Submitted by desfortin on

Blog ini saya tulis untuk memenuhi janji yang pernah saya komitmen dalam diri saya berkaitan dengan TEOLOGI  (Juga merupakan sebuah jawaban kepada saudara Awam atas pertanyaannya kepada saya di salah satu komentarnya)

Pada Blog ini secara khusus saya akan menulis satu topik, yaitu tentang "PENTINGNYA BELAJAR TEOLOGI" sebagai dasar mengenal diri. Untuk saudara Awam, saya yakin anda seorang yang sudah sarjana walaupun anda menyatakan sebagai orang yang awam. Sedangkan saya, saya bukan siapa-siapa di dalam dunia teologi. Bahkan saya hanyalah seorang mahasiswa biasa (S1) yang sampai saat ini belum lulus kuliah. Jurusan yang saya ambil, bahkan tidak ada sangkut pautnya dengan teologi atau pun hal-hal rohani, saya kuliah di jurusan bahasa (Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris), tetapi saya adalah seorang yang sangat tertarik dan rindu Belajar Teologi dan berprinsip kalau diri belum beres jangan mengajar orang lain terlebih dahulu. Milikilah dulu Pengertian Yang Benar karena kita harus mempertanggungjawabkan semuanya baik di hadapan manusia maupun Tuhan (Allah Tritunggal). Saya tidak suka belajar teologi yang sembarangan. Saya merasa ini sebagai suatu anugerah yang luar biasa bagi saya bisa belajar teologi dan berkenalan dengan teologi REFORMED INJILI. Sebuah pengajaran teologi yang sangat ketat, yang berakar dari seorang reformator penting di jaman reformasi gereja, Yohanes Calvin. Ya, sebuah teologi yang membahas Alkitab dengan begitu tajam, saya menyebutnya sampai seperti menyelidiki ke bagian-bagian paling dalam dari sesuatu sampai ke bagian sum-sum tulang. Namun di sini saya tidak membahas lebih jauh tentang teologi reformed, mungkin di sini sudah banyak yang tahu, termasuk pak Hai-Hai, meskipun beliau mungkin bukan seorang reformis (Calvinis). Tapi dari tulisan-tulisan beliau, saya menangkap satu hal, yaitu Pak Hai Hai mempelajari teologi ini (Isn’t that right, sir? I like the way of your wrting and argument).

