Submitted by Vantillian on

Jika kita ditanya, mujizat apakah yang bisa membuktikan bahwa Yesus adalah Mesias? Apa yang menjadi bukti bagi orang Farisi/ahli Taurat supaya mereka bisa mengklaim bahwa Seseorang itu benar-benar Mesias yang dikirim dari Tuhan? Atau, apakah yang mereka cari dalam diri seorang Mesias? Untuk menjawabnya, tentu perlu studi tentang Latar Belakang Perjanjian Lama yang cukup serius. Kita perlu tahu bagaimana konsep Mesias yang sedang ditunggu oleh bangsa Israel? Bangsa Israel telah menunggu kira-kira 400 tahun dari zaman nabi Maleakhi sampai munculnya Firman Tuhan di PB zaman Yohanes Pembaptis. Konsep Mesias yang mereka tunggu selalu diidentikkan dengan seseorang yang bisa melakukan mujizat seperti Musa dan dari keturunan Daud. Keturunan Daud dianggap sebagai masa jaya bangsa Israel pada zaman PL. Ketika Yesus memberi makan 5000 laki-laki dengan 5 roti dan 2 ikan, rakyat Israel selalu membandingkan mujizat Yesus dengan mujizat yang dilakukan Musa.

Yohanes 6:14 Ketika orang-orang itu melihat mujizat yang telah diadakan-Nya, mereka berkata: "Dia ini adalah benar-benar Nabi yang akan datang ke dalam dunia."

Bandingkan dengan

Yohanes 6:31 Nenek moyang kami telah makan manna di padang gurun, seperti ada tertulis: Mereka diberi-Nya makan roti dari sorga."
Yohanes 6:32 Maka kata Yesus kepada mereka: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya bukan Musa yang memberikan kamu roti dari sorga, melainkan Bapa-Ku yang memberikan kamu roti yang benar dari sorga.

Inilah introduksi sebagai gambaran bagaimana Mesias yang ditunggu oleh bangsa Israel. Tetapi jika ditanyakan kepada kita, mujizat mana yang meyakinkan bangsa Israel, khususnya ahli Taurat/Farisi bahwa seseorang itu benar-benar Mesias? Apakah mujizat Yesus memberi makan dengan 5 roti dan 2 ikan? Apakah mujizat membangkitkan orang mati? Apakah mujizat mengubah air menjadi anggur? Apakah mujizat berjalan di atas air? Apakah mujizat mengusir setan? Apakah mujizat menyembuhkan orang lumpuh? Jika kita disuruh memilih, mungkin kita akan memilih mujizat membangkitkan orang mati. Karena tentu saja, mujizat tersebut sangat spektakuler. Ketika Yesus membangkitkan Lazarus dari kematian, kejadian ini ditanggapi dengan serius oleh orang Farisi. Mereka akhirnya sepakat untuk membunuh Yesus. Meskipun demikian, mujizat ini bukan mujizat penentu bagi bangsa Israel untuk tahu dengan pasti seseorang itu adalah Mesias.

Ada satu mujizat yang dicatat dalam Alkitab bahwa sejak dari dulu sampai Yesus datang, tidak pernah dilakukan oleh nabi manapun. Dan mujizat ini mendapat perhatian yang serius dari para ahli Taurat dan orang Farisi. Mujizat apakah itu? Yaitu mujizat mencelikkan mata orang yang buta. Kelihatan seperti mujizat yang biasa, tetapi Alkitab menuliskan bahwa mujizat ini serius ditanggapi oleh bangsa Yahudi, dan pernah dilakukan secara diam-diam oleh Yesus.

Yohanes
9:1 Waktu Yesus sedang lewat, Ia melihat seorang yang buta sejak lahirnya.
9:2 Murid-murid-Nya bertanya kepada-Nya: "Rabi, siapakah yang berbuat dosa, orang ini sendiri atau orang tuanya, sehingga ia dilahirkan buta?"
9:3 Jawab Yesus: "Bukan dia dan bukan juga orang tuanya, tetapi karena pekerjaan-pekerjaan Allah harus dinyatakan di dalam dia.
9:4 Kita harus mengerjakan pekerjaan Dia yang mengutus Aku, selama masih siang; akan datang malam, di mana tidak ada seorang pun yang dapat bekerja.
9:5 Selama Aku di dalam dunia, Akulah terang dunia."

9:6 Setelah Ia mengatakan semuanya itu, Ia meludah ke tanah, dan mengaduk ludah-Nya itu dengan tanah, lalu mengoleskannya pada mata orang buta tadi
9:7 dan berkata kepadanya: "Pergilah, basuhlah dirimu dalam kolam Siloam." Siloam artinya: "Yang diutus." Maka pergilah orang itu, ia membasuh dirinya lalu kembali dengan matanya sudah melek.

Setelah orang buta disembuhkan, dia diinterogasi oleh tetangganya, kemudian membawanya kepada orang Farisi. Tanggapan anak yang telah disembuhkan terhadap Yesus adalah :

Yoh 9:17 Lalu kata mereka pula kepada orang buta itu: "Dan engkau, apakah katamu tentang Dia, karena Ia telah memelekkan matamu?" Jawabnya: "Ia adalah seorang nabi."

Sedangkan orang Farisi mempermasalahkan dua hal yaitu : Yesus melanggar hari Sabat ( karena Yesus menyembuhkan pada hari Sabat) dan yang kedua adalah mujizat yang dilakukanNya.

Yoh 9:16 Maka kata sebagian orang-orang Farisi itu: "Orang ini tidak datang dari Allah, sebab Ia tidak memelihara hari Sabat." Sebagian pula berkata: "Bagaimanakah seorang berdosa dapat membuat mujizat yang demikian?" Maka timbullah pertentangan di antara mereka.

