Submitted by Sri Libe Suryapusoro on

Penulis Amsal meminta supaya kita mencari  hikmat dan pengertian. Perolehlah hikmat dan pengertian, begitulah kurang lebih yang diungkapkan oleh penulis Amsal di Amsal 4:7. Bagaimana caranya?

 

Beberapa pendeta menyarankan saya untuk membaca Alkitab dan berdoa selalu supaya mendapatkan hikmat dan pengetahuan. Saya yakin hal itu tidak salah. Hanya saja yang menjadi masalah, saya tidak tahu seperti apa hikmat dan pengertian itu.

 

Ketika saya merenungkan Amsal 4, saya pun berpikir, seperti apa sih orang yang berhikmat? Menurut saya, sulit buat saya menuju sesuatu yang tidak jelas. Seandainya saya bisa membayangkan orang yang berhikmat seperti apa, pastilah mudah buat saya untuk menjadi orang berhikmat.

 

Dalam buku jurnal saya menuliskan,”yang pertama, aku harus tetapkan hikmat seperti apa yang harus aku peroleh.” Hikmat dalam hal apa? Tentu saja saya mendefinisikan hikmat terlebih dahulu sebagai suatu penerapan pengetahuan yang tepat waktu dan tepat penggunaannya.

Saya pun mulai menuliskan,saya harus menjadi orang yang berhikmat dalam hal membangun orang lain. Mungkin yang saya sebutkan itu bukan hikmat menurut Anda, tetapi biarlah hal itu yang saya cari terlebih dahulu. Sulit buat saya untuk menjadi manusia super, paling tidak saya harus memastikan bahwa besok saya harus lebih berhikmat dibandingkan hari ini. Dari hari ke hari saya harus lebih berhikmat, tidak masalah sedikit lebih berhikmat, tapi harus ada progress.

 

Saya pun kembali menuliskan dalam buku jurnal saya,

Saya harus bertemu dengan orang yang menurut saya lebih berhikmat dengan saya dalam hal mengembangkan orang lain. Saya pun menuliskan nama orang disana. Saya meng-agendakan untuk makan siang atau makan malam bersama mereka.

Belajar dari buku-buku yang ada. Sudah banyak buku yang saya beli dan saya harus membaca ulang beberapa buku.

Terus menggali Firman Tuhan dan Tuhan pasti akan terus mengajarkan.

Melihat masa lalu hidup saya dan belajar darinya.

 

Saya pun mulai membuat rencana detail. Saya menyadari, sebuah keinginan tanpa disertai tindakan akan sia-sia. Dan sebuah tindakan tanpa perencanaan juga akan kurang efetif. Akhirnya saya tentukan hal-hal yang ingin saya lakukan, mulai merencanakannya dan melakukannya.

 

Semoga Anda bisa merasakan hikmat yang bertambah melalui tulisan-tulisan saya. Semoga…