Keinginan dalam hati yang lumayan dalemmm.. setelah bisa dapet kesempatan baca, diskusi, praktek pendampingan masyarakat.. bahkan setelah sempat hilang dari peredaran (jadi pedagang).. atau di saat2 kembali bersentuhan langsung dengan masyarakat pedesaan, muara pemikirannya selalu ke sini:
-
mandang kalo pemerintah punya seabrek masalah yang gak bisa diselesein dengan cara2 pemerintah sendiri, minimal sampe hari ini
-
mandang kalo sistem pemerintahan yang baik itu yang mesti dibangun dari bawah, (lagi-lagi blame on govt.) bukan sistem pemerintahan yang tercipta dari kalangan elit politik tingkat menengah dan atas
-
mandang kalo masyarakat sendiri gak punya terlalu banyak pilihan untuk ngembangin diri mereka sendiri, dan karenanya dibutuhin dukungan pemikiran dan keberpihakkan yang jelas dari masyarakat lain yang sudah lebih maju
-
mandang kalo untuk membangun masyarakat dari posisi saat ini (baca: tersisih secara ekonomi-politik), dibutuhkan sebuah kelompok kerja yang mampu melakukan pendampingan masyarakat secara simultan, militan, dan memiliki tujuan sama
semoga kalimat2 ini gak terlalu sulit dimengerti temen2 yang sebelumnya belum pernah bersentuhan dengan dunia pendampingan masyarakat atau politik/organisasi secara umum.
lanjut...
setelah sekian tahun, bukan berarti tanpa "penerangan" dari sisi alkitabiah. sejak awal memilih terjun ke dunia politik mahasiswa di 1998, Firman Tuhan sudah mengingatkan untuk menjaga pikiran meski secara implisit. waktu itu ayat yang dipake jadi pedoman diambil dari pertanyaan orang Farisi yang coba ngejebak Yesus:
Matius 1:17-21
| 22:17 | Katakanlah kepada kami pendapat-Mu: Apakah diperbolehkan membayar pajak kepada Kaisar atau tidak?" |
| 22:18 | Tetapi Yesus mengetahui kejahatan hati mereka itu lalu berkata: "Mengapa kamu mencobai Aku, hai orang-orang munafik? |
| 22:19 | Tunjukkanlah kepada-Ku mata uang untuk pajak itu." Mereka membawa suatu dinar kepada-Nya. |
| 22:20 | Maka Ia bertanya kepada mereka: "Gambar dan tulisan siapakah ini?" |
| 22:21 | Jawab mereka: "Gambar dan tulisan Kaisar." Lalu kata Yesus kepada mereka: "Berikanlah kepada Kaisar apa yang wajib kamu berikan kepada Kaisar dan kepada Allah apa yang wajib kamu berikan kepada Allah." |
poin yang diambil dari peristiwa itu, yang bagian terakhir: berikanlah pada pemerintah apa yang wajib diberikan. kalo yg dibutuhin masyarakat "diam", ya jangan neko2, apalagi mau jadi aktivis mahasiswa.
pandangan saya kemudian berubah drastis ketika mengerjakan tulisan itu setelah menemukan,
Roma 13:1
| 13:1 | Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah. |
| 13:2 | Sebab itu barangsiapa melawan pemerintah, ia melawan ketetapan Allah dan siapa yang melakukannya, akan mendatangkan hukuman atas dirinya. |
saya baru sadar! selama ini sebanyak apapun usaha saya untuk mendekatkan diri padaNya, akan selalu mengalami kegagalan dengan mengeraskan hati seperti yang saya lakukan sejak lama. saya menuai hukuman dari Tuhan, dan tidak mendapat gambaran tentang apa yang saya perbuat.
selanjutnya, tentu penjalanan kehidupan saya akan lebih ringan. jalan saya lebih terang dari biasanya. terima kasih Tuhan. terima kasih karna jalanMu yang tak terpercaya mengarahkan umatmu pada kebenaran. terima kasih karna berkatMu yang Kau tunjukkan ketika hambaMu tidak berusaha mengeraskan hatinya. terima kasih Yesus. terpujilah namaMu di Bumi dan di Surga.
PS: maaf kalo berapi-api ya.. maklum, baru dapet pencerahan mendalam.