SEKAPUR SIRIH
Tulisan ini terinspirasi dari tulisannya Sdr JF (Jesusfreaks), yang tersaji dalam bentuk sajak, berjudul : Izebel, ihhh sebelll ! DISINI
Pada awalnya, Tulisan ini saya siapkan sebagai komentar terhadap blog tersebut, kemudian perkembangannya, sesudah terbentuk, saya terpikir untuk menjadikannya sebagai blog baru. Dalam hal ini, satu hal yang menjadi pertimbangan pokok saya adalah demi kepentingan pembaca yang lain, dengan harapan kiranya dapat lebih memberkati orang banyak.
NABOT MEMPERTAHANKAN KEBUN ANGGURNYA SAMPAI IA MATI.
Singkat cerita, sebagaimana telah diceritakan oleh JF pada blognya tersebut diatas, dalam bentuk sajak (puisi) :
Nabot mempunyai sebidang kebun anggur di dekat istana Raja Ahab.
Karena letaknya dekat istana itu, raja Ahab naksir bangat ingin mengambil kebun anggur tersebut untuk dijadikan menjadi kebun sayur.
Nabot menolak dengan TEGAS dan KERAS, walau dengan tukar guling sekalipun maupun bayaran mahal, karena kebun itu adalah milik pusaka, dimana menurut Bilangan 27 : 7 – 11, milik pusaka tidak boleh dipindahtangankan.
Menerima penolakan yang tegas ini, Raja Ahab rada-rada stres.
Izebel (si istri /si wanita), yang hiperaktif dan yang mencampuri “politik”) melihat suaminya yang sedang stres, langsung bertindak dan mengambil tindakan dengan Gelap mata (tanpa mempertimbangkan sesuatu apapun, Izebel memastikan akan memberikan Kebun anggur itu kepada Ahab, tanpa memberitahukan bagaimana caranya.
Cara yang akan dilakukan oleh Izebel adalah dengan FITNAH, yaitu :
1 Raja-Raja 21:10b : ...... dengan mengatakan: Engkau telah mengutuk Allah dan raja. Sesudah itu bawalah dia ke luar dan lemparilah dia dengan batu sampai mati."
Singkat cerita, jadilah demikian, Nabotpun mati dilempari dengan batu.
Aktor utama pembunuhan ini adalah si wanita / si istri yang hiperaktif ini, yang mencampuri politik ini, yaitu IZEBEL. Kejahatan yang dilakukan oleh Izebel, ternyata bukan yang pertama lagi, dia sudah pernah melenyapkan nabi-nabi (1 Raja-Raja 18 : 4),
Tuhan berjanji akan membalaskan kepada Izebel, dengan cara yang sama dan di tempat yang sama, dimana Tuhan merealisasikan kematian Izebel pada 2 Raja-Raja 9 : 30 -37
Setelah Tuhan bertindak, ternyata Raja Ahab masih sempat menyesal, mengoyakkan pakaiannya , menunjukkan bahwa yang jahat itu sebenarnya adalah Izebel, sedangkan Ahab hanya kena pengaruh atau dibawah pimpimnan si Wanita Izebel yang hiperaktif ini.
APA ITU ANGGUR DAN APA ITU SAYUR.
Di luar taman Eden,Tuhan menetapkan makanan manusia adalah Sayur-sayuran (daun-daunan). Hal ini ditetapkan oleh Tuhan karena kutukan yang diakibatkan oleh dosa. Pemakan Sayur-sayuran ini hidupnya PENUH KEGELISAHAN Kejadian 3 : 17 - 19
Kejadian 3 : 18 (terjemahan Baru) : semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu;
Kejadian 3 : 18 (terjemahan lama) : Maka bumi itu akan menumbuhkan bagimu duri dan onak, dan sayur-sayuran di ladang akan menjadi makananmu.
Ketika manusia masih di Taman eden, daun-daunan ini adalah makanan binatang
Kejadian 1:30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian.
Makanan manusia ketika masih berada di Taman Eden adalah buah-buahan dan tanaman berbiji :
Kejadian 1:29 Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
BAGAIMANA KISAH INI DITERAPKAN DALAM KEHIDUPAN KEKRISTENAN KITA?
Ketika Ahab berusaha mengambil alih kebun anggur Nabot untuk dijadikan kebun sayur, Nabot mati dibunuh dalam mempertahankannya.
Nabot berkeras mempertahankan kebun anggurnya, karena tidak mau kehilangan anggur sukacita, sukacita karena Tuhan (di Taman Eden), bukan sukacita karena kemegahan dunia (diluar Taman Eden).
Mengenai anggur, Anggur adalah sukacita (gairah) yang berasal dari Tuhanmelalui Roh Kudus, misalnya, kita berani berjuang (bergairah) melayani Tuhan, “murni” karena adanya dorongan Roh Kudus (sukacita dari Tuhan), bukan dorongan dari faktor yang lain seperti : popularitas, uang, (untuk seorang perjaka) ada yang ditaksir di gereja itu, dan lain-lain . Mengenai hal ini sudah ditulis oleh Hizkia DISINI.
Sikap Nabot tegas, dia tidak mau melepaskan kebun anggur yang merupakan warisan/milik pusakanya, walaupun ada penawaran, yang menurut dunia, itu sangat indah.
