Submitted by arie_saptaji on

Orang modern terobsesi dengan segala sesuatu yang terukur dan indrawi (tangible). Kita ternganga menyimak daftar orang-orang terkaya, asyik menonton film box office, bergairah mencari buku bestseller, dan takjub menyimak rekor olahraga. Nobel, penghargaan paling bergengsi di dunia, juga cenderung disematkan pada pencapaian-pencapaian terukur, kecuali mungkin untuk Nobel Perdamaian.

 

Tentu ada pula pencapaian yang tak kasat mata, tak terukur, intangible. Integritas. Dedikasi. Disiplin. Kebahagiaan. Toh, sejauh ini tak ada trend untuk membuat daftar “Top 10 Tokoh Paling Disiplin di Dunia”, misalnya. Tak masalah sebenarnya.

 

Masalah baru muncul saat secara tidak sadar kita berasumsi bahwa yang terukur dan indrawi itulah fokus utamanya. Konsekuensinya, kita cenderung mengabaikan perkara-perkara tak kasat mata yang sebenarnya justru berperan sebagai aktor di balik layar setiap pencapaian. Kita jadi lebih menonjolkan prestasi daripada karakter.

 

Sebagai seorang ayah, misalnya, Anda tentu dengan mudah mengacungkan jempol saat anak Anda mencetak nilai 10. Bagaimana seandainya ia sudah belajar dengan tekun, dan juga menolak godaan untuk mencontek, namun ia hanya berhasil meraih nilai 6? Adakah Anda tetap bersemangat untuk mengapresiasi ketekunan dan kejujurannya?

 

Seorang pemenang sejati menyadari bahwa kemajuan dan pencapaian karakter, msekipun tak terukur dan tak dilihat orang banyak, justru lebih berharga daripada trofi kemenangan mana pun yang mungkin diraihnya. ***