Di suatu tempat orang Gadara….
Narrator : datanglah dari pekuburan dua orang yang kerasukan setan menemui Yesus. Mereka sangat berbahaya, sehingga tidak seorangpun yang berani melalui jalan itu. Mengapa orang-orang tidak berani melewati jalan itu bukan karena mereka takut terhadap mitos kuburan, jelas ketakutannya bersumber daru dua orang yang kerasukan setan…
Beberapa waktu sebelumnya (percakapan imajinatif):
Setan, (ini setan yang bukan adalah Adam, benar-benar setan, setan asli) berkomunikasi dengan dua orang yang ingin dirasukinya
Setan : hai kamu manusia, berikan dirimu untuk saya rasuki, saya ingin merasuki diri kalian
Orang pertama : untuk apa kamu merasuki diri kami berdua?
Orang kedua : ada untungnya buat kami jika kami rasuki?
Setan : lihatlah kehidupan kalian seperti orang-orang yang tak terlihat, orang-orang yang tidak dianggap dan orang yang memang tidak diperdulikan orang lain, kalian sama sekali invisible for everyone
Orang pertama dan orang kedua, terkejut, karena kok setan bisa tahu kondisi tersebut, sedang bertemu setanpun baru kali bagi mereka…
Setan (melihat peluang) : kalau saya merasuki kalian, kalian akan menjadi orang yang ditakuti, tidak ada lagi orang yang berani dengan kalian, bahkan untuk menatap dengan rendah kepada kalian mereka tidak berani
Orang pertama nampak ragu, sedang orang kedua karena merasa terlalu lama ia menunggu menjadi orang yang ditakuti banyak orang, langsung berjabat tanggan dengan setan, kemudian membujuk orang pertama, singkat ceritanya akhirnya orang pertama dan orang kedua itu pun mengijinkan setan untuk merasuki tubuh mereka, karena menurut sebagaian orang setan itu tidak punya kuasa sama sekali, mungkin hanya mitos pelengkap penderita belaka.
Kembali kewaktu kedua orang itu “bermain sulap” dengan dirinya masing-masing “pura-pura” menjadi gila dan berbahaya bagi orang lain, trik-trik sulap yang mereka lakukan cukup hebat sehingga “menipu” semua orang, sehingga menganggap mereka “kerasukan setan” padahal mereka cuma “ main sulap”, dengan mengotor-ngotori diri mereka, dan membuat kesan yang bisa ditangkap bahwa mereka “benar-benar” kerasukan setan…
Pada suatu siang…datanglah Yesus ke tempat itu dengan sengaja
Orang-orang kerasukan setan itu pada Yesus : "Apa urusan-Mu dengan kami, hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?"
Akting mereka cukup bagus, sehingga terkesan bahwa mereka “benar-benar” kerasukan setan, Tidak jauh dari mereka itu sejumlah besar babi sedang mencari makan.
Lalu kata orang-orang kerasukan setan itu pada Yesus : Jika Engkau mengusir kami, suruhlah kami pindah ke dalam kawanan babi itu." (mungkin karena takut ketahuan mereka hanya “main sulap”)
Yesus berkata kepada mereka ; "Pergilah!"
Lalu keluarlah mereka dan masuk ke dalam babi-babi itu. Maka terjunlah seluruh kawanan babi itu dari tepi jurang ke dalam danau dan mati di dalam air.
Sampai dengan berita ini diturunkan, tidak diketahui pasti apakah sulap atau mungkin ada penyakit babi gila, yang menyebabkan babi-babi tersebut terjun ke dalam danau, padahal babi tidak pandai berenang, para ahli biologi masih belum bisa memastikan kenapa babi-babi tersebut melakukan bunuh diri masal, namun kuat dugaan hal tersebut tidak ada kaitanya dengan hal-hal mistis, karena tentu hal mistis itu tidak ada sama sekali
Kemudian seorang wartawan mendekati Yesus dan minta wawancara,, Yesupun menyanggupinya.
Wartawan : Yesus, apakah yang terjadi kepada dua orang tersebut? Benarkah mereka kerasukan setan? Atau hanya “bermain sulap” saja?
Yesus (berpikir dalam hati, kalau dikatakan kerasukan setan, kan setan tidak punya kuasa sama sekali, bagaimana bisa merasuki manusia? Kalau dibilang sulap, kenapa juga saya bilang ; "Pergilah!" bukan “sadarlah, jangan pura-pura lagi, tipuan sulap kalian sudah terbongkar”): untuk kondisi saat ini nanti saya akan adakan jumpa pers, nanti ya…nanti ya
Kemudian Yesus pergi meninggalkan wartawan tersebut…..
Dan setanpun semakin senang karena setan menjadi “invisible” buat manusia
Apakah demikian yang terjadi sebenarnya? Tentu tidak
Tertulis jelas di Alkitab kedua orang tersebut dirasuki setan, entah bagaimana prosesnya, yang diketahui pasti adalah mereka tidak sedang pura-pura gila untuk menarik perhatian orang lain, mereka kerasukan setan dan menjadi berbahaya buat orang lain.
Mencoba untuk merasionalisasikan setan dan keberadaan serta apa yang bisa diperbuat, adalah suatu kesia-siaan, karena memang rasio manusia tidak bisa menjelaskan secara terang dan tegas mengenai keberadaan setan.
Atau mungkin ada yang bisa menjelaskan secara rasional dan ilmiah mengenai kerasukan setan yang terjadi kepada kedua orang tersebut?