jalal. Kedua kebodohan ini sangat mendasar. Kalau saya memakai standar dari si Jalal maka dengan mudah saya mengatakan, “Jalal, saya tidak tahu bahasa Arab, tetapi banyak ahli Islam yang mengatakan bahwa apa yang diajarkan Kuran salah. Saya tidak perlu belajar kitab suci anda, saya hanya perlu membaca apa yang dikatakan para ahli yang Islam itu.” Untuk kebodohan yang kedua, saya dapat dengan mudah berkata kepada Jalal: “Jalal, saya mau anda menunjukkan secara eksplisit dari Kitab Suci anda bahwa anda adalah manusia. Saya tidak mau deduksi. Kalau dalam kitab suci tidak dikatakan bahwa Jalal adalah manusia, maka saya tidak percaya Jalal adalah manusia!”
Welcome to the world of JALAL ABUALRUB!
Debatnya dapat diakses dari: http://www.answeringmuslims.com/2008/11/james-white-vs-jalal-abualrub-does-new.html