1 Raja-Raja 21:2 Berkatalah Ahab kepada Nabot: "Berikanlah kepadaku kebun anggurmu itu, supaya kujadikan kebun sayur, sebab letaknya dekat rumahku. Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur yang lebih baik dari pada itu sebagai gantinya, atau jikalau engkau lebih suka, aku akan membayar harganya kepadamu dengan uang."
Nabot tidak mau kekayaan, atau apa saja, yang penting dia tetap menyukakan hati Tuhan.
Sikap Nabot ini sesuai dengan Sikap pohon anggur itu sendiri, dimana pohon anggur ini menolak untuk diangkat menjadi pemimpin atas pohon-pohon.
Hakim-hakim 9 : 12 – 13
12 Lalu kata pohon-pohon itu kepada pohon anggur: Marilah, jadilah raja atas kami!
13 Tetapi jawab pohon anggur itu kepada mereka: Masakan aku meninggalkan air buah anggurku, yang menyukakan hati Allah dan manusia, dan pergi melayang di atas pohon-pohon?
Nabot sudah menyadari bahwa keindahan dan kemegahan dunia ini tidak akan memberikan kebahagiaan, seperti kedudukan, harta dan apa saya keindahan dunia ini.
Itulah kehidupan di Firdaus, merasa serba dicukupkan oleh Tuhan. Demikianlah yang kita rasakan pada saat kasih mula-mula (waktu baru bertobat), kita tidak memikirkan yang lain harta dunia, selain hanya memikirkan Tuhan.
Kalau kita kembali bahwa hanya di taman Edenlah ada kebahagiaan sejati (Kebun Anggur/Kebun Buah-Buahan), bukan diluar taman Eden (kebun sayur/Kebun daun-daunan).
Pengkotbah 5 : 11 - 16
5:11 Enak tidurnya orang yang bekerja, baik ia makan sedikit maupun banyak; tetapi kekenyangan orang kaya sekali-kali tidak membiarkan dia tidur.
5:12 Ada kemalangan yang menyedihkan kulihat di bawah matahari: kekayaan yang disimpan oleh pemiliknya menjadi kecelakaannya sendiri.
5:13 Dan kekayaan itu binasa oleh kemalangan, sehingga tak ada suatu pun padanya untuk anaknya.
5:14 Sebagaimana ia keluar dari kandungan ibunya, demikian juga ia akan pergi, telanjang seperti ketika ia datang, dan tak diperolehnya dari jerih payahnya suatu pun yang dapat dibawa dalam tangannya.
5:15 Ini pun kemalangan yang menyedihkan. Sebagaimana ia datang, demikian pun ia akan pergi. Dan apakah keuntungan orang tadi yang telah berlelah-lelah menjaring angin?
5:16 Malah sepanjang umurnya ia berada dalam kegelapan dan kesedihan, mengalami banyak kesusahan, penderitaan dan kekesalan.
KEMBALI KE FIRDAUS ?
Kesimpulannya, kita kembali ke Firdaus (ke Taman Eden).
Bagaimana kita kembali ke Taman Eden ?,
kan dijaga ketat oleh malaikat (kerub), pakai pedang, kalau kita mencoba masuk, nanti akan ditebas?
Kejadian 3 :24 Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan.
Jangan kuatir, Yesus sudah mati kena pedang malaikat itu, sehingga pintu Firdaus sudah terbuka bagi kita.
Kita hanya mengaku dosa, sehingga keselamatan yang tersedia dari kematian Yesus, otomatis menjadi milik kita, sekali lagi mengaku dosa.
Sebagai Referensi tambahan :
Mengapa hidup mengeluh?
Akibat kutukan, ternyata secara turun temurun, manusia penuh kegelisahan, bahkan sejak dilahirkan ke dunia ini. Untuk itu perlu lahir kembali sebagaimana sudah saya tuliskan DISINI
Mungkin, pada waktu mula-mula kita bertobat, (Kasih mula-mula), kita masih menggebu-gebu mengikut Yesus (masih suasana Firdaus), tetapi lama-kelamaan, mulailah kita memikirkan dunia ini, mulai mencari makanan Sayur-sayuran, mulai bosan dengan buah-buahan dan biji-bijian.
Kepada jemaat di Efesus diingatkan, agar kembali ke kasih mula-mula, atau dengan kata lain kembalilah ke Firdaus. Kalau diingatkan dengan Firman, maka segera bertobat, maka Firdaus dikembalikan, Maka akan terbebas dari kegelisahan dan kekuatiran (terbebas dari suasana diluar Firdaus). Wahyu 2 : 1 - 7 4 Namun demikian Aku mencela engkau, karena engkau telah meninggalkan kasihmu yang semula.
5 Sebab itu ingatlah betapa dalamnya engkau telah jatuh! Bertobatlah dan lakukanlah lagi apa yang semula engkau lakukan. Jika tidak demikian, Aku akan datang kepadamu dan Aku akan mengambil kaki dianmu dari tempatnya, jikalau engkau tidak bertobat.
6 Tetapi ini yang ada padamu, yaitu engkau membenci segala perbuatanpengikut-pengikut Nikolaus, yang juga Kubenci.
7 Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, dia akan Kuberi makan dari pohon kehidupan yang ada di Taman Firdaus Allah."
KEMBALILAH KE FIRDAUS, NIKMATI SUASANA FIRDAUS, JANGAN BERTAHAN DALAM HIDUP KEKRISTENAN YANG SEMU, HANYA SUASANA FIRDAUSLAH YANG HIDUP
Tuhan Yesus memberkati