Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Natal dalam Semangat Ugahari

victorc's picture
Shalom aleikhem saudara-saudari terkasih dalam Tuhan Yesus,

Beberapa waktu terakhir ini, saya mendengar gereja-gereja menggaungkan kembali semangat ugahari (kebersahajaan).(2)
Tentu ini bukan kata yang asing bagi umat Kristen, namun kalau kita mau jujur, kita kerap lebih suka mengumandangkan lagu natal di tengah perayaan Natal yang meriah, bukan?

Sesungguhnya kisah natal (nativity) yang pertama sangat bernuansa kebersahajaan. Maria melahirkan putranya yang pertama bisa jadi di kandang atau tempat lain yang seperti itu, karena semua penginapan di Betlehem sedang penuh.

Alkitab mencatat:
Yohanes 1:10 (TB)  "Ia telah ada di dalam dunia dan dunia dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya."

Natal pada PD I
"Joyeux Noel" adalah sebuah kisah yang menyentuh, tentang bagaimana dua pasukan yang sedang berjuang untuk saling mengalahkan saat Perang Dunia I, menunda dulu pertempuran pada malam 24 desember. Mereka saling memberi salam dan bertukar hal hal sederhana seperti kue dan bir di malam bersalju yang dingin.(1)
Demikianlah Natal dirayakan secara sangat sederhana, namun justru dengan kehangatan yang mengharukan.

Penutup
Semangat Natal adalah Bapa di surga yang peduli dan ikut merasakan penderitaan manusia, melalui PutraNya yang tunggal (Yohanes 3:16).
Semangat peduli dan belarasa itu juga kerap muncul dalam keseharian kita yang kita sebut dengan "gotongroyong." Bahwa tampaknya gotongroyong itu seolah semakin luntur, tentu menjadi tugas kita untuk menghidupkannya kembali.
Bagi yang berminat membaca gotongroyong dari sudut "dinamika kolektif nonlinier" (5), silakan menyimak buku kami yang baru terbit (3).*
Sebagai penutup, pesan Natal yang sesungguhnya bukanlah tentang kita merayakan berkat Tuhan ini dan itu sepanjang tahun, namun mari kita tanyakan: "sudahkah Firman yang Hidup itu lahir dan berdiam di hatimu?"

Yohanes 1:14 (TB) 
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran.

Selamat merayakan Natal. Kiranya damai sorgawi dapat kita alami pada Natal tahun ini.

Tuhan Yesus mengasihi Anda semua.

Versi 1.0: 12 desember 2019, pk. 13:29
VC

*Catatan:
Menyongsong hari Natal, ijinkan saya berbagi buku kami yang baru. Buku ini adalah kumpulan artikel tentang ekonomi gotong royong, kosmologi dll. (3)
Dipersembahkan pada tgl 17 agustus 2018 untuk seluruh Indonesia. Di bagian awal buku ini ada nubuat yang dikutip dari Yesaya 9:2-3 (TB)  :
(9-1) "Bangsa yang berjalan di dalam kegelapan telah melihat terang yang besar; mereka yang diam di negeri kekelaman, atasnya terang telah bersinar.
(9-2) Engkau telah menimbulkan banyak sorak-sorak, dan sukacita yang besar; mereka telah bersukacita di hadapan-Mu, seperti sukacita di waktu panen, seperti orang bersorak-sorak di waktu membagi-bagi jarahan.
(9-3) Sebab kuk yang menekannya dan gandar yang di atas bahunya serta tongkat si penindas telah Kaupatahkan seperti pada hari kekalahan Midian." (4)
Nubuat ini sedang digenapi untuk negeri ini selagi Anda membaca kalimat ini. Hallelujah!
Semoga berguna dan selamat merayakan Natal.

Bacaan:
(1) Joyeux Noel movie. https://m.imdb.com/title/tt0424205/
(2) spiritualitas ugahari. URL: https://www.suarakristen.com/2019/11/08/sumba-ugahari-dan-kepemimpinan-pgi-2/
(3) V. Christianto & F. Smarandache. The world within us: some new findings in nonlinear collective dynamics, 2018.
URL: https://digitalrepository.unm.edu/math_fsp/99/
(4) https://alkitab.app/v/3c748520fcc0
(5) dinamika kolektif. Lihat misalnya: https://id.encyclopediaz.com/polar-patterns-driven-filaments-661012

    

__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.