Mazmur PlainBread.
Tuhan adalah keset kakiku, takkan kekurangan aku.
Ia adalah jongosku, membaringkan aku di padang golf yang berumput hijau.
Ia adalah supirku, membawaku ke kolam renang yang tenang;
Ia juga membasuh diriku, menyegarkan badan dan jiwaku,
menuntun aku ke kamar mandi dan sauna oleh karena aku membayarNya.
Sekalipun aku berada di Ngarai Sihanouk, atau Kelok Sembilan,
aku tidak akan takut bahaya karena mobilku mercy new eyes, diberikan ayahku.
Tuhan adalah tukang masakku, yang menyediakan hidangan bagiku, di hadapan tetangga dan teman-temanku yang kelaparan;
Engkau mengurapi kepalaku dengan hair gel dari toko ternama, dan badanku dengan baby oil termahal,
Gelasku terisi susu murni dari Lembang atau Swiss di setiap saat, piringku selalu tersedia ayam goreng Mbok Berek (dan itu tidak termasuk doughnuts Krispy Kreme),
Pesta Pora dan Kemewahan akan mengikuti aku, seumur hidupku, dan aku akan diam di rumah orang tuaku di bilangan Kuningan sepanjang masa.
Mazmur PlainBread, pasal 23