Saya sering membaca artikel tentang autis di berbagai sumber. Ada yang berdasar pada pernyataan ilmiah, tapi tidak sedikit pula yang berdasarkan pada pengamatan pribadi yang bersifat sangat subyektif. Yang membuat saya sangat terdorong untuk menuliskan thread ini, adalah berbagai istilah yang diberikan kepada anak-anak yang autis. Sakit autis, cacat mental, goblok, gila, dll. Guys, please . . . kalau asal, jangan usul, kalau usul jangan asal, slogan dari salah satu acara TV ini bisa dipakai di sini. Ijinkan saya untuk memperkaya forum ini, secara khusus topik autisme ini. Karena kebanyakan buku yang saya baca berbahasa Inggris, maka ada istilah-istilah yang saya pakai juga berbahasa Inggris. Bukan mau nyombong atau apa, simply karena saya tidak tahu bahasa Indonesianya.
Autisme adalah ketidakseimbangan gelombang otak. Pernyataan ini akan menyebabkan pertanyaan baru. Apakah gelombang otak itu?
Gelombang otak. Sel-sel otak kita tidak saling bertukar informasi dengan lemparan neurotransmitter, atau dengan bahasa yang lebih sederhana, lemparan listrik. "Kaki" sel otak yang melempar disebut axon, dan "tangan" sel otak yang menangkap disebut dendrite (untuk mencegah kesalahpahaman, tolong jangan berpikir bahwa sel otak kita benar2 memiliki tangan dan kaki, ini hanya untuk mempermudah pemahaman). Axon dan dendrite ini tidak saling menempel, melainkan ada satu jarak yang disebut dengan synapse. Jadi, my friends, kalau ada orang yang bilang bahwa otak kita "ga nyambung", kita ga perlu marah, karena memang demikian. :)
Nah, lemparan-lemparan listrik ini akan menimbulkan "produk sampingan" berupa gelombang otak. Jadi sekali lagi, gelombang otak terjadi karena cara kerja sel-sel otak kita.
Tipe gelombang otak. Saat ini gelombang otak yang dominan ada 5, yaitu delta, theta, alpha, beta, dan gamma. Masing2 gelombang ini berhubungan dengan fungsi otak yang berbeda. Delta adalah gelombang otak yang dominan pada waktu kita tidur. Theta adalah gelombang yang terjadi ketika kita sedang sadar, tapi kurang bisa bereaksi dengan kondisi sekitar (misal ketika kita mengantuk). Alpha adalah gelombang rileks. Beta dan gamma adalah gelombang berpikir. Masalah akan terjadi ketika gelombang2 ini saling bertabrakan. Misalnya saja, karena theta adalah gelombang yang menunjukan sel2 otak yang sedang tidak aktif, maka kalau otak kita menghasilkan theta di dalam kelas atau ketika kita sedang mendengarkan presentasi, membaca, belajar, dll, maka kita akan kurang bisa memahami apa yang sedang dipelajari. Kita perlu otak yang menghasilkan beta pada waktu itu. Sebaliknya, ketika semua orang sedang tidur, dan otak kita banyak menghasilkan beta, maka hanya kita sendiri yang terbangun (mecicil, demikian kata orang jawa). Intinya, gelombang otak kita harus seimbang. Dalam kasus anak-anak yang special needs, saya banyak menjumpai bahwa gelombang theta mereka berlebihan. Oleh karena itu, wajar bila mereka menunjukkan perilaku yang berbeda di dalam kelas bila dibandingkan dengan teman yang lain.
Connectivity. Selain dari masalah gelombang otak tersebut, ada hal lain tentang otak yang meyebabkan perilaku yag berbeda. Jadi begini, permasalahan otak (daam hal ini) secara garis besar bisa dibagi menjadi 2 bagian, yaitu masalah power dan connectivity. Power adalah apa yang sudah disebutkan sebelumnya. Dan power ini berhubungan dengan sel-sel otak itu sendiri. Sedangkan masalah connectivity adalah masalah komunikasi di antara sel-sel otak tersebut. Otak kita dibagi menjadi beberapa bagian yang disebut lobe. Frontal lobes, bagian terbesar dari otak, ada didepan. Parietal lobes, berbatasan dengan frontal lobes, terletak di bagian atas sampai belakang atas. Occipital lobes, berbatasan dengan parietal lobes, terletak di bagian belakang bawah (di atas leher). Temporal lobes, berbatasan dengan frontal, parietal, dan occipital, terletak di bagian samping (di daerah telinga). Masing-masing lobe ini akan dibagi-bagi lagi menjadi beberapa sub bagian. Nah, masalah connectivity ini menyangkut komunikasi di antara sub bagian tersebut, entah dari lobes yang sama ataupun berbeda. Secara gampang, bayangkan bila kita menggunakan telepon. Kalau kita sangat sering telepon dengan si A, maka komunikasi kita dengan si B dan si C akan sangat jarang. Demikian juga dengan otak kita. Kalau terjadi komunikasi yang sangat tinggi di antara sub bagian tertentu, maka sub bagian tersebut akan sedikit melakukan komunikasi dengan sub bagian yang lain. Ini juga akan menyebabkan masalah.
Jadi kesimpulannya, baik mengenai power ataupun connectivity, semua harus seimbang. Kalau terjadi ketidak seimbangan, maka masalah akan muncul. Demikian sedikit yang bisa saya sampaikan untuk saat ini. Comments?