Tadi malam saya karaokean sama teman2 gereja, dirumah salah satu pasangan yang anak bungsunya baru saja di baptis percik. Sebenarnya saya sudah pulang kerumah habis KPS (kebaktian pengucapan syukur) dengan makan siang dirumah mereka. Baru saja siap2 mandi sore, rupanya teman 2 masih pengin ketemuan lagi, jadi mereka telpon ajak2 makan malam lagi, sambil menyanyikan lagu2 nostalgia sekuler. Pulang kerumah sudah larut malam.
Sebenarnya saya pasangan yang tertua dari mereka yang muda2, tapi herannya saya gak bisa jadi contoh yang baik untuk mengajak mereka mengisi hidup mereka lebih saleh sedikit, sampai malamnya saya berdoa minta ampun pada Tuhan kenapa saya tidak memuliakan Tuhan secara lebih baik, setiap minggu saya ke gereja jam 6.00 pagi. Jadi bagaimanapun rasa kantuk menyerang saya tetap berusaha bangun jam 5 pagi agar tidak sampai telat ibadah.
Senang sekali di blog ini ketemu orang pintar dan bijak yang suka memberi masukan. Setiap hari saya pelayanan, ngajar agama. Senang juga lho masih diberi kesempatan untuk menyampaikan kebaikan Tuhan pada murid2 ku. Mudah sekali menyampaikan kebaikan, dan kebesaran Tuhan didepan murid2, karena mereka seolah-olah mendengar dan perhatian, mungkin karena faktor nilai juga mempengaruhi. Apalagi memberi nasehat kalo mereka menyimpang, biasanya mereka menuruti.
Tapi kenapa ya kalo didalam keluarga terlebih lagi diantara teman2 seiman aku seperti kelu, tidak mampu menegor. Apakah ada yang bisa memberi jawaban?