Jika Yesus adalah orang yang melanggar Sabat, dan itu berarti orang berdosa, bagaimana Dia dapat melakukan mujizat ini? Inilah yang didebatkan oleh orang Farisi. Mengapa mujizat ini menimbulkan perdebatan antara orang Farisi sendiri? Sebab mujizat ini adalah mujizat yang TIDAK PERNAH terjadi pada zaman dahulu.

Yoh 9:31 Kita tahu, bahwa Allah tidak mendengarkan orang-orang berdosa, melainkan orang-orang yang saleh dan yang melakukan kehendak-Nya.
Yoh 9:32 Dari dahulu sampai sekarang tidak pernah terdengar, bahwa ada orang yang memelekkan mata orang yang lahir buta.
Yoh 9:33 Jikalau orang itu tidak datang dari Allah, Ia tidak dapat berbuat apa-apa."

Mungkinkah mujizat ini adalah mujizat PENENTU bahwa Yesus adalah Mesias yang ditunggu? Apakah mujizat ini sangat penting bagi pemahaman orang Yahudi terhadap kedatangan Mesias? Silakan para blogger bisa membandingkannya berdasarkan mujizat LAIN yang dilakukan oleh Yesus.
Sebagai bahan perbandingan, kita coba lihat bagaimana reaksi Yesus ketika hendak menyembuhkan seorang yang buta pada Injil Markus 8 :

8:22 Kemudian tibalah Yesus dan murid-murid-Nya di Betsaida. Di situ orang membawa kepada Yesus seorang buta dan mereka memohon kepada-Nya, supaya Ia menjamah dia.
8:23 Yesus memegang tangan orang buta itu dan membawa dia ke luar kampung. Lalu Ia meludahi mata orang itu dan meletakkan tangan-Nya atasnya, dan bertanya: "Sudahkah kaulihat sesuatu?"
8:24 Orang itu memandang ke depan, lalu berkata: "Aku melihat orang, sebab melihat mereka berjalan-jalan, tetapi tampaknya seperti pohon-pohon."
8:25 Yesus meletakkan lagi tangan-Nya pada mata orang itu, maka orang itu sungguh-sungguh melihat dan telah sembuh, sehingga ia dapat melihat segala sesuatu dengan jelas.
8:26 Sesudah itu Yesus menyuruh dia pulang ke rumahnya dan berkata: "Jangan masuk ke kampung!"

Mari kita perhatikan dengan baik, ketika Yesus hendak menyembuhkan orang buta tersebut, Yesus MEMBAWA dia ke luar kampung. Kemudian Yesus menggunakan ludahNya sebagai bahan untuk menyembuhkannya. ( Sama seperti kasus orang buta di Yohanes 9). Perhatikan pesan terakhir Yesus kepada orang tersebut : Jangan masuk ke kampung. Mengapa Yesus melarang orang tersebut masuk ke kampung? Apakah itu ada hubungan dengan paham Mesias yang dianut oleh orang Yahudi?

Bandingkan dengan yang ini :

Matius
9:27 Ketika Yesus meneruskan perjalanan-Nya dari sana, dua orang buta mengikuti-Nya sambil berseru-seru dan berkata: "Kasihanilah kami, hai Anak Daud."
9:28 Setelah Yesus masuk ke dalam sebuah rumah, datanglah kedua orang buta itu kepada-Nya dan Yesus berkata kepada mereka: "Percayakah kamu, bahwa Aku dapat melakukannya?" Mereka menjawab: "Ya Tuhan, kami percaya."
9:29 Lalu Yesus menjamah mata mereka sambil berkata: "Jadilah kepadamu menurut imanmu."
9:30 Maka meleklah mata mereka. Dan Yesus pun dengan tegas berpesan kepada mereka, kata-Nya: "Jagalah supaya jangan seorang pun mengetahui hal ini."
9:31 Tetapi mereka keluar dan memasyhurkan Dia ke seluruh daerah itu.

Apakah mungkin mujizat Yesus menyembuhkan orang buta adalah mujizat yang mengaitkanNya dengan Mesias yang ditunggu bangsa Israel? Pada perikop Markus 8 : 22-26 setelah Yesus menyembuhkan orang buta, peristiwa tersebut dilanjutkan dengan PERTANYAAN Yesus kepada murid-muridNya.

Markus
8:27 Kemudian Yesus beserta murid-murid-Nya berangkat ke kampung-kampung di sekitar Kaisarea Filipi. Di tengah jalan Ia bertanya kepada murid-murid-Nya, kata-Nya: "Kata orang, siapakah Aku ini?"
8:28 Jawab mereka: "Ada yang mengatakan: Yohanes Pembaptis, ada juga yang mengatakan: Elia, ada pula yang mengatakan: seorang dari para nabi."
8:29 Ia bertanya kepada mereka: "Tetapi apa katamu, siapakah Aku ini?" Maka jawab Petrus: "Engkau adalah Mesias!"
8:30 Lalu Yesus melarang mereka dengan keras supaya jangan memberitahukan kepada siapa pun tentang Dia.

Murid-murid Yesus jelas bersama dengan Yesus ketika mujizat kesembuhan orang buta tersebut terjadi. Apakah memang konsep Mesias dikaitkan dengan mujizat pencelikan mata orang buta? Apa hubungannya? Apa hubungan antara “orang buta” dengan “Mesias” yang akan datang? Atau memang tidak ada hubungannya?

Blog ini ditulis setelah mengikuti salah satu seminar di gereja disini, dan biarlah pembahasan blog di atas dapat memicu kita untuk bertanya : Benarkah mujizat kesembuhan orang buta memang sangat KHUSUS?