Submitted by king heart on

Tanpa terasa lebih dari lima tahun saya menjadi anggota Sabda Space. Sabda Space yang beberapa tahun lalu riuh rendah diwarnai seruan, guyonan, olokan , omelan, makian bahkan sumpah serapah kini jauh lebih tenang dan nyaris sunyi. Para penghuni Pasar Klewer nama beken Sabda Space mempunyai latar belakang mulai penulis, ibu rumah tangga, analis, marketing MLM, pendeta, majelis, sampai "pencoleng", "tukang tipu","pencuri" dan "tukang jiplak" dan lain sebagainya. Sayangnya mereka kini banyak yang pindah "jualan" ke pasar modern lainnya.

Sulit sekali untuk menilai mana yang lebih baik. Namun setidaknya ada sedikit kerinduan mengenang masa masa itu. Sulit juga menilai siapa yang benar dan salah sehingga membuat Sabda Space ini berubah seperti sekarang. Banyak peraturan baru ditegakkan admin, yang saya yakin untuk kebaikan dan kelangsungan Sabda Space. Namun sungguh saya kangen akan kondisi masa dulu, yang barangkali bagi sebagian orang tidak bersih dan sedikit becek.

Saya menyayangkan para pengritik ( baca : pemrotes ) yang notabene pendatang baru akan keadaan Pasar Klewer yang dulu itu digambarkan sebagai tempat yang tidak mencerminkan Kekristenan yang bersih, santun dan mendidik. Namun kini satu pun dari mereka tidak ada yang tinggal untuk menulis dan menunjukkan keadaan Pasar Klewer yang ideal itu seperti apa. Semua hilang bak ditelan Tsunami.

Berlalunya waktu saya berharap peristiwa peristiwa ini sama sama mendidik dan mendewasakan kita semua. Rasa cinta yang besar akan situs ini, saya yakin masih ada di hati para penghuni Sabda Space. Terbukti di banyak dan lain tempat beberapa orang masih mencantumkan dan mempergunakan nama Sabda Space diberbagai tempat komunitas mereka sekarang ini. Pertemanan pun masih terjalin erat dan tak berkurang di antara mereka.

Revolusi di bidang teknologi khususnya informatika yang sangat cepat barangkali ikut mempengaruhi mengapa Sabda Space menjadi berubah tidak sehingar bingar dahulu. Barangkali orang lebih suka menuangkan opini mereka dengan singkat dan padat dan respon yang diterima juga jauh lebih cepat. Mungkin dirasa Sabda Space ini menjadi agak ketinggalan jaman dan "ribet" dalam menulis.

Namun bukankah iman tanpa perbuatan adalah mati, rindu tanpa mengekspresikan adalah sia sia. Itu sebab saya coba memulai menulis, barangkali yang lain pun bisa mulai menulis lagi. Karena saya percaya sekalipun tidak menulis lagi, mereka masih mengamati dan memperhatikan perkembangan Sabda Space ini dengan setia.

 

Selamat Paskah