Banyak dari kita yang hidup di Bumi Indonesia pasti mengenal TUMPENG, yaitu suatu cara penyajian nasi yang dibentuk kerucut berwarna kuning atau putih untuk suatu acara penting. Tumpeng biasanya disajikan di atas tampah (wadah tradisional yang terbuat dari belahan bambu) dan dialasi daun pisang. Apalagi bulan Agustus ini, tentu banyak tumpeng yang bakal disajikan dengan maksud mendoakan keselamatan negara. Bahkan setiap Ultah Sabda Space juga selalu potong tumpeng untuk mendoakan para blogger agar tidak geger he he he........Kali ini kerucutnya jatuh ke siapa ya?
Tumpeng memang salah satu budaya khas Jawa, tapi tidak menutup kemungkinan juga dilakukan oleh mereka yang dari luar Jawa. Karena makna tumpeng menyimpan banyak simbol ajaran budi luhur manusia. Dan banyak yang tidak diketahui oleh kita bahwa Tumpeng adalah perlambang "kematian Yesus" untuk manusia.
Siapa penemu pertama kali nasi Tumpeng ini rasanya sulit dilacak. Tapi bila mengurai arti yang terpendam, saya menduga pertama kali yang menciptakan adalah orang yang memahami ajaran Kristus. Tentu pada saat memperkenalkannya kepada umum, makna yang sebenarnya tidak diuraikan secara gamblang, mengingat mayoritas penduduk Indonesia bukan penganut ajaran Kristus Yesus. Sang penemu Tumpeng barangkali hanya memberi makna simbolik yang mudah diterima masyarakat umumnya, bahwa Tumpeng menggambarkan kekayaan moral yang luhur, kesucian, menunjukkan rasa hormat atau juga untuk mendoakan keselamatan.
Tumpeng memang banyak variasinya, misalnya Tumpeng Robyong, Tumpeng Pungkur, Tumpeng Nujuh Bulan (Mitoni), Tumpeng Nasi Uduk (Tasyakuran), Tumpeng Putih, Tumpeng Kuning juga Tumpeng Seremonial atau Modifikasi. Semuanya mengandung arti seperti tersebut di atas dalam pelaksanaannya.
Makna Tumpeng secara rohani tentu saja tidak tertulis di dalam Alkitab, karena para penulis Alkitab zaman dahulu tidak mengenal Tumpeng, jadi tentu tidak menyinggungnya, tapi segala sesuatu tradisi bisa menjadi simbol daripada yang tertulis di dalam Alkitab tersebut, utamanya menunjuk pribadi yang luar biasa yaitu Yesus Kristus beserta ajaranNya.
Kenapa Tumpeng dibuat kerucut?
Itulah simbol bukit Golgota.
Kenapa di puncak kerucut selalu ditancapkan Cabe Merah?
Itulah simbol Salib Kristus yang berlumur darah merah.
Kenapa ada daging ayam yang harus muda?
Itulah simbol Yesus yang berusia muda tatkala disalibkan.
Sementara bahan-bahan lain yang menyertai Tumpeng, biasanya disebar di bawah kerucutnya adalah simbol lautan manusia yang berkerumun disekelilingnya dalam kerangka menjadi saksi kematian Anak Manusia di kayu salib.
- Perkedel adalah kita.
- Abon adalah kita.
- Kedelai goreng adalah kita.
- Telur dadar/goreng adalah kita.
- Mentimun adalah kita.
- Daun seledri adalah kita.
- Tempe kering adalah kita.
- Serundeng adalah kita.
- Urap kacang panjang adalah kita.
- Ikan asin adalah kita.
- Lele goreng adalah kita.
- Hewan darat adalah kita.
- Sayur mayur adalah kita.
Nah inilah makna Tumpeng sebagai simbol kematian Kristus di Bukit Golgota dalam kayu salib. Kematiannya untuk menebus dosa-dosa kita adalah ajaran penting tentang keselamatan bagi setiap orang yang menerimaNya. "..........Juruselamat semua manusia, terutama mereka yang percaya. (1 Timotius 4:10)
Kematian Kristus di kayu salib adalah perdamain Tuhan dan manusia, kematian Yesus adalah untuk mendamaikan manusia dengan Allah. Dan untuk hal inilah seseorang menciptakan Nasi Tumpeng untuk mengingatkan hal itu di negri ini yang masih ada keraguan akan Kristus Yesus Juru Selamat semua umat. "Terpujilah Allah dan Ba[a Tuhan kita Yesus Kristus, yang karena rahmat-Nya yang besar telah melahirkan kita kembali oleh kebangkitan Yesus Kristus dari antara orang mati, kepada suatu hidup yang penuh pengharapan. (1 Petrus 1:3)
Kematian Yesus Kristus adalah sempurna seutuhnya bagi orang berdosa. Ia mati di puncak bukit Golgota di kayu salib yang hina untuk dosa-dosa segenap umat manusia. Yesus Kristus mati untuk dosa kita dan secara khusus untuk setiap orang secara pribadi.
Kalau anda melihat atau memotong Tumpeng, ingatlah akan kematian Yesus di kayu salib di bukit Golgota, sayangnya banyak yang tidak menyadari makna Tumpeng secara rohani, padahal kita sudah menyantap kematianNya dengan nikmat.
*****
Tulisan ini terinspirasi ketika seorang tetangga main ke rumah bermaksud mengajak ke toko buku.
"Mau cari buku apa, tumben ngajak?" tanyaku
"Buku tentang tumpeng. Soalnya aku akan ikut lomba menghias Tumpeng mewakili RW ke tingkat Kelurahan, aku bingung mau bikin Tumpeng model apa?"
"Resepnya Tumpeng yang pas udah punya belum?"
"Kalau resepnya pasti dijamin!"
"Begini saja, aku beri ide Tumpeng yang rasanya menarik."
"Wah, terima kasih kalo gitu jadi irit gak perlu beli buku, kreasi baru ya?"
"Baru sih enggak, modifikasi dicampur kreativitas kan jadi lain. Siapkan aja Styrofoam, tusuk gigi, kacang panjang yang cukup panjang, daun Sawi yang ada bonggolnya, Mentimun yang warna kulitnya hijau," sambil berkata begitu aku corat-coret sketsa Tumpengnya, beliau mencatat bahan yang nanti diperlukan. Setelah selesai sketsanya, aku berikan sambil menjelasnya tekniknya membuat serta kiatnya nanti di lokasi pertandingan, agar tepat waktu dalam menyelesaikan hiasan Tumpengnya.
"Anda tahu nggak kalu Tumpeng itu perlambang kematian Yesus di Kayu Salib?" tanya saya kemudian.
"Ah, apa iya? Bagaimana ceritanya?"
*****
Semoga Bermanfaat Walau Tak Sependapat
Salah satu model Tumpeng Copas dari 88 DB.com
