Memahami Pengajaran Jesus dari Nazaret, semata berdasar ucapan-Nya
Memahami pengajaran Jesus akan Kerajaan Allah, seseorang harus dicerahkan dari atas, -begoten- oleh Allah, atau sering disebut dengan istilah sebagai 'lahir baru'
" ... if someone not be begotten1 from above2, he is not able to see the kingdom of God." John 3:3
1GENNAO "gen-AH-oh" (??????) is used of `begetting' by the father, and `birthing' by the mother in the Greek literature in general as well as the Septuagint. Thus it refers to the reproductive process as a whole. GENNAO is also used of the special relationship between a Master and his disciples, where no literal begetting or birthing is involved. Since there isn't really an English word that encompasses the whole reproductive cycle, GENNAO is reluctantly translated as 'born' except in those contexts where it would be strange to the English reader to say 'born of a father' or 'begotten by a mother'.
2The word ANOTHEN (??????) has a double meaning, either "again" or "from above"." ... sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dijelmakan kembali dari atas, ia tidak dapat melihat Kerajaan Allah." (Yoh 3:3)
Jesus Ministri
Kegiatan Jesus semasa pelayanannya mencakup tiga kategori: mengajar, mewartakan kabar baik kerajaan Allah dan menyembuhkan penyakit/cacat.
Yesuspun berkeliling di seluruh Galilea; Ia mengajar dalam rumah-rumah ibadat sinagoga dan memberitakan Injil mewartakan kabar baik Kerajaan Allah serta melenyapkan segala penyakit dan kelemahan di antara bangsa itu menyembuhkan orang-orang yang sakit dan cacat. (Mat 4:23)
Sinagoga bagi bangsa Jahudi dimasa Jesus -sebelum kehancuran Bait Allah kedua-, adalah pusat komunitas bukan merupakan tempat ibadah. Umat Jahudi hanya beribadah di Bait Allah yang hanya ada di kota suci Jerusalem. Paska kehancuran Bait Allah kedua oleh Romawi th 70, karena Jahudi kehilangan tempat ibadah, baru kemudian menggunakan Sinagoga sebagai tempat ibadah.
Bangsa Jahudi membutuhkan penyembuh karena dunia kuno yang primitif tingkat higienis rendah dan tingkat kematian tinggi akibat penyakit dan perang. Masa itu dokter supranatural adalah hal yang lazim yang saat ini setara dengan selebriti.
Selain itu karena belasan abad ditindas dan dijajah bangsa asing, mulai Mesir, Babylonia, Persia, Asiria, Mesopotamia, dan terakhir Romawi, Bangsa Yahudi sangat merindukan kedatatangan pembebas (mesias) dari penindasan dan penjajahan bangsa asing. Allah berulang kali menjanjikan kedatangan mesias ini, tertulis dan dinubuatkan dalam kitab suci. Sangat ironis keyakinan akan janji Allah merestorasi Tahta Daud di Jerusalem untuk memimpin seluruh dunia kontradiksi dengan Israel selalu dijajah.
Masa kelahiran Jesus, daerah Galilea masuk wilayah kekuasaan Raja Jahudi - Herodes Agung yang disahkan Senat penjajah Romawi. Semasa kecil Jesus, di Galiela terjadi pemberontakan (Kis 5:37) yang dengan cepat dipadamkan pejabat romawi dari Syria - Quirinius dan kemudian Galilea menjadi propinsi Romawi, dengan ibukota di Sephoris, 5 km dari Desa Nazareth. Galilea berbatasan di-selatan dengan daerah Judea dimana Jerusalem berada, dikelola oleh pejabat Romawi (Pontius Pilatus) yang berkedudukan di Caesarea Maritima.
Masa itu Galilea adalah wilayah yang panas bergejolak untuk lepas dari penjajah Romawi, dan Bangsa Jahudi sangat merindukan mesias yang memimpin perjuangan mewujudkan kerajaan yang dijanjikan Allah. Yosef Arimatea (Luk 23:51) merupakan salah satu contoh tercatat diinjil, pemimpin Jahudi (Sanhedrin) yang merindukan Jesus sebagai mesias.
Tetapi Jesus mengajarkan konsep kerajaan dalam kabar baik yang diwartakanNya berbeda dengan konsep kerajaan yang dirindukan bangsa Jahudi.
Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah ... (Mat 6:33)
Dan untuk itu Jesus mewartakan pertobatan menjelang kedatangan Kerajaan Allah.
... Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga SUDAH DEKAT (Mat 4:17)
Pengajaran gereja tentang saat terwujudnya kerajaan tersebut adalah: Kerajaan Allah belum datang, dan jemaat diminta tawakal menantikannya. Pengajaran atau dogma ini kontradiktif dengan pengajaran Jesus.
Banyak mesias sebelum dan sesudah Jesus: Judas of Galilee (Kis 5:37), Maccabe, Mattatias, Bar Kochba dll, menjanjikan kemerdekaan. Kesemua mesias ini gagal mewujudkan janjinya, kemerdekaan Jahudi dari penjajahan. Bila gereja menyatakan dogma, kerajaan Allah belum datang, sama saja dengan menyatakan Jesus adalah mesias yang gagal memenuhi janji. Jesus setali tiga uang dengan mesias-mesias lainnya.
Pengajaran Jesus adalah 'Hampir Tiba' atau 'sudah dekat waktunya'. kepada publik saat itu, adalah pernyataan janji Jesus bahwa kerajaan Allah akan terwujud, dalam kurun waktu kehidupan pemirsanya.
