Submitted by smile on



Apa yang akan terjadi jika seseorang menjual barang kedaluwarsa? Tentunya akan mendapat banyak makian hingga penangkapan karena dianggap perbuatan yang salah. Namun jika kita menjual sesuatu yang tidak terjangkau hukum namun bisa menjangkau banyak pemikiran orang,menggoyahkan kimanan seseorang, atau menelanjangi sesuatu yang dianggap benar selama ini, apa yang akan terjadi?

PENOLAKAN!
Memberi perimeter sebelum kita sempat berkata-kata.

Seorang sahabat dengan tegas, tidak mau menjual sebuah pemikiran dari seseorang yang tersurat dalam sebuah buku, sekalipun jika mendapat duit satu milyar! Sungguh mencengangkan.

Apakah dengan mengatakan keidealisannya, lalu dia dicap sebagai seorang yang salah? Sebagai seorang yang sombong? Tentu saja tidak!

Kita harus melihat persepsinya sebelum kita berkata dengan persepsi kita. Mengamini pemikiran seseorang yang katanya bersumber dari alkitab sebagai stándar kebenaran, tentu saja bukan perbuatan mudah. Sama halnya dengan memualafkan seorang kristen menjadi islam atau “mengafirkan orang islam untuk beralih menjadi kristen.

Namun pemikiran tetaplah pemikiran. Sah sah saja jika semua yang diperbincangkan bersumber pada satu kebenaran mutlak yaitu alkitab. Sahabat yang tak mau “dibeli” sekalipun dengan iming-iming satu milyarnya,berkata alasannya untuk tidak menjual buku yang banyak bertentangan dengan pemikiran orang-orang dikalangan kristen, baik jemaat biasa sampai hamba Tuhan nya tersebut disebabkan karena beliau merasa tidak enak dengan semua orang yang telah dikenalnya jauh bertahun-tahun lamanya ketimbang dia mengenal si penulis buku tersebut. Apalagi jika setelah menjual, penolakan terhadap dirinya menjadi batu sandungan bagi dirinya sendiri, tanpa adanya pembelaan dari penulis.

Beliau juga mengatakan telah banyak mengenal orang orang itu lebih lama dan lebih baik ketimbang si penulis sendiri yang belum dikenal secara pribadi.

Apa yang dia alami sebenarnya juga saya alami. Ketika hendak menjual buku “misteri” yang berisi banyak misteri tersebut, saya mendapatkan banyak penolakan, dan mendapat banyak barikade. Belum juga hendak berkata kata, malahan khotbah yang saya dapatkan terlebih dahulu.

“Manusia jenis ini memang tidak akan pernah disanggah pemikirannya, karena biasanya orang-orang seperti ini berbicara menggunakan filsafat,bukan seorang slugger dalam tinju, namun seorang fighter yang menunggu dipukul baru memukul. Dia merasa lebih pintar dari orang-orang pintar.Hanya doa lah yang bisa membuat orang seperti penulis buku ini bertobat, atau kembali ke jalan yang benar”.

 Alih – alih ingin berjualan, dan ingin membuka pemikiran orang yang selama ini dibutakan angin pengajaran dari banyak hamba Tuhan, malahan mendapat khotbah tak berkesudahan, selain dari pandangan sinis karenanya.

Saya sendiri tidak menjualnya kepada jemaat, namun target saya sendiri adalah para hamba Tuhan, yang jelas mengatakan si penulis buku sesat. Sebelum menjualnya pun saya akan membacanya terlebih dahulu.Saya tidak pernah diperintah untuk menjualkan buku tesebut. Sama sekali tidak. Saya sendiri yang ingin sekali menjualkan karena saya ingin orang-orang yang buta bisa melihat, dan orang-orang yang menutup diri bisa terbuka.

Hikmat yang saya ambil dari buku tersebut banyak, selain dari kebingungan yang tak kalah banyak. Bagi saya semuanya simple saja. Bagian yang tidak saya terima, yang tidak sesuai dengan pemikiran saya tidak akan saya amini. Malahan saya akan mengulitinya seperti si penulis menguliti banyak orang. Namun menguliti pun butuh waktu sama halnya dengan penulis yang telah menahan dirinya untuk tidak menerbitkannya cepat-cepat. Dan pemikiran memang tidak bisa harus sama satu dengan yang lainnya. Itulah yang terjadi dengan pemikiran orang islam terhadap orang ahmadiyah dan sebaliknya. Sama halnya dengan pemikiran orang kristen dan pemikiran mereka yangmenamakan diri mereka saksi saksi Yehova.

Saya malahan mengatakan untuk mereka agar bisa menyanggah semua pemikiran penulis yang dikatakan sesat dan tidak masuk akal tersebut. Saya sendiri bersedia untuk memposting semua sanggahan jika mereka menemukannya. Namun mereka mengatakan lebih baik melayani orang lain yang butuh pelayanan daripada melayani orang dengan jenis seperti ini. Namun saya belum menyerah, karena dari “kesesatan” yang banyak ditulisnya, tak banyak juga kebenaran yang diungkapkannya. Bukankah kita harus cerdik?

CERDIK SEPERTI ULAR DAN TULUS SEPERTI MERPATI?

Jika firman Tuhan pun mengatakan demikian, mengapa kita tidak mempraktekkannya saja ketika mendapati sebuah buku yang bertuliskan pemikiran dari seorang penulis yang dicap sebagai orang sesat? Bukankah kita bukan orang bodoh yang dengan mudahnya menerima semua pengajaran?

Mari berpikir jernih, dan ungkapkan kebenaran. Bukankah di atas langit masih ada langit, dan di atas gunung ada gunung? Bukankah setiap tindak kejahatan pasti meninggalkan petunjuk. Dari setiap poin itulah, kita bisa mengungkapkan kebenaran. Bukankah Tuhan juga tak akan tinggal diam terhadap semua penyesat? Untuk itu Dia mengutus semua bangsa muridnya? Mengutus semua hambaNya?

Mengungkapkan kebenaran memang tidak mudah, namun berdiam diri dan membutakan hati maupun pikiran sendiri, apakah bukan seperti orang bebal?

Tulisan ini saya persembahkan buat seorang sahabat, dan untuk Hai Hai dalam buku BENGCU MENGGUGAT nya. Ini tidak berbau promosi.Hanya hendak mengungkapkan apa yang terjadi tanpa ditutup-tutupi.

Hari lebaran.
9 Juli 2013
By smile