PENTINGNYA  BELAJAR TEOLOGI
Kenapa kita harus belajar teologi, seberapa penting teologi itu? Dapatkah seseorang bisa mengenal diri dengan tuntas tanpa belajar teologi? Dapatkah suatu bangsa menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dengan benar dan tuntas tanpa mengerti teologi? Saya berkata, “TIDAK MUNGKIN”. Barang siapa yang ingin mengenal dirinya dengan benar, maka harus mengenal siapa Sang Penciptanya. Mempelajari Sang Pencipta berarti kita mempelajari tentang teologi karena teologi adalah ilmu ketuhanan, pengetahuan tentang Tuhan Sang Pencipta. Teologi itu sangat penting. Melalui teologi kita akan mengenal siapa diri kita di hadapan Sang Pencipta kita. Melalui teologi ada pencerahan konsep yang benar tentang diri. Melalui teologi kita juga belajar kebenaran Sang pencipta. Jadi teologi itu mempunyai dampak yang sangat luas dan penting bagi kehidupan. Karena itu teologi harus dipelajari oleh setiap orang. Pada jaman sebelum reformasi, orang Khatolik melarang jemaat membaca Alkitab kecuali orang-orang tertentu saja karena katanya takut setiap orang punya pengertian yang multi tafsir. Padahal larangan seperti itu bukan membuat dampak yang baik. Bagaimana kita bisa menguji kebenaran kalau itu hanya dikhususkan kepada orang-orang tertentu saja yang boleh baca alkitab alias belajar teologi. Sehingga bangkitlah para reformator seperti Martin Luther, Zwingli dan lain-lain untuk melawan ketetapan gereja Roma Khatolik pada waktu itu. Dampaknya lahirlah gereja protestan sampai sekarang dan kita bisa membaca Alkitab, belajar teologi. Meskipun saya akui ada banyak juga dampak yang negative karena setiap orang bebas berpendapat sampai pendapat yang ngawur alias sembarangan. Tapi fakta ini memang tidak bisa dihindari, dan saya yakin itu memang diijinkan Tuhan bahwa kita bisa berbeda-beda. Sekali lagi teologi harus dipelajari, namun juga disertai dengan pengertian yang benar.
Teologi bukan hanya milik pendeta, pastur, penginjil, gereja atau golongan tertentu saja. Tapi teologi adalah milik kita semua, sehingga kita harus mempelajarinya. Namun yang saya tekankan di sini adalah teologi yang benar, asli dan kita mempelajarinya dengan konsep yang benar sebagaimana yang dituntut oleh Alkitab. Apakah itu? Teologi yang asli dan sejati adalah teologi Alkitab yang diwahyukan oleh Tuhan. Kitab suci orang Kristen adalah sumber wahyu yang sejati.
Secara singkat kata Teologi berasal dari kata bahasaYunani THEOS yang berarti TUHAN dan LOGOS yang berarti PENGETAHUAN atau ILMU. Jadi, teologi adalah ILMU TENTANG KETUHANAN. Dengan teologi berarti kita mempelajari tentang Tuhan. Namun perlu diingat bahwa belajar teologi sebenarnya bukan untuk membuktikan Tuhan itu ada atau tidak ada. Tapi sebagai bukti reaksi kita tentang adanya Tuhan Sang Pencipta kita. Karena Tuhan memang ada dan bereksistensi melampaui mahrifat manusia sehingga kita tidak akan pernah mengenal siapa Dia dengan tuntas 100 %. Masih banyak misteri tentang diri-Nya, karena Ia maha sempurna sedangkan kita adalah makhluk ciptaan-Nya yang terbatas dan tidak maha sempurna. Namun kita bisa belajar dan mengenal siapa Tuhan. Karena Tuhan sudah berkenan mewahyukan diri-Nya kepada kita. Wahyu yang diberikan-Nya itulah yang membuat kita mungkin mengenal dan menghampiri-Nya. Namun semua yang kita lakukan itu bukan untuk membuktikan ALLAH ADA ATAU TIDAK ADA. Sebab untuk membuktikan sesuatu alat yang kita pakai untuk membuktikan sesuatu itu haruslah lebih besar dari sesuatu yang kita mau buktikan. Dapatkan kita yang terbatas dan kecil ini mau mengukur dan membuktikan Tuhan yang tak terbatas, kekal dan Maha Besar serta Maha Sempurna? Impossible kan.
Bagi orang percaya (baca: Kristen) teologi adalah belajar Firman Tuhan. Kata logos dalam Gerika (Bahasa Yunani) memiliki dampak yang luar biasa dalam dunia akademik. Sehingga muncullah ilmu ppengetahuan seperti Psikologi, Biologi, Antropologi, Patologi, Fisiologi, Ekologi dan lain sebagainya semua yang berakhiran logi, logi. Namun makna kata LOGOS dalam Alkitab berbeda konotasinya dengan kata logos secara umum seperti dalam bahasa Yunani. Dalam Injil Yohanes pasal 1:1 (Pada mulanya adalah Firman. Firman itu bersama-sama dengan Allah. Dan Firman itu adalah Allah). Kata Firman pada ayat itu, memakai kata LOGOS dalam bahasa Yunaninya. Dan kata itu pada ayat yang bersangkutan mengacu kepada oknum kedua Allah Tritunggal, yaitu Yesus Kristus. Ia adalah Allah yang menjelma menjadi manusia yang pernah hidup di dalam sejarah umat manusia. Jadi, ketika kita belajar teologi Alkitab kita sedang mempelajari tentang siapa Tuhan di dalam Yesus Kristus. Firman yang menjadi daging (The Word which became flesh). Sekali lagi saya tegaskan teologi