Submitted by nisa on

semalem istri gue tiba2 minta didoain. gue menatap dia sambil nyengir, "udah segitu desperate nya lo yah? lo kan Budha, emang lo percaya ama Tuhan gue?". dia jawab, "yah siapa tau berhasil lah..."; dia udah bener2 putus asa.

udah gitu dia nongkrongin gue. matanya kelihatan bingung sambil terus ngeliatin gue. gue tanya, "lo ngapain sih?". dia jawab, "ini nungguin elo berdoa, koq ga mulai2 sih?". gue asli ngakak.

singkat cerita, bini gue lagi ada masalah di kantornya. seseorang yang mungkin iri ke dia menjelek2an bini gue ke boss nya. si boss di-sms pake nomor antah berantah yang kayaknya cuma buat sekali pake. isinya yah begitulah, segala kejelekan bini gue... sialnya, entah gimana si pengadu ini bener2 tau hal2 detail yang seharusnya adalah rahasia perusahaan. walhasil bini gue deg2an setengah mati... dia takut dipecat dari pekerjaan dia (yang udah di posisi enak).

hari pertama boss nya nanya2, bini gue langsung berkonsultasi ama paranormal favorit dia. sang paranormal langsung beraksi, syaratnya cuma satu, bini gue ga boleh tidur sampe minimal jam 12 malem. kata sang paranormal dia baru bisa "beraksi" ketika mulai tengah malam dan bini gue harus terjaga agar kekuatan nya maksimum. hahaha, ada2 aja, gue sampe "terpaksa" nemenin dia; ngajak ngobrol, bikinin kopi, dll dsb, sekedar agar dia ga ketiduran.

hari kedua nothing happen alias ga ada apa2. bukannya jadi tenang, bini gue malah mengira2 skenario apa yang akan dilakukan si boss ke dia. "jangan2 si boss diem2 lagi cari pengganti gue nih... abis dapet gue ditendang deh... hiks hiks hiks", keluh dia.

nah hari ketiga, akhirnya dia minta gue berdoa.

sebelum berdoa, somehow gue geli dan pengen gangguin dia dikit. gue bilang gini, "emang lo pikir gue belom berdoa soal kondisi lo ini?". dia kelihatan bingung lalu gue timpalin lagi, "Tuhan yang gue percayai, ga terlalu peduli ama kondisi beginian. Dia ga peduli lo kaya atau miskin, Dia lebih peduli ama hal2 lain... lebih lagi, Dia itu Tuhan, punya kepribadian, Dia bukan kayak mesin penjawab telpon yang lo minta apa terus Dia somehow harus langsung jawab... intinya Dia ga kayak paranormal elo lah, lo minta ini itu terus dia semedi terus langsung ada jawaban lo harus gimana... Tuhan gue itu semau Dia... lo ngomong apa yang diperlukan, terus sukur2 Dia jawab".

"terus? .... kalo Dia ga jawab, gimana dong?", tanya bini gue. gue bilang gini, "yah mau gimana dong? ya ga bisa diapa2in lah, Dia itu Tuhan gitu lho... lo ama gue itu manusia... Dia pencipta, kita ciptaan... gimana dong? Dia itu lebih tinggi dari kita, lebih tinggi dari boss lo... kalo Dia ga jawab, masak iya lo mau protes? siapa elo siapa gue?". bini gue makin bingung dan gue bener2 geli.

terus dia keluar kamar and here we go.

gue mulai berdoa ala gue. gue percaya Tuhan tau kondisi dia, gue bahkan percaya Tuhan mendengarkan olok2 gue ke bini gue barusan. so gue berdoa, "enaknya gimana yah Tuhan? apa bini gue harus mulai sending2 CV lagi? sekedar persiapan andai dipecat?".

dan muncul lah suatu "suara". gue kasih tanda kutip karena susah mendeskripsikan bentuk "suara" ini. bukan seperti suara yang kedengeran di telinga, tapi lebih kayak bisikan di hati dan kepala.

ya... gue dan si "suara" ini sudah bergaul lumayan lama. beberapa orang bilang bahwa bisa jadi si "suara" ini cuma khayalan gue... sebentuk schizophrenia. beberapa lagi mewanti2 gue agar bener2 "menguji" apapun yang dikatakan "suara" ini. dll dsb dst.