Dogma gereja bahwa umat kristen setia menantikan perwujudan kerajaan Allah, menjadikan Jesus sebagai mesias palsu, mesias yang gagal menepati janji.
Ajaran Jesus tentang KAPAN Terwujudnya Kerajaan Allah
Segera atau sudah dekat, selain diucapkan Jesus dalam Mat 4:17, Bahkan dalam Mar 9:1 Jesus menyatakan ada pemirsanya yang melihat terwujudnya kerajaan Allah, sebelum mati.
... sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa." (Mar 9:1)
Jesus Mewujudkan Kerajaan Allah
Jesus mengatakan kepada para murid saat perjamuan terakhir, makan malam saat perayaan Passover (Perayaan Musa menerima Sepuluh Perintah Allah), berupa PETUNJUK atau indikator waktu kedatangan kerajaan Allah, Saat makan bersama, Jesus mengajarkan bahkan memperagakan mengangkat cawan dan meminum anggur, kerajaan Allah datang saat Jesus minum (lagi) hasil pokok anggur.
.. mulai dari sekarang ini Aku tidak akan minum lagi hasil pokok anggur sampai Kerajaan Allah telah datang (Luk 22:18)
Pengajaran dan peragaan yang sangat jelas dan mudah dipahami. Mengherankan pengajaran simpel ini gagal dicerna gereja dan banyak orang beriman.
Petunjuk Jesus ini didengar para muridnya tapi memang kurang disimak, kurang dipahami, terbukti dari kekecewaan dan ptus asa mereka saat kematian guru mereka yang dipercaya sebagai mesias. Gereja dan banyak orang beriman pun seolah terganjal pemahamannya seperti diisyaratkan dalam Yoh 3:3, gagal memahami ucapan Jesus ini.
Jesus Stress Ekstrim Menjelang Upaya Mewujudkan Kerajaan Allah
Usai perjamuan, Jesus dan para murid menuju Bukit Zaitun, Jesus berdoa menyiapkan diri menghadapi tugas berat esok hari.
Ya Bapa-Ku, jikalau Engkau mau, ambillah cawan ini dari pada-Ku; tetapi bukanlah kehendak-Ku, melainkan kehendak-Mulah yang terjadi. (Luk 22:42)
Kembali dalam doa ini, Jesus menyatakan cawan untuk minum anggur, sebagai kehendak Bapa. Dalam Mat 26:39-42, doa Jesus agar Cawan berlalu, dilakukan sampai tiga kali, hingga menjelang fajar.
Pergumulan derita batin atau stress Jesus sangat luar biasa, menghadapi beban tentang cawan dan minum anggur, bahkan sampai malaikatpun hadir menunjukkan dukungan moril (Luk 22:43). Fisikk Jesus tak kuat menahan stress ekstrim sehingga mengucurkan keringat darah, simptom yang dikenal dunia modis modern sebagai Hematidrosis.
Ia sangat ketakutan dan makin bersungguh-sungguh berdoa. Peluh-Nya menjadi seperti titik-titik darah yang bertetesan ke tanah. (Luk 22:44)
Kisah stress intens Jesus ini memberikan pemahaman kepada kita bahwa Jesus sangat menyadari beban dahsyat tanggungjawabnya mewujudkan Kerajaan Allah sebagai Kehendak Bapa, saat dirinya harus menerima cawan atau tepatnya minum anggur (kembali).
Dahaga Teramat Sangat
Menjadi perhatian, stress Jesus semalam suntuk, ditangkap dan dibawa ke rumah Kayafas, diadili, diejek, disiksa, diinterogasi, diadili oleh Pontius Pilatus. Dilanjutkan derita jalan salib, dan dicrufixion pada Pk 09.00.
Jesus mengalami haus yang teramat sangat.
Menolak Tawaran Minum Anggur Pertama PK 09.00, karena Saatnya Belum Tiba
Ditengah dahaga teramat sangat, Jesus menolak minum anggur yang disodorkan. Sangat jelas bagi pembaca injil yang menyimak situasi untuk menyimpulkan, bahwa bagi Jesus, Kerajaan Allah belum tiba saatnya.
Lalu mereka memberi Dia minum anggur bercampur empedu. Setelah Ia mengecapnya, Ia tidak mau meminumnya. (Mat 27:34)
Bagi yang masih enggan menerima konsep ini, adalah mengherankan saat teramat dahaga, setelah mengecap dan mengetahui bahwa itu adalah anggur, lalu Jesus menolak minum. Alasan lain apa yang menyebabkan menolak minum saat teramat dahaga? Hanya ada satu alasan logis, Kerajaan Allah belum saatnya tiba.
Jesus (akhirnya) Minum Anggur
Detil menjelang klimaks seperti dicatat Injil Yohanes, Saat Pk 15.00,
.. karena Yesus tahu, bahwa segala sesuatu telah selesai, berkatalah Ia ... Aku haus!" (Yoh 19:28)
Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya. (Yoh 19:30)
Jesus sejak saat perjamuan terakhir sudah menyatakan tak akan minum anggur sampai Kerajaan Allah tiba. Saat minum anggur menjelang ajal, selesailah tugas mahaberatnya melaksanakan kehendak Bapa, mewujudkan Kerajaan Allah. Pengajaran Jesus adalah kerajaan Allah terwujud dengan sengsara dan kematianNya.
Rencana Strategis
Dengan bahasa akademis, sejak memulai misi pelayanannya sampai nafas terakhir, Jesus SUDAH mendisain urutan rancangan tindakan memerdekaan bangsa Jahudi dan umat manusia dalam Kedaