Submitted by hai hai on

Kisah Penciptaan Dalam Alkitab

Handai taulan sekalian, Lima kitab pertama dari Alkitab ditulis pada zaman Musa dan Yosua untuk para budak bangsa Mesir dan keturunannya. Keempat kitab Injil ditulis untuk orang-orang Kristen abad pertama yang sebagian besarnya adalah kaum duafa bahkan budak dan berisi ajaran Yesus Kristus kepada kedua belas murid-Nya yang kebanyakan adalah para nelayan. Itu sebabnya tidak perlu menunggu para sarjana teologi yang ahli filsafat Yunani untuk memahaminya dulu lalu mengajari kita.  Karena ditulis dengan logis, akurat, sistematis dan konsisten itu sebabnya kita juga harus berpikir: Logis, akurat, sistematis dan konsisten ketika mempelajari Alkitab. "Scriptura sacra sui ipsius interpres", artinya kitab suci menyatakan dirinya sendiri. Alkitab hanya bisa dipahami dengan benar bila kita menjadikannya standard kebenaran dirinya sendiri. Alkitab tidak boleh ditafsirkan karena Alkitab ditulis untuk dipahami.

 
Enam Hari Menjadikan Langit dan Bumi
 
Firman Allah kepada Musa: "AKU ADALAH AKU." Lagi firman-Nya: "Beginilah kaukatakan kepada orang Israel itu: AKULAH AKU telah mengutus aku kepadamu." Keluaran 3:14
 
Demikianlah diselesaikan langit dan bumi dan segala isinya. Kejadian 2:1
  
Ketika Allah pada hari ketujuh telah menyelesaikan pekerjaan yang dibuat-Nya itu, berhentilah Ia pada hari ketujuh dari segala pekerjaan yang telah dibuat-Nya itu. Kejadian 2:2
 
Lalu Allah memberkati hari ketujuh itu dan menguduskannya, karena pada hari itulah Ia berhenti dari segala pekerjaan penciptaan yang telah dibuat-Nya itu. Kejadian 2:3
 
Demikianlah riwayat langit dan bumi pada waktu diciptakan. Ketika TUHAN Allah menjadikan bumi dan langit, -- Kejadian 2:4
 
Sebab enam hari lamanya TUHAN menjadikan langit dan bumi, laut dan segala isinya, dan Ia berhenti pada hari ketujuh; itulah sebabnya TUHAN memberkati hari Sabat dan menguduskannya. Keluaran 20:11
 
Handai taulan sekalian, kitab Kejadian adalah wahyu kepada nabi Musa. Keluaran 3 mencatat kisah Musa bertemu dengan AKU ADALAH AKU. AKU ADALAH AKU artinya Aku ada karena Aku ada. Yang ada karena diri-Nya ada, tidak ada permulaan-Nya. Yang tidak ada permulaannya adalah Pencipta.
 
Mustahil menyangkal ajaran Alkitab bahwa sorga dan dunia serta isinya diciptakan oleh Allah dalam 6 hari dan tidak ada penciptaan di luar ke 6 hari itu. Sebelum hari pertama Allah belum mencipta dan setelah hari ke 6 Allah tidak mencipta lagi. Untuk mengingatkan betapa pentingnya kisah 6 hari penciptaan itu, maka Allah memberi perintah kepada bangsa Israel untuk merayakan hari Sabat. Itu sebabnya para teolog yang mengajarkan adanya penciptaan di luar 6 hari penciptaan, benar-benar kebablasan dan menyebelah.
 
Kenapa Anda Menafsirkan Alkitab?
 
Kitab Kejadian ditulis pada zaman Musa dan Yosua yang hidup sekitar 1.500 tahun sebelum masehi. Itu berarti sekitar 3.500 tahun yang lalu. Alkitab Perjanjian Baru selesai ditulis pada abad pertama. Itu berarti sekitar 2.000 tahun yang lalu. Kanonisasi Alkitab dilakukan oleh Athanasius pada tahun 367. Itu berarti sekitar 1.650 tahun yang lalu. Walaupun sudah ditulis dan dipelajari lama sekali namun sampai hari ini, pemahaman atas kisah penciptaan masih simpang siur.
 
Bagaimana dengan Teologi Reformed? Mohon maaf, tanpa mengurangi rasa hormat, ajaran mereka carut marut.  Itu sebabnya teolog Reformed terpaksa main curang lintang pukang untuk membela ajarannya tentang penciptaan. Bila anda bertanya, "Karena Gelap dan Air sudah ada sebelum hari pertama, bukankah itu berarti Gelap dan Air adalah Allah?" Mereka menjawab, "Alkitab tidak boleh dipahami secara hurufiah." Bila anda bertanya, "Bila demikian, apa yang dapat kita pahami tentang Gelap dan Air sebelum penciptaan dimulai?" Mereka menjawab, "Itu adalah misteri Allah yang mustahil dipahami oleh akal budi manusia yang terbatas." Bila anda bertanya, "Karena air sudah ada sebelum penciptaan di mulai, bukankah itu berarti Yesus membual ketika menyatakan, segala sesuatu diciptakan oleh-Nya?" Mereka menjawab, "Tidak ada yang mustahil bagi Allah."  Ha ha ha ha … Benar-benar mengenaskan!
 
Handai taulan sekalian, kenapa anda menafsirkan Alkitab? Anda menafsirkan Alkitab karena dua alasan yaitu: Pertama, karena tidak paham. Kedua, karena menganggap yang tertulis tidak logis.
 
Kami semua rebah ke tanah dan aku mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang. Kisah 26:14
 
Karena tidak paham apa itu galah rangsang, maka anda lalu menafsirkannya dengan logis, "Galah rangsang adalah batu penjuru. Yesus adalah batu penjuru alias galah rangsang dan Paulus berusaha menendang-Nya dengan menganiaya jemaat. Menganiaya dan menginjak-injak jemaat berarti menganiaya Yesus." Anda menafsirkannya dengan logis karena tidak PAHAM bahwa galah rangsang adalah nama alat untuk mengoreksi binatang. Berapa berat beban yang dapat diangkut oleh seekor lembu? Berapa berat beban yang dapat diangkut oleh seekor lembu yang menarik kereta? Kuk gunanya untuk membantu lembu agar bisa mengangkut beban lebih banyak namun lebih ringan. Galah rangsang adalah tali yang dicocokkan ke hidung lembu untuk mengoreksinya ketika  berprilaku jelek. Bila bandel, tarik talinya.
 
