Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

embrio

Stephen's picture

Aborsi: tinjauan alkitabiah dan aplikatif

ABORSI: Tinjauan alkitabiah & aplikatif

Pengantar
Ribut soal terbongkarnya praktek aborsi dikalangan pasangan di luar nikah, memantik debat panas: etiskah praktek aborsi itu? Jika etis, dapatkah klinik aborsi beroperasi dengan leluasa? Kalangan agamawan, etikus, para medis, dan para wanita pemilik rahim perlu dipertimbangkan secara cermat pendapatnya. Dengan sengaja saya mengangkat pandangan teologis Norman L. Geisler (2001) tentang Aborsi dan memberikan tanggapan pribadi yang kiranya dapat menjadi masukan bagi siapa saja yang berminat pada soal hidup atau matinya janin yang dikandung seorang wanita. Saya percaya seorang wanita diberi anugerah terbesar oleh Allah sehingga dengan rahimnya, seorang wanita dapat secara pribadi mengalami karya Allah yang ajaib. Kiranya para Kartini modern mengucap syukur atas kodratnya yang mulia saat mengandung, melahirkan dan menyusui.

Tiga sikap dasar
Geisler mengajukan pertanyaan etis: dapatkah dibenarkan untuk mengakhiri kehidupan dalam kandungan melalui aborsi? Pertanyaan sekitar status janin terkait aborsi memunculkan 3 sikap dasar. Pertama, kelompok yang berpendapat bahwa janin adalah bagian dari tubuh manusia sehingga mereka menyetujui aborsi sesuai permintaan. Kedua, kelompok yang berpendapat bahwa janin itu berpotensi menjadi manusia sehingga mereka menyetujui aborsi dalam situasi tertentu. Dan ketiga, kelompok yang berpendapat bahwa janin itu benar-benar manusia sehingga mereka menolak sama sekali aborsi. Ketiga kelompok ini membangun sikap dasarnya dengan argumentasi alkitabiah maupun ilmiah.