Submitted by
sincere
on
Ratio, instuisi, instink, akal budi.
Manusia berpikir memakai otak/akal tapi juga memakai hati. Hati terutama dilibatkan didalam mempertimbangkan baik dan buruk, bermoral atau tidak suatu keputusan. Menguntungkan atau tidaknya sebuah keputusan tidak memakai hati, tapi ratio/akal.
Orang berpendidikan tinggi mempunyai ratio yg sdh sangat terasah, sehingga dlm memutuskan sesuatu lbh banyak memakai ratio.
Sebaliknya yg mendalami agama dangkal, keputusan hati lah yg dominan, demikian pula orang yg pendidikan nya minim.
Yg paling ideal, ketika akal/ratio seseorang yg berpendidikan tinggi/sangat tinggi selaras/harmonis, kompak dengan hati nya, dalam memutuskan baik buruk, bermoral atau tidaknya suatu perkara.