Berfirmanlah TUHAN Allah: "Sesungguhnya manusia itu telah menjadi seperti salah satu dari Kita, tahu tentang yang baik dan yang jahat maka sekarang jangan sampai ia mengulurkan tangannya dan mengambil pula dari buah pohon kehidupan itu dan memakannya, sehingga ia hidup untuk selama-lamanya." Kejadian 3:22.
 
Menurut anda ayat tersebut tidak logis karena  anda yakin bahwa Allah mahatahu sehingga mustahil tidak tahu. Anda lalu menafsirkan ayat itu agar logis, "Allah mahatahu. Dia pasti malu jadi Allah bila tidak tahu. Ayat tersebut tidak boleh dipahami secara hurufiah namun harus harus ditafsirkan secara rohani. Ayat itu hanya mengajarkan kepada kita adanya komunikasi di antara Allah Tritunggal. Tidak boleh DITAFSIRKAN bahwa Allah tidak tahu." Anda menafsir karena menganggapnya tidak logis.
 
Apa yang terjadi ketika sesorang menafsirkan ayat-ayat Alkitab yang dibacanya? Dia kehilangan kesempatan untuk memahami ajaran sejati Alkitab. Itulah yang terjadi dengan para teolog reformed.
 
Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi. Kejadian 1:1.
 
Para teolog reformed merasa ayat tersebut tidak logis karena yakin bahwa sorga adalah tempat kediaman Allah yang tidak diciptakan karena sudah ada bersama Allah sejak kekal. Mereka lalu menafsirkan ayat tersebut agar logis, "Pada zaman Musa, manusia masih tolol, apalagi bangsa Israel hanya budak bangsa Mesir. Mereka tidak tahu bahwa langit itu kosong melompong. Mereka pikir langit adalah sebuah tempat seperti di bumi. Musa menulis kisah penciptaan dalam kebudayaan demikian. Itu sebabnya kata Shamayim tidak boleh diterjemahkan sebagai sorga namun langit. Sorga adalah tempat tinggal Allah sejak kekal itu sebabnya yang diciptakan dalam 6 hari penciptaan adalah bumi yang kita pijak setiap hari dan langit yang nampak ketika kita mendongak ke angkasa dan."
 
Apa yang terjadi ketika para teolog reformed menafsirkan Kejadian 1:1? Mereka kehilangan kesempatan untuk memahami kisah penciptaan dengan benar. 
 
Tiga AKU ADALAH AKU Yang Mahaesa
 
Bumi belum berbentuk dan kosong; gelap gulita menutupi samudera raya, dan Roh Allah melayang-layang di atas permukaan air. Kejadian 1:2
 
Sebelum diciptakan dunia belum berbentuk dan kosong. Banyak yang menyangka bahwa belum berbentuk artinya bentuknya nggak karu-karuan. Bila belum berbentuk, mustahil bentuknya nggak karu-karuan bukan? Bila bentuknya nggak karu-karuan artinya sudah berbentuk bukan? Handai taulanku sekalian, pahamilah, belum berbentuk artinya belum ada bentuknya. Belum berbentuk bukan NIHIL. Belum berbentuk artinya ada PERMULAAN bentuknya.
 
Kosong artinya tidak ada isinya. Baru bisa disebut kosong atau berisi bila suatu wadah ada bentuknya. Baru bisa disebut isi bila ada bentuknya. Ketika anda bilang, "gelas itu kosong." Itu berarti anda tidak melihat isinya. Gelas yang kosong ada isinya yaitu udara. Namun anda menyebutnya kosong karena tidak melihat udara yang mengisi gelas itu. Itu sebabnya udara disebut bentuk yang tidak kelihatan.
 
Belum berbentuk dan kosong artinya baik dunia maupun isi dunia belum ada bentuknya namun sama sekali bukan nihil. Dunia belum berbentuk dan kosong artinya dunia dan isinya ada permulaannya bentuknya.
 
Allah menciptakan sorga dan dunia. Dunia belum berbentuk dan kosong sebelum diciptakan. Bagaimana dengan sorga? Pada saat dunia belum diciptakan, sorga juga belum diciptakan. Apakah saat dunia belum berbentuk dan kosong, sorga juga demikian? Tidak! Sorga tidak belum berbentuk dan kosong sebelum diciptakan. Bila demikian? Bagaimana bentuk sorga dan isinya sebelum diciptakan? Tunggulah! Kita akan tahu nanti.
 
Yang ada sebelum Allah mencipta adalah Yang Ada Karena Diri-Nya Ada. Yang Ada Karena Diri-Nya Ada adalah AKU ADALAH AKU yang menyatakan diri-Nya kepada Musa. Kejadian 1:2 mengajarkan tentang keberadaan tiga AKU ADALAH AKU sebelum penciptaan dimulai. Ketiga-Nya adalah: Gelap, Air dan Roh Allah. Semua orang Kristen meyakini bahwa Roh Allah adalah AKU ADALAH AKU. Namun, meyakini Gelap dan Air sebagai AKU ADALAH AKU? Itu masalah besar kawan!
 
Anda tahu? Kenapa anda sulit sekali menerima fakta bahwa Gelap dan Air di dalam Kejadian 1:2 adalah AKU ADALAH AKU? Karena anda memasukkan FAKTANYA ke dalam toples yang anda namakan akal budi. Apa faktanya? Faktanya adalah: KATA "Gelap" dan "Air" di dalam Kejadian 1:2 HANYA sebuah NAMA namun anda memasukkannya ke dalam toples dan memahaminya sebagai "gelap" dan "air" yang anda lihat sehari-hari. Demi toples, "Mustahil AKU ADALAH AKU adalah gelap dan air!" anda lalu menyangkali fakta Alkitab dengan menafsirkannya menggunakan jurus tafsir 1001 mimpi. Karena melakukan hal demikian maka anda kehilangan kesempatan untuk memahami ajaran sejati Alkitab.
 
Handai taulanku, ingat! Alkitab adalah standard kebenaran. Akal budi bukan standard kebenaran. Itu sebabnya, kita tidak boleh menaklukkan Alkitab di bawah akal budi namun harus menaklukkan akal budi di bawah Alkitab. Kapan seseorang menaklukkan Alkitab di bawah akal budi? Ketika dia menjadikan PENGETAHUANNYA sebagai standard kebenaran untuk memahami ajaran Alkitab.
 
Ketika menaklukkan akal budi di bawah Alkitab, kita akan berusaha memahami ajarannya. Ketika menaklukkan Alkitab di bawah akal budi, kita akan berusaha menafsirkannya agar sesuai dengan pengetahuan kita. Anda bebas memilih, memahami Alkitab apa adanya atau menafsirkannya seperti yang telah dilakukan oleh banyak teolog dari generasi ke generasi dan kehilangan kesempatan untuk memahami ajaran sejati Alkitab.
 