merupakan bagian terpenting dalam hidup manusia. Teologi adalah kunci untuk mengenal diri. Socrates seorang filsuf Gerika pernah berkata, “Kenalilah dirimu!” Namun ia tidak pernah bisa memberi jawab dengan cara apa kita bisa mengenal diri. Hanya Alkitab yang memberi jawab dengan tuntas dan akurat serta reliabel tentang bagaimana cara mengenal diri, yaitu kenal Allah (teologi) maka kita bisa mengenal diri kita. Dari Tuhanlah sebagai sumber kita, kita bisa mengenal siapa diri kita. Di hadapan-Nya kita telanjang dan tidak ada satupun yang tersembunyi. Tidak ada satu pribadi pun dalam dunia ini yang mengetahui siapa diri kita yang sebenarnya, yang mengenal kita lebih dari diri kita mengenal diri kita sendiri selain Allah Sang Pencipta kita. Karena itulah saya rindu untuk terus belajar, belajar, dan belajar mengenai teologi kebenaran Alkitab. Namun bukan sembarang teologi yang saya pelajari dan yakini di sini. Tetapi teologi yang benar-benar teologi yang mengupas kebenaran dengan akurat dan mendalam. Dari sekian banyak cara orang berteologi, saya hanya mendapati satu-satunya konsep teologi yang paling benar, paling akurat, paling sahih dan berbobot yaitu TEOLOGI REFORMED. Mungkin ini terlalu ekstrim dan banyak telinga serta hati yang sulit menerimanya karena menganggap saya mengkhultuskannya. Tetapi bagaimana pun juga saya harus mengatakannya. Teologi reformed memang banyak dikritik dan dituduh oleh mereka yang tidak mau dengan sungguh dan rendah hati belajar, yang apripori dan sombong serta gengsi yang tidak berbobot. Teologi reformed memang sedikit orang yang mengertinnya. Namun bagi saya teologi ini sangat agung dan kokoh, yang mempunyai prinsip menempatkan ALLAH di atas segala-galanya, dan menempatkan manusia di bawah Allah (poin ini banyak disalahmengerti oleh sebagian orang, sehingga Tuhan oleh mereka dituduh sebagai tidak adil karena menempatkan manusia di bawah, seperti diinjak dan diperlakukan semaunya. Inilah konsep yang bodoh yang tidak mengerti kedaulatan Allah). Posisinya benar, yaitu Allah berada di atas kita dan kita layak ditempatkan di bawah-Nya. Bukan sebaliknya. Saya sangat kagum dengan teologi ini. Bahkan saya berani mengatakan jika kita ingin menjadi orang Kristen yang sejati maka kita harus mengerti dan menyetujui teologi reformed.
Semangat teologi reformed injili harus ada pada setiap gereja, meskipun labelnya bukan reformed. Reformed berarti kembali, kembali dan setia kepada Alkitab (back to the Bible). Teologi reformed berbeda dengan gereja reformed, meskipun keduanya identik. Teologi dan gerakan reformed harus menjadi semangat kita semua. Tapi satu hal lagi, reformed bukan cuma reformed, selain reformed kita juga harus injili. Injili bukan cuma injili, tapi selain injili kita juga harus reformed. Jadi lengkap dan seimbang apabila kita menjadi seorang Kristen yang mengerti teologi reformed yang injili. Meskipun saya sendiri bukan jemaat gereja reformed (calvinis), namun saya sangat mengakui keunggulan teologi dan gerakan reformed injili dibanding dengan semua teologi yang lain, dan saya merasa haus mau terus mempelajarinya. Konsep reformed memang sangat mempengaruhi saya dalam mempelajari teologi tahun-tahun terakhir ini. Dan saya merasa perlu untuk mendukung gerakan ini. Demikian juga tokoh-tokoh reformed yang saya kagumi dan dukung pelayanannya, khususnya di Indonesia adalah yang dipimpin oleh Hamba-hamba-Nya seperti Pdt. Dr. Stephen Tong, Pdt. Sucipto Subeno, M. Div, Pdt. Andi Halim, Pdt. Rudie Gunawan dan lain-lain termasuk Ir. Herlianto, M. Div, dan Pdt.Budi Azali, M.Div. Dalam menulis blog ini tak ada tendensi yang negatif, saya mohon tidak ada yang menuduh saya menjual dagangan dengan label reformed atau menuduh saya fanatik dengan teologi reformed atau menuduh saya mengkultuskan (mendewakan) hamba-hamba Tuhan dari Gereja Reformed Injili seperti Pdt. Dr. Stephen Tong (GRII) dan Pdt. Budi Asali, M. Div (GKRI) sebab mereka pun akan menolak diperlakukan demikian. What I hope here is this: semoga semua tulisan tentang teologi dapat menjadi berkat bagi semua orang dan membawa kita kembali kepada ajaran asli Alkitab sehingga pada akhirnya nama Tuhan dipermuliakan di atas segala-galanya (Soli DEO Gloria).
Jadi, sekali lagi saya katakan dengan belajar teologi kita belajar akan Firman Tuhan, Firman Sang Kebenaran. Dan kita tahu bahwa Firman Tuhan adalah pelita, penerang, penolong, sauh, pedoman bagi hidup manusia dan pengisi bagi kekosongan jiwa kita. Ya, Yesus Kristuslah penuntun hidup kita sampai selama-lamanya. Ia adalah sumber sejati Firman itu. Melalui Yesus Kristuslah kita mengenalsiapa Allah yang sejati.

Salam by Des14. GBU all

(*LET'S KEEP ON LEARNING AND BE TEACHABLE ABOUT THE TRUTH*)