tapi gimana yah... pengalaman membuktikan si "suara" ini emang otreh beibeh. "suara" ini menemani gue di saat tergelap dalam hidup gue. "suara" ini memberitahu hal yang akan terjadi di masa depan dan hal itu, walau sangat menyakitkan, memang terjadi persis seperti yang dideskripsikan "suara" itu. si "suara" ini juga mengajarkan banyak hal ke gue, tanpa sekalipun memaksa gue untuk melakukan apapun yang gue ga suka.

tiap kali gue melanggar dan jatuh bangun ketika mengikuti petunjuk si "suara" ini, Dia terlihat ga suka tapi Dia tidak pergi meninggalkan gue. Dia banyak diem, tapi somehow feeling gue berkata bahwa Dia selalu ada di sebelah gue.

lalu atas kondisi bini gue, Dia cuma bilang bahwa "it's gonna be OK".

gue tanya lebih spesifik, "OK gimana? apa dia akan dipecat tapi dia tetep OK? atau OK artinya dia ga dipecat dan semua ini hanya sebentuk kekuatiran yang bisa segera dilupakan?".

feeling gue, Dia tersenyum. lalu "suara" ini berbisik lagi, "it's gonna be OK".

pengalaman gue mengajarkan bahwa kalo si "suara" bilang cuma begitu, maka begitulah keadaan nya... jangan ditambah2in apa2.

dulu ketika si "suara" baru beraksi, gue suka nambah2in instruksi nya. misalnya pas Dia bilang, "ikut Gue", somehow gue mengartikan bahwa artinya adalah masuk ke sekolah theologia dan jadi pendeta / pastor / pengajar / aktivis gereja. lalu ketika semua mentok dan gue mulai ngegerundel nyalahin Dia, somehow gue feeling bahwa Dia nyengir dan mengingatkan gue bahwa "suara" itu cuma bilang 2 kata; ga ada tambahan apa2 kayak sekolah theologi dan pendeta segala macem.

lain kali lagi Dia pernah berkata spesifik sekali, "si A akan mati besok, jam 9 pagi, and nothing you can do about it". waktu itu gue merasa aneh... "suara" nya sama tapi beritanya koq serem amat. "masak iya Tuhan penuh kasih ngomongnya sadis begini, pasti ini iblis yang nyaru atau gue salah denger", pikir gue waktu itu. tapi perkataan nya memang terjadi, persis seperti itu sampe ke masalah jam nya.

dan masih banyak lagi yang akhirnya mengajarkan gue untuk menerima apa adanya. kalo ga ngerti yah tanya. kalo udah tanya tapi Dianya diem aja, ya udah, lakukan aja apapun yang gue bisa lakukan. kalo ga suka, yah jangan lakukan... karena toh nantinya somehow gue akan belajar untuk menyukainya, entah gimana, dan setelah suka tentu gue lakukan dengan sukarela. yang penting satu... jangan ditambah2in dengan segala pengertian sendiri.

balik ke bini, dia masuk kamar. terus mulai menatap gue lagi. gue pura2 ga tau padahal gue bener2 geli banget. terus dia tanya, "jadi kapan lo mau berdoa? gue harus gimana biar lo mau berdoa?".

gue jawab gini, "katakanlah gue udah berdoa, lalu katakanlah Dia menjawab bahwa lo ga perlu kuatir... apakah lo akan merasa tenang?".

"enggak juga sih", jawab bini gue. "kalo gitu, kenapa sih lo minta gue berdoa?", tanya gue. "ga tau yah... gue bingung", kata dia.

akhirnya gue ga tahan untuk ga menyampaikan hasil doa barusan. gue bilang persis kata per kata, "it's gonna be OK".

dan bener seperti kata bini gue tadi, dia tetep ga tenang dengan jawaban ini. "gitu doang?", kata dia. "lo berdoanya kapan sih? ngasal kali yah?", dan masih banyak bla-bla-bla lainnya yang persis sama seperti yang tadi gue tanya ke "suara" itu. "OK gimana? gue ga dipecat maka OK, atau gue dipecat tapi dapet kerja baru yang OK? atau gimana sih?", tanya dia frustasi.

emang susah yah untuk menerima apa adanya; untuk tidak nambah2in. tapi... yah... kalo emang begitu, yah begitulah adanya. ditambahin kek, dikurangin kek, nantinya akan keliatan koq... yang bener akan terjadi, baik kita suka ataupun ga suka ;)