Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Cara Pandang

Ulah's picture

Dalam sebuah persekutuan anggota muda, ada seorang yang bertanya, ”Mengapa antar umat beragama bisa berbeda-beda menjelaskan tentang Tuhan”. Pertanyaan ini sangat mengesankan, terlebih dalam topik tentang Doktrin Trinitas.Kemudian sang Mentor meminta para kaum muda untuk memberikan konsep tentang mimbar yang paling berkesan. Kebetulan di panggung terdapat tiga macam mimbar dan mereka diminta untuk memberikan kesan terhadap mimbar yang paling mereka senangi. Beberapa saat kemudian sang Mentor bertanya kepada tiga orang kaum muda. Pertanyaan pertama, ”Warna apa mimbar yang anda bayangkan?” Pemuda pertama (P1): Coklat.Pemuda kedua (P2): Coklat.Pemuda ketiga (P3): Bening.Kemudian sang mentor berkata, ”Ini berarti bahwa si P1 dan P2 memiliki persepsi yang sama terhadap sebuah mimbar. Baiklah sekarang saya lanjutkan pada pertanyaan kedua, tentang modelnya?”P1: Bagian atas dan bawah berbentuk kotak. Antara yang atas dan bawah dihubungkan dengan satu tiang penyangga.P2: Bagian luar dan atas setengah lingkaran. Bagian bawah berbentuk segi empat.P3: Bagian atas dan bawah berbentuk segiempat atau kotak. Bagian atas disangga oleh satu tiang. Kemudian sang mentor berkata, ”Untuk kali ini P1 dan P3 memiliki pandangan yang mirip. Tetapi mereka berbeda dengan P2. Untuk menggambarkan sebuah mimbar yang ada di panggung, setiap orang bisa berbeda-beda. Padahal mimbar itu nyata dan mudah dilihat. Bagaimana orang memiliki pandangan, pemahaman, pengertian, dan konsep tentang TUHAN yang tidak tampak, akan lebih bervariasi antara yang satu dengan yang lain. Banyak faktor yang mempengaruhi. Faktor pendidikan, lingkungan sosial dan budaya, keyakinan, hingga pengalaman pribadi akan memepengaruhi pandangan tentang ke Tuhanan. Jangankan antara umat yang satu dengan umat yang lain. Di antara umat sendiri ada pandangan-pandangan yang berbeda-beda tentang Tuhan”.