Tentang Dosa
Tahukah kita ada berbagai macam istilah tentang dosa di Alkitab. Dalam bahasa Ibrani disebutkan dosa sebagai Pessya ( pemberontakan ), Khatta't ( pelanggaran ) dan Awon ( perbuatan yang tidak senonoh ). Sedangkan dalam bahasa Yunani dosa disebut sebagai Hamarthia.
Dari awalnya dan sepanjang perkembangannya dosa ialah setiap pertentangan yang ditujukan kepada Allah dan dari patokan inilah dapat diterangkan keanekaan bentuk dan kegiatan dosa. Artinya ciri utama dosa dalam segala segi merupakan bentuk pelanggaran yang tertuju pada Allah. Dosa sudah ada di alam semesta sebelum Adam dan Hawa jatuh dalam dosa. Hal ini terbukti dengan adanya penggoda di dalam Eden yang berwujud ular.
Sekarang dari mana asalnya dosa? Dari keinginan dan hawa nafsu ( KEJ 3 ). Hati Hawa tergoda oleh iblis untuk tidak mematuhi Tuhan , Hawa menyetujui serangan iblis yang bermaksud untuk menghujat kedaulatan Allah. Persetujuan hati dengan iblis sudah terletak dalam tahapan mendahului tindakannya. Jadi dosa bukan ditandai oleh tindakan tapi juga sudah bisa timbul dari dalam hati dan pikiran (Mat 7 : 21-23 ). Setiap keinginan melakukan tindak kejahatan adalah lebih buruk daripada kejahatan itu sendiri, perbuatan dosa adalah pertanda dari hati yang berdosa. ( Mrk 7 : 20-23. Ams 4 : 23, 23:7 ). Jadi dapat dikatakan juga asal dosa adalah keinginan daging, keinginan duniawi dan pencobaan iblis.
Dosa tidak bisa ditebus dengan "perbuatan baik" (amal). Manusia ditebus dari dosa hanya oleh ALLAH sendiri, tebusan yang dibayar dengan mengaruniakan Anak-Nya Yang Tunggal Tuhan Yesus Kristus yang mati disalibkan.
Terkadang kita berpikir seorang bayi yang baru lahir pasti bersih dari dosa, ternyata salah, seorang bayi ternyata telah memiliki dosa asal yang diwariskan dari pelanggaran manusia pertama ( MZM 51:7 ), tidak ada seorang pun yang bisa membersihkan dosa dalam dirinya ( Ayub 14:4 ) kecuali hanya karena Kemurahan Allah di dalam hidupnya ( Yoh 3 : 16 ).
Ada yang aneh belakangan ini, dosa dalam dunia modern dianggap sebagai kesalahan yang dapat diperbaiki dan dapat dimaklumi keadaannya bahkan ditolerir dengan alasan-alasan yang terkadang terlihat masuk akal walaupun sebenarnya tidak. Dosa seharusnya dipandang sebagai suatu kuasa yang dapat menghancurkan manusia baik di bumi maupun di kehidupan yang berikutnya. Di dunia modern ada anggapan manusia dapat berbuat baik tanpa Allah, kebaikan diartikan sebagai tingkat inteligensia sedangkan dosa hanya dipandang sebagai kebodohan. Pengertian dosa semakin kabur , apabila kita tidak meyakini bahwa dosa dapat diartikan sebagai pemberontakan, ketidakpercayaan dan permusuhan terhadap ALLAH.
Ketika kita merasa bersalah atas dosa yang kita lakukan seharusnya kita merasa bahagia karena disamping iblis yang terus-menerus merongrong kita dengan rasa bersalah... ternyata di sana ada juga Roh Kudus yang mengingatkan kita untuk kembali kepada pangkuan ALLAH BAPA dan mengajak hati kita untuk menyesali dan bertobat.
Jika kita ingin kelepasan dari dosa, kita harus menjawab pertanyaan, Berapa besar keinginan saya untuk menanggapi Firman Allah? Jikalau kita ingin menanggapinya itulah yang terjadi. Kita bebas untuk memilih, tetapi kita tidak bebas untuk lari dari akibat-akibat pilihan kita. Orang yang berada di tingkat atas gedung bebas untuk memilih lompat dari atas gedung, tapi ia harus tunduk pada hukum konsekuensi yang akan menghancurkan tubuhnya di aspal yang di bawah gedung itu.
Kehidupan Kristen merupakan soal membuat pilihan dan keputusan yang benar. Bagaimanapun juga, kita harus ingat bahwa meskipun kita yang memilih, kuasa untuk melakukan pilihan itu datang dari ALLAH. Kita semua terikat kepada dosa, sebab kita semua adalah orang berdosa.
Pertanyaannya bukan, kapan kita berhenti berbuat dosa?
tetapi... apa yang bisa kita pelajari dari kegagalan kita...
ketika kita menyadari kita tidak mampu mengalahkan dosa...
hanya Tuhan yang mampu...
maka kita telah menemukan hakikat kehidupan Kristen...
Kehidupan Kristen tidak sulit...
melainkan tidak mungkin.
Kehidupan itu bersifat adikodrati...
jika saya mencoba,
saya gagal...
tetapi jikalau saya percaya,
ALLAH pasti berhasil.
Yesaya 1:18
Sekalipun dosamu merah seperti kermizi, akan menjadi putih seperti salju;
sekalipun berwarna merah seperti kain kesumba, akan menjadi putih seperti
bulu domba.
dari berbagai sumber:
Rumentta Siregar - HKBP PAMULANG
Pdt. Marisi Simanjuntak
Buku Sekolah Alkitab Akar Iman : Umat pilihan ALLAH, Willie George, Peter- Tanti Djatmiko
Pola Hidup Kristen - Howard Hendricks,Penerbit Kalam Hidup.