Terang Dan Gelap Adalah Siang Dan Malam
 
Berfirmanlah Allah: "Jadilah terang." Lalu terang itu jadi. Kejadian 1:3
 
Allah melihat bahwa terang itu baik, lalu dipisahkan-Nyalah terang itu dari gelap. Kejadian 1:4
 
Dan Allah menamai terang itu siang, dan gelap itu malam. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari pertama. Kejadian 1:5
 
Mereka yang meyakini bahwa Allah hanya menciptakan dunia dan tidak menciptakan sorga juga meyakini bahwa terang yang diciptakan pada hari pertama adalah Terang yang kita sebut cahaya. Menurut mereka terang di dalam Kejadian 1:3-5 adalah ciptaan Allah. Sebelum diciptakan, terang itu tidak ada. Terang itu diciptakan dari nihil, terang adalah Creatio ex nihilo!
 
Handai taulanku, ketahuilah. Terang dan Gelap di dalam Kejadian 1:3-5 bukan cahaya yang kita lihat sehari-hari namun NAMA yang diberikan kepada dua AKU ADALAH AKU (yang ada karena diri-Nya ada). "Jadilah Terang!" bukan menciptakan Terang. "Jadilah Terang!" adalah membatasi satu AKU ADALAH AKU yang lain untuk berbeda dengan AKU ADALAH AKU yang nama-Nya Gelap. "Jadilah Terang!" adalah MEMBERI kuasa untuk menjadi Terang. "Jadilah Terang!" adalah Tiga AKU ADALAH AKU sepakat memberi kuasa kepada Satu AKU ADALAH AKU untuk menjadi Terang. Ingat! Terang adalah NAMA! Gelap juga hanya NAMA!
 
Di dalam kisah tersebut di atas, Allah memisahkan Terang dari Gelap namun sama sekali tidak memisahkan Terang dari Air. Allah juga tidak memisahkan Air dari Gelap. Itu sebabnya posisi Air terhadap Gelap dan Terang tidak berubah. Gelap gulita menutupi samudera raya, dan Terang (Roh Allah) melayang-layang di atas permukaan air. Ketika dipisahkan Allah memberi Terang nama baru yaitu SIANG juga memberi Gelap nama baru yaitu MALAM. Jadilah petang dan jadilah pagi, Itulah hari pertama.
 
Batas Air Adalah Sorga
 
Berfirmanlah Allah: "Jadilah cakrawala di tengah segala air untuk memisahkan air dari air." Kejadian 1:6
 
Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. Kejadian 1:7 
  
Lalu Allah menamai cakrawala itu langit. Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kedua. Kejadian 1:8
 
cakrawala = RAQIYA <07549> = CAKRAWALA
Langit = SHAMAYIM <08064> = SORGA
 
 
Pada hari yang kedua, ada tiga AKU ADALAH AKU yang masing-masing bernama: Siang, Malam dan Air. Sekali lagi saya ingatkan bahwa Air di dalam ayat-ayat di atas bukan air yang kita lihat sehari-hari namun NAMA salah satu AKU ADALAH AKU. Tolong, jangan bertanya, "Kenapa dinamakan Siang, Malam dan Air?" Menjawab pertanyaan yang tidak ditanyakan pada waktu yang tepat justru akan membuat orang yang bertanya tersesat.  
 
Cakrawala dinamai Sorga. Karena memisahkan Air dari Air itu berarti di Sorga tidak ada Air. Karena di Sorga tidak ada Air, itu berarti Air berpisah dengan Sorga. Karena ada Air yang di atas Sorga dan ada Air yang di bawah Sorga, itu berarti air yang di bawah Sorga takluk kepada Sorga sementara Sorga takluk kepada Air yang ada di atas-Nya. Siapakah yang menjadi Sorga? Siang atau Malam-kah yang menjadi Sorga? Sorga adalah keduanya. Sorga adalah Siang dan Malam. Dari mana kita tahu kebenaran demikian? Tunggulah! Saya akan menjawab pertanyaan itu tepat pada waktunya.
 
Handai taulanku, pada hari kedua penciptaan Sorga sudah selesai. Sekarang kita tahu kenapa di Kejadian 1:2, dikatakan dunia belum berbentuk dan kosong namun tidak menyatakan bahwa Sorga belum berbentuk dan kosong. Karena Sorga adalah dwitunggal Siang dan Malam alias Terang dan Gelap. Karena Sorga tidak pernah memiliki bentuk.
 
Pada mulanya ada tiga AKU ADALAH AKU Yang Mahaesa yaitu: Gelap, Air dan Roh Allah. Roh Allah lalu menjadi Terang. Terang dan Gelap lalu berpisah dan menjadi Siang dan Malam. Siang dan Malam lalu berpadu menjadi Sorga. Setelah sorga selesai diciptakan, ada tiga wujud atau tiga KEBERADAAN yaitu: Air di atas Sorga, Sorga dan Air di bawah Sorga. Sorga adalah Dwitunggal Siang dan Malam. Siang dan Malam adalah Terang dan Gelap.
 
Air Di Bawah Sorga Adalah Dunia dan Laut
 
Berfirmanlah Allah: "Hendaklah segala air yang di bawah langit berkumpul pada satu tempat,  sehingga kelihatan yang kering." Dan jadilah demikian. Kejadian 1:9
 
Lalu Allah menamai yang kering itu darat, dan kumpulan air itu dinamai-Nya laut. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:10
  1. Langit = SHAMAYIM <08064> = SORGA
  2. Darat = ERETS <0776> = BUMI
  3. Laut = Yam <03220> = LAUT

Handai taulan sekalian, apabila kumpulan air yang dinamakan laut (YAM) adalah air yang kita lihat sehari-hari maka mustahil bangsa Israel menyebut air yang kita lihat sehari-hari sebagai MAYIM (air) sebab sudah dinamakan YAM (laut). Apabila "yang kering" itu adalah DARATAN  yang kita lihat sehari-hari, itu berarti setiap kali bangsa Israel menggunakan kata ERETS, artinya pasti daratan. Namun bukan hal itu yang terjadi. 

Matilah segala yang ada nafas hidup  dalam hidungnya, segala yang ada di darat. Kejadian 7:22
 
Lalu Musa mengulurkan tangannya ke atas laut, dan semalam-malaman itu TUHAN menguakkan air laut dengan perantaraan angin timur yang keras, membuat laut itu menjadi tanah kering; maka terbelahlah air itu. Keluaran 14:21
 
Tetapi para imam pengangkat tabut perjanjian TUHAN itu tetap berdiri di tanah yang kering, di tengah-tengah sungai Yordan, sedang seluruh bangsa Israel menyeberang di tanah yang kering, sampai seluruh bangsa itu selesai menyeberangi sungai Yordan. Yosua 3:17
 
Lalu Elia mengambil jubahnya, digulungnya, dipukulkannya ke atas air itu, maka terbagilah air itu ke sebelah sini dan ke sebelah sana, sehingga menyeberanglah keduanya dengan berjalan di tanah yang kering.  2 Raja-raja 2:8
 
Perhatikan baik-baik keempat kisah tersebut di atas. Di dalam keempat ayat tersebut di atas, kata DARAT atau TANAH YANG KERING diterjemahkan dari kata Ibrani "charabah", bukan ERETS. Dari fakta demikian maka kita menyimpulkan ERETS bukan daratan namun BUMI sementara YAM bukan AIR namun sebuah TEMPAT yang lain lagi.
 
Handai taulanku sekalian, mari kita nyeleweng jauh ke Perjanjian Baru. Kita tahu sekarang kenapa Yesus mustahil benih Maria. Kenapa Yesus berkata kepada Nikodemus bahwa yang BISA ke Sorga adalah mereka yang dilahirkan kembali. Dilahirkan dari Air dan Roh. Kenapa Yesus dan para rasul mengajarkan bahwa yang berasal dari dunia tidak mendapat tempat di sorga? Karena di Sorga tidak ada AIR sementara dunia diciptakan dari AIR. Bila tubuh Yesus berasal dari benih Maria, mustahil Dia BISA ke Sorga apalagi bertahta di sana. Allah SUDAH menetapkan bahwa di Sorga TIDAK ada air yang ada di bawah Sorga. Logis, akurat, sistematis dan KONSISTEN. Itulah prinsipnya! Adakah yang dilanggar atau saling menyangkal? Tidak ada! Itu sebabnya Alkitab tidak boleh ditafsirkan karena Alkitab ditulis untuk dipahami.
 
Bumi Menumbuhkan Tanaman
 
Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian. Kejadian 1:11
 
Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:12
 
Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari ketiga. Kejadian 1:13
 
Kata TANAH dalam Kejadian 1:11-12 diterjemahkan dari kata ERETS. Seharusnya kata ERETS tidak boleh diterjemahkan menjadi TANAH sebab tanah adalah ADAMAH. ERETS adalah BUMI. 
 
Teologi Reformed mengajarkan doktrin Penciptaan Dari Nihil (Creatio ex nihilo). Alkitab mengajarkan Creatio ex materia (penciptaan dengan bahan baku) bahkan Alkitab mengajarkan Creatio ex Deo (penciptaan dari bahan baku Pencipta). Bukankah itu berarti Teologi Reformed menyebelah karena doktrin Creatio ex nihilo yang diajarkannya tidak lurus dengan ajaran Alkitab?
 
Untuk membuktikan bahwa bumi bukan ciptaan dari nihil namun diciptakan dari pencipta maka Allah memberinya kesempatan untuk menunjukkan kesaktian-Nya dengan menumbuhkan tanaman. Tanaman tidak diciptakan namun tumbuh dari bumi. Tanaman adalah bukti bahwa bumi itu hidup karena bumilah yang menumbuhkan tanaman.
 
Bintang-Bintang Di Sorga
 
Berfirmanlah Allah: "Jadilah benda-benda penerang pada cakrawala SORGA untuk memisahkan siang dari malam. Biarlah benda-benda penerang itu menjadi tanda yang menunjukkan masa-masa yang tetap dan hari-hari dan tahun-tahun, Kejadian 1:14
 
dan sebagai penerang pada cakrawala SORGA biarlah benda-benda itu menerangi bumi." Dan jadilah  demikian. Kejadian 1:15
 
Maka Allah menjadikan kedua benda penerang yang besar itu, yakni yang lebih besar untuk menguasai ADALAH PEMERINTAHAN siang dan yang lebih kecil untuk menguasai ADALAH  PEMERINTAHAN malam, dan menjadikan juga bintang-bintang. Kejadian 1:16
 
Allah menaruh semuanya itu di cakrawala SORGA untuk menerangi bumi, Kejadian 1:17
 
dan untuk menguasai siang dan malam, dan untuk memisahkan terang dari gelap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:18
 
Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari keempat. Kejadian 1:19
 
benda-benda penerang = MA'OWR <03974> = PENERANG
cakrawala = RAQIYA <07549> = CAKRAWALA + SHAMAYIM <08064> = SORGA
GADOWL <01419> = BESAR
QATAN <06996> = KECIL
MEMSHALAH <04475> = PENERINTAHAN
MASHAL <04910> = MENGUASAI
 
Frasa benda-benda penerang di Kejadian 1:14-16 diterjemahkan dari kata Ibrani ma'owr yang artinya penerang. Seharusnya LAI menerjemahkan kata ma'owr menjadi penerang bukan benda-benda penerang, karena dengan menerjemahkannya sebagai benda-benda penerang akan menggiring orang yang membacanya untuk menyangkanya sebagai benda mati. Kata Cakrawala diterjemahkan dari dua kata Ibrani yaitu: raqiya yang artinya cakrawala dan shamayim yang artinya sorga Seharusnya LAI menerjemahkan frasa raqiya shamayim sebagai cakrawala sorga karena itulah yang tertulis di dalam kitab Kejadian. Kata menguasai di dalam Kejadian 1:16 diterjemahkan dari kata Ibrani memshalah yang adalah kata benda yang artinya pemerintahan. Kata menguasai di dalam Kejadian 1:18 diterjemahkan dari kata Ibrani mashal, kata kerja yang artinya memerintah; menguasai.   
 
Teologi Reformed mengajarkan bahwa kedua penerang yang diciptakan pada hari keempat adalah matahari dan bulan. Alasan penafsiran demikian sangat gamblang. Matahari adalah penerang yang paling terang di angkasa, bulan adalah yang kedua sementara yang lainnya disebut bintang-bintang. Matahari nampak pada siang hari dan sementara bulan dan bintang-bintang nampak pada malam hari. Penafsiran demikian, menimbulkan pertanyaan-pertanyaan tak terjawab yaitu:
 
Bukankah terang telah diciptakan pada hari pertama? Kenapa Allah menciptakan matahari lagi pada hari keempat? Bukankah terang dan gelap sudah dipisahkan pada hari pertama? Kenapa dipisahkan lagi pada hari keempat? Apakah terang yang diciptakan pada hari pertama adalah terang yang berasal dari matahari? Sinar matahari menguasai bumi, itulah yang disebut siang. Bukankah seharusnya bulan menguasai bumi dengan cara yang sama? Kegelapan bulan menguasai bumi, itukah yang disebut malam? Kenapa bukan hal itu yang terjadi? Bukankah tidak setiap malam bulan muncul di langit? Bukankah tidak setiap malam ada bintang-bintang di langit dan pada siang hari tidak ada bintang di langit? Bagaimana cara bintang-bintang menerangi bumi? Bagaimana cara matahari dan bulan serta bintang-bintang memisahkan terang dan gelap? Bukankah yang disebut MEMISAHKAN itu artinya keduanya ada bersama-sama namun terpisah?
 
Ketika menghadapi pertanyaan-pertanyaan tak terjawab demikian, umumnya para teolog reformed akan main curang dan berkata, "Tidak ada yang mustahil bagi Allah. Jangan memahami Alkitab secara hurufiah. Tafsirkan Alkitab sesuai konteksnya. Itu adalah misteri Allah yang mustahil dipahami oleh akal budi manusia yang terbatas."
 
Handai taulanku sekalian, Alkitab tidak boleh ditafsirkan sebab Alkitab ditulis untuk dipahami apa adanya. Ketika anda menafsirkan Alkitab, pada saat itulah anda kehilangan kesempatan untuk memahaminya dengan benar. Oleh sebab itu, jangan menafsirkan Alkitab, pahami saja apa adanya.
  
Apabila diterjemahkan dengan benar, maka Kejadian 1:16-17 akan nampak seperti di atas. Penerang-penerang yang diciptakan Allah di cakrawala Sorga itu bukan matahari dan bulan serta bintang-bintang yang kita lihat dengan mata telanjang namun ISI SORGA. Di dalam ayat-ayat tersebut di atas kita sudah memahami bahwa Gelap alias Malam dan Terang alias Siang adalah AKU ADALAH AKU. 
 
Pada hari pertama Allah sudah memisahkan Terang dan Gelap kenapa pada hari keempat Allah memisahkan-Nya kembali? Karena Terang alias Siang dan Gelap alias Malam berpadu menjadi Sorga pada hari kedua. Dua berpadu menjadi SATU, itu sebabnya dipisahkan kembali.
 
Penerang Yang Besar adalah pemerintahan siang dan yang lebih kecil adalah pemerintahan malam di samping itu Allah juga menjadikan bintang-bintang. Selanjutnya, Penerang Yang Besar dan Penerang Yang Lebih Kecil serta bintang-bintang BERKUASA untuk memisahkan Terang alias Siang dan Gelap alias Malam. 
 
Handai taulanku, mari kita menarik kesimpulan dulu. Allah menciptakan ISI Sorga yaitu: Penerang Besar, Penerang Kecil dan bintang-bintang. Ketiga-Nya mampu memisahkan Gelap alias Malam dan Terang alias Siang bahkan ketiganya BERKUASA atas Gelap alias Malam dan Terang alias Siang. Itu hanya membuktikan bahwa mereka BUKAN ciptaan namun Pencipta itu sendiri.
 
Pada hari keempat kita mendapatkan kepastian bahwa Sorga adalah perpaduan Terang alias Siang dan Gelap alias Malam. Di samping itu, kita juga mendapatkan kepastian bahwa ISI sorga adalah makluk-makluk ilahi yang dilahirkan oleh AKU ADALAH AKU bukan diciptakan. Itu sebabnya di Kejadian 1:2 dikatakan bahwa dunia belum berbentuk dan kosong namun Sorga tidak dikatakan belum berbentuk dan kosong. Kenapa demikian? Karena baik Sorga maupun ISI-nya sudah ADA walaupun belum diciptakan. Karena baik Sorga maupun ISI-nya TIDAK memiliki bentuk. Sorga dan ISI-nya memiliki wujud (keberadaan) namun tidak memiliki BENTUK atau TUBUH. Itu sebabnya tidak ada manusia yang pernah melihat sorga.
 
Kenapa di sorga tidak ada Allah? Kemuliaan-Nya ada namun Allah tidak pernah kelihatan. Hal itu terjadi karena Allah adalah Sorga. Anda tahu kenapa hai hai bilang, "Di Sorga yang terbesar adalah Anak-anak?" Karena di Sorga ada DUA Anak. Kedua-Nya adalah Gelap dan Terang. Gelap adalah YHWH dan Terang adalah Allah. Dwitunggal kedua-Nya adalah Sorga. Bapa adalah Air di atas Sorga. Karena dwitunggal YHWH dan Allah adalah Sorga, maka di Sorga Kedua-Nya yang TERBESAR.
 
Burung Sorga Dan Naga Air
 
Berfirmanlah Allah: "Hendaklah dalam air berkeriapan makhluk MERAYAP DAN yang BERJIWA hidup, dan hendaklah burung beterbangan di atas bumi melintasi cakrawala SOGA." Kejadian 1:20
 
 
Maka Allah menciptakan binatang-binatang laut NAGA yang besar dan segala jenis makhluk BERJIWA hidup DAN yang bergerak MERAYAP, yang berkeriapan dalam air, dan segala jenis burung yang bersayap. Allah melihat bahwa semuanya itu baik.  Kejadian 1:21
 
 
Lalu Allah memberkati semuanya itu, firman-Nya: "Berkembangbiaklah dan bertambah banyaklah serta penuhilah air dalam laut, dan hendaklah burung-burung di bumi bertambah banyak." Kejadian 1:22
 
Jadilah petang dan jadilah pagi, itulah hari kelima. Kejadian 1:23
  1. Air = mayim
  2. Makluk = nephes (hidup) + Sheret (melata dan berenang)
  3. Cakrawala = Raqiya Shamayim (cakrawala sorga) 
  4. Binatang-binatang laut = tanniyn (naga; ular; monster sungai dan laut)
  5. Bergerak = ramas (melata)
  6. Berkeriapan = sharats (berenang)
  7. Laut = yam (laut)
  8. Air laut = mayim yam
 Handai taulanku sekalian, apabila diterjemahkan dengan baik maka Kejadian 1:20-21 akan nampak seperti tersebut di atas. Pada hari kedua, cakrawala (raqiya) sudah diberi nama sorga (Shamayim). Itu sebabnya raqiya shamayim harus diterjemahkan sebagai "cakrawala sorga" dan tidak boleh diterjemahkan sebagai cakrawala semata.
 
Syarat untuk disebut burung adalah memiliki sayap (Kejadian 1:21). Ada dua jenis burung yang diciptakan yaitu: Yang beterbangan di atas bumi dan yang beterbangan melintasi cakrawala sorga (Kejadian 1:20). Burung yang berkembang biak hanya burung-burung di bumi (Kejadian 1:22).  Kerubim dan Serafim adalah burung-burung sorga. Keduanya memiliki sayap.
 
Di Sorga tidak ada air. Itu berarti ketika mengatakan AIR maka yang dimaksudkan oleh Allah adalah "di luar Sorga". Dengan demikian, kita meyakini bahwa di sorga tidak ada makluk-makluk air. Ada tiga tempat yang bisa disebut AIR yaitu: Air di atas Sorga, Bumi (Erets) dan Laut (yam). Allah sama sekali tidak berkuasa atas Air dia atas Sorga. Itu sebabnya Dia mustahil menciptaan makluk air di Air yang ada di atas Sorga. Itu sebabnya makluk air yang diciptakannya hanya yang ada di bumi (erets) dan di laut (yam).  Ada dua jenis makluk air yang diciptakan Allah yaitu: Yang melata dan yang berenang. Yang mendapat mandat untuk berkembang biak adalah yang ada di air dan di laut. 
 
Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!" Wahyu 5:13
 
Pujilah TUHAN di bumi, hai ular-ular naga dan segenap samudera raya; Mazmur 148:7
 
Handai taulan sekalian, apabila anda ragu dengan pemahaman adanya tempat lain selain bumi dan Sorga serta adanya makluk lain selain di bumi dan Sorga maka ketahuilah, kedua ayat di atas adalah sebagian ayat Alkitab yang mendukung ajaran demikian. 
 
Bumi Mbalelo Alias Menentang Kehendak Allah
 
Berfirmanlah Allah: "Hendaklah bumi mengeluarkan segala jenis makhluk yang hidup, ternak dan binatang melata dan segala jenis binatang liar." Dan jadilah demikian. Kejadian 1:24
 
Allah menjadikan segala jenis binatang liar dan segala jenis ternak dan segala jenis binatang melata di muka bumi. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:25
 
Di dalam Kejadian 1:11-12, Allah berfirman kepada bumi untuk menumbuhkan tanaman. Bumi menanggapinya dengan menumbuhkan berbagai jenis tanaman. Apa yang terjadi ketika Allah berfirman kepada bumi untuk mengeluarkan berbagai binatang? Bumi TIDAK menanggapinya, itu sebabnya Allah-lah yang kemudian menjadikan segala binatang. Coba perhatikan Kejadian 1:24-25 tersebut di atas dengan teliti dan hati-hati.
 
Apa yang dapat kita simpulkan dari kejadian tersebut? Kita bisa menyimpulkan bahwa bumi mbalelo alias menyangkal firman Allah alias menentang kehendak Allah. Namun kita juga bisa menyimpulkan bahwa bumi mbalelo alias menyangkal firman Allah alias menentang kehendak Allah karena dia TIDAK mampu memenuhinya.
 
Handai taulanku sekalian, dari dua kesimpulan tersebut di atas, yang mana yang benar? Yang benar adalah yang kedua. Kenapa demikian? Bumi mbalelo, itu bukan hal yang baik. Namun Alkitab mencatat bahwa Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Karena semuanya baik, itu berarti bumi mbalelo alias menyangkal firman Allah alias menentang kehendak Allah karena dia TIDAK mampu memenuhinya. Allah melihat bumi yang tidak mampu memenuhi kehendak-Nya sebagai hal yang baik. Karena bumi tidak MAMPU, maka Allah turun tangan untuk MEMBANTU bumi agar MAMPU menggenapi Firman-Nya.
 
Handai taulanku sekalian, Apa yang terjadi pada hari keenam itu sesungguhnya akan terjadi terus. Bumi akan MBALELO karena TIDAK mampu memenuhi kehendak Allah dan itu bukan masalah sebab Allah akan turun tangan membantu bumi menggenapi kehendak-Nya. Dari mana kita tahu bahwa Allah tidak menggenapi kehendak-Nya sendiri namun MEMBANTU bumi menggenapi kehendak-Nya? Karena binatang diciptakan dari TANAH alias dari bumi. Bukankah itu berarti bumi mengeluarkan binatang seperti kehendak Allah? Bukankah itu berarti Allah membantu bumi untuk menggenapi kehendak-Nya?
 
Handai taulan sekalian, mari kita nyeleweng kembali jauh ke Perjanjian Baru. Anda paham sekarang, kenapa Yesus mustahil benih Maria? Yesus mustahil berasal dari dunia? Karena yang dari dunia PASTI mbalelo. Karena yang dari bumi tidak mampu memenuhi kehendak Allah. Bumi perlu dibantu. Yang berasal dari bumi perlu dibantu. Yang tidak mampu akan dibantu, bukan di hukum! Itu sebabnya ketika Allah menghakimi dunia, VONIS yang dijatuhkan-Nya adalah: "Mereka TIDAK tahu yang dilakukannya!" TIDAK tahu yang dilakukannya artinya HARUS dibantu.
 
Penguasa Dunia, Laut dan Burung-Burung Di Langit
 
Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara SORGA dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." Kejadian 1:26
 
Handai taulan sekalian, ada tiga tempat yaitu: Sorga, Laut dan Dunia yagn diciptakan oleh Allah. Manusia diciptakan untuk BERKUASA atas burung-burung di Sorga dan ikan-kan di Laut serta seluruh makluk di bumi bahkan bumi itu sendiri.
 
Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah  diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka. Kejadian 1:27
 
Handai taulan sekalian, silahkan baca Kejadian 1:27 dengan teliti dan hati-hati. Apa yang anda pahami? KETAHUILAH! Ada dua jenis manusia yang diciptakan oleh Allah. Yang pertama adalah DIA dan yang kedua adalah MEREKA. DIA artinya hanya ada SATU. Mereka artinya ada BANYAK. Dia tidak disebutkan JENIS kelaminnya. MEREKA  jenis kelaminnya laki-laki dan perempuan.  Dia diciptakan menurut gambar Allah. Mereka tidak diciptakan menurut gambar Allah. Siapakah DIA? Siapakah MEREKA?
 
DIA yang diciptakan menurut gambar Allah adalah Yesus. Mereka yang diciptakan sebagai laki-laki dan perempuan adalah Adam dan Hawa. Itu sebabnya dikatakan bahwa Dia adalah yang SULUNG karena Dia adalah yang PERTAMA kali diciptakan.
 
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah  banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara SORGA dan atas segala binatang yang merayap di bumi. " Kejadian 1:28
 
Handai taulanku sekalian, DIA dan MEREKA sama-sama mengemban MANDAT untuk beranakcucu dan bertambah banyak. DIA memperanakkan anak-anak Allah. MEREKA memperanakkan umat manusia. MEREKA dan anak cucunya gagal mengemban mandat Allah untuk menjadi PENGUASA. Kenapa demikian? Karena MEREKA dan anak cucunya berasal dari DUNIA. MEREKA dan anak cucunya MUSTAHIL mampu memenuhi kehendak Allah. Namun DIA yang diciptakan menurut gambar Allah dan anak cucu-Nya MAMPU mengemban MANDAT Allah untuk menjadi PENGUASA karena DIA bukan dari dunia ini.
 
Taman Eden Bukan Di Bumi Juga Bukan Di Sorga
 
Handai taulanku, apabila memahami kisah penciptaan dengan benar, maka banyak sekali pertanyaan-pertanyaan yang selama ini tidak terjawab, dapat dijawab dengan mudah. Ketika menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut, sekaligus kita menunjukkan FAKTA betapa logis, akurat, sistematis dan konsistennya ajaran Alkitab. Ini salah satu contohnya. Apakah taman Eden ada di dunia atau di sorga? Dari generasi ke generasi para teolog saling berdebat namun tidak pernah mampu memberikan jawaban yang gamblang dan tegas tentang keberadaan taman Eden. Setelah memahami kisah penciptaan dengan benar, maka mudah sekali untuk mengetahui bahwa taman Eden tidak ada di Sorga juga tidak ada di dunia. Beginilah cara kita memahaminya:  
 
Berfirmanlah Allah: "Hendaklah tanah menumbuhkan tunas-tunas muda, tumbuh-tumbuhan yang berbiji, segala jenis pohon buah-buahan yang menghasilkan buah yang berbiji, supaya ada tumbuh-tumbuhan di bumi." Dan jadilah demikian. Kejadian 1:11
 
Tanah itu menumbuhkan tunas-tunas muda, segala jenis tumbuh-tumbuhan yang berbiji dan segala jenis pohon-pohonan yang menghasilkan buah yang berbiji. Allah melihat bahwa semuanya itu baik. Kejadian 1:12
 
belum ada semak apapun di bumi, belum timbul tumbuh-tumbuhan apapun di padang, sebab TUHAN Allah belum menurunkan hujan ke bumi, dan belum ada orang untuk mengusahakan tanah itu; Kejadian 2:5
 
Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. Kejadian 2:8
 
Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Kejadian 2:9
 
Taman Eden tidak ada di bumi! Di dalam Kejadian 1:11, kepada siapakah Allah berfirman untuk MENUMBUHKAN tanaman? BUMI! (Eret). Di dalam Kejadian 1:12, SIAPAKAH yang menumbuhkan tanaman? BUMI! Di dalam Kejadian 2:9, SIAPAKAH yang menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari TANAH? (Adamah).  YHWH Elohim.
 
Handai taulan sekalian, para penerjemah LAI tidak konsisten. ERET (0776) seharusnya diterjemahkan sebagai BUMI sementara ADAMAH (0127) seharusnya diterjemahkan sebagai TANAH. Di bumi, yang menerima firman untuk menumbuhkan tanaman adalah BUMI. Di bumi, yang menggenapi firman Allah dan menumbuhkan tanaman adalah BUMI. Di taman Eden, yang MENUMBUHKAN pepohonan adalah YHWH Elohim. YHWH Elohim menumbuhkan tanaman dari ADAMAH (tanah). YHWH Elohim BUKAN ERET (bumi). Bila taman Eden ada di bumi itu berarti YHWH Elohim tidak perlu menumbuhkan tanaman dari ADAMAH (tanah) sebab yang perlu dilakukan-Nya HANYA menurunkan hujan dan menyediakan orang untuk MENGUSAHAKANNYA (Kejadian 2:5), bukannya menumbuhkan pepohonan dari adamah (tanah).
 
Bila anda belum puas, maka ketahuilah bahwa firman elohim kepada bumi (eret) adalah untuk MENUMBUHKAN (dasha) tanaman dan bumi menggenapi firman itu dengan MENUMBUHKAN (yatsa) tanaman. Sementara itu, yang dilakukan oleh YHWH Elohim adalah MENUMBUHKAN (tsamach) dari tanah (Adamah). Kenapa YHWH Elohim HARUS menumbuhkan (tsamach) pepohonan dari tanah (Adamah) di taman Eden? Karena di Eden TIDAK ada di bumi (eret). 
 
Maka Allah menjadikan cakrawala dan Ia memisahkan air yang ada di bawah cakrawala itu dari air yang ada di atasnya. Dan jadilah demikian. Kejadian 1:7 
 
Selanjutnya TUHAN Allah membuat taman di Eden, di sebelah timur; disitulah ditempatkan-Nya manusia yang dibentuk-Nya itu. Kejadian 2:8
 
Lalu TUHAN Allah menumbuhkan berbagai-bagai pohon dari bumi, yang menarik dan yang baik untuk dimakan buahnya; dan pohon kehidupan di tengah-tengah taman itu, serta pohon pengetahuan tentang yang baik dan yang jahat. Kejadian 2:9
 
Lalu TUHAN Allah membentuk dari tanah segala binatang hutan dan segala burung di udara. Dibawa-Nyalah semuanya kepada manusia itu untuk melihat, bagaimana ia menamainya; dan seperti nama yang diberikan manusia itu kepada tiap-tiap makhluk yang hidup, demikianlah nanti nama makhluk itu. Kejadian 2:19
 
Taman Eden Mustahil di Sorga! Kenapa demikian? Baik tanaman, binatang maupun manusia, semuanya diciptakan dari TANAH. Tanah berasal dari Air. Air tidak ada di Sorga. Bila air ada di Sorga mustahil Air berpisah menjadi Air yang di atas Sorga dan air yang di bawah Sorga bukan?
 
Apabila taman Eden tidak ada di dunia dan mustahil ada di sorga, lalu ada di mana? Tanam Eden berasal dari mana? Anda tahu, kata MEMBUAT di dalam Kejadian 2:8 diterjemahkan dari kata Ibrani NATA yang artinya MENANAM? TUHAN Allah menanam taman Eden di Timur. Ketika anda menanam pohon, itu berarti ada MEDIA tempat pohon itu di tanam. Ketika Allah menanam taman Eden, itu berarti sudah ada TEMPAT di mana taman Eden di tanam. Bila demikian, ada di manakah taman Eden itu? Di LAUT!
 
Handai taulan sekalian, bukankah selama ini kita bertanya-tanya tentang sebuah tempat yang disebut PADANG GURUN? Bukankah selama ini kita bertanya tentang sebuah tempat yang TELAH Allah sediakan bagi Perempuan berselubung matahari di padang gurun? Anda ingat sekarang? Di Padang Gurun ada sebuah taman yang namanya taman Eden yang dijaga oleh Kerubim yang menyandang PEDANG SAMBER GELEDEK. Itu sebabnya Naga itu tidak bisa memasukinya untuk memburu perempuan itu.
 
Kesimpulan
 
Pada mulanya ada AKU ADALAH AKU yang tanpa batas (wuji). AKU ADALAH AKU lalu membatasi diri menjadi TIGA. Tiga adalah: Gelap, Air dan Roh Allah. Ketika MULAI membatasi maka Ketiga-Nya pun menjadi ADA Batas (Yaouji). Ketiga-Nya lalu menciptakan Terang. Menciptakan Terang artinya membatasi Roh Allah sebagai Terang. Ketiga-Nya lalu membatasi bahwa Gelap BUKAN Terang.  Artinya Gelap dibatasi hanya Gelap dan Terang dibatasi HANYA Terang. Terang dan Gelap lalu dibatasi menjadi Sorga. Air lalu dibatasi dari Sorga. Air lalu dibatasi oleh Sorga menjadi Air di atas Sorga dan air di bawah Sorga. Sorga lalu dibatasi menjadi Sorga dan Penerang. Penerang lalu dibatasi menjadi Penerang Besar dan Penerang Kecil serta Bintang-bintang. Terang adalah Pemrakarsa (Yang) sementara Gelap adalah Penanggap (Yin).
 
Handai taulanku sekalian, bangsa Tiongkok kuno punya HE TU (peta sungi He) sementara bangsa Israel kuno punya Taman Eden. HE TU menceritakan kisah SATU menjadi SEMBILAN. Anda tahu SATU menjadi SEMBILAN? Inilah dia:
  1. Air di atas Sorga = Wuji
  2. Air di bahwa Sorga = Taiji
  3. Gelap = Yin
  4. Terang = Yang
  5. Penerang Besar = Taiyang
  6. Penerang Kecil = Taiyin
  7. Bintang-bintang = Shaoyang
  8. Nafas Hidup = Shaoyin
  9. Dunia dan isinya = Wuxing  
 Anda tahu Bagua? Bagua adalah: 
  1. Air di atas Sorga = Wuji = Dao = Bapa
  2. Gelap = Yin = YHWH = Tian
  3. Terang = Yang = Elohim = Di
  4. Penerang Besar = Taiyang = Sorga
  5. Penerang Kecil = Taiyin = YHWH Elohim = Shangdi = Logos
  6. Bintang-bintang = Shaoyang = malaikat = Roh Kudus = Shen
  7. Nafas Hidup = Shaoyin = Gui 
  8. Dunia dan isinya = Wuxing  = Air, tanah, tanaman, binatang dan manusia
 Apa perbedaan kisah penciptaan Tiongkok kuno dan Alkitab? Nama-Nya berbeda namun PRIBADI-Nya sama. Sistematikanya berbeda namun ajarannya sama. Waktu pemahamannya berbeda namun pada akhirnya sama. 
 
Bagaimana dengan Taiyang alias Penerang Besar alias Sorga? Bangsa Tiongkok kuno tahu keberadaan Taiyang namun TIDAK punya informasi tentangnya. Kenapa demikian? Karena mereka tinggal di dunia dan TIDAK pernah mendapat Wahyu dari Ziran (AKU ADALAH AKU) tentang SORGA. Taiyang adalah SORGA.
 
Anda mau tahu arti bagua Tiongkok kuno? Baiklah saya akan beritahu anda arti BAGUA Tiongkok kuno sejati.
  1. qián = lelaki
  2. zhèn = goyang
  3. ken = umpan
  4. gèn = ulet (licik)
  5. kun = perempuan
  6. xùn = patuh
  7. lí = pergi
  8. duì = penebus
 Apa itu Bagua Tiongkok kuno? Apa itu Bagua? Bagua adalah: qián zhèn kan gèn kun xùn lí duì. Apa itu Bagua? Bagua adalah: lelaki, goyang, umpan, ulet (licik), perempuan, patuh, pergi, menebus.  Apa itu Bagua? Bagua adalah:
 
Seorang lelaki menggoyang umpan dengan licik dan seorang perempuan dengan patuh menebusnya.
 
Ha ha ha ha ha ha ….. Anda anggap itu suatu kebetulan? Saya percaya itu namanya DUA SAKSI! DUA SAKSI maka kesaksiannya pun SAH!
 
NB.
 Awal tahun lalu seorang teman memberitahu saya bahwa dia telah memutuskan untuk kuliah Teologi untuk jenjang Master of Divinity. Dia seorang teman yang sangat istimewa. Saya ingin memberi sesuatu untuknya, guna mendorong semangat kuliahnya. Saya suka caranya  ngakak. Itu sebabnya saya ingin memberinya sesuatu yang bisa membuatnya ngakak. Saya juga suka caranya terlongong-longong ketika keheranan. Itu sebabnya saya ingin memberinya sesuatu yang bisa membuatnya terlongong-longong. Waktu berlalu namun Janji harus ditepati. 
 
Perkenalan kami dijembatani oleh cerita seorang dosen Teologi yang ditanyai oleh mahasiswanya:
 
"Sanggup tidak Allah menciptakan sesuatu yang tidak bisa diangkatNya?"
 
Menurut teman itu, pertanyaan itu adalah kesalahan logika, menurut saya pertanyaan itu logis-logis saja. Untuk membaca kisah lengkapnya, silahkan klik di sini.
 
Karena tidak sepakat, maka kami pun lalu berdebat. Perdebatan kami sangat seru apalagi ketika saya mengutip ayat Daodejing dan bercerita tentang anjing. Teman itu namanya Tommy Wijaya alias Vantillian. Selamat ngakak terlongong-longong sahabatku! Saya sendiri ngakak terlongong-longong ketika MENEMUKAN semua ini.
 
Blog ini juga saya dedikasikan kepada seluruh pasukan Pedang Samber Geledek dan seluru blogger Kristen SABDA Space. Tanpa dukungannya mustahil saya MENEMUKAN semua ini. Hai hai hanya memahami duluan lalu meneruskannya, sama sekali tidak membuat ajaran baru.
 
NB.
Untuk membaca kisah penciptaan Tiongkok kuno, silahkan klik di sini.

 Untuk membaca kisah penciptaan Alkitab lebih lanjut, silahkan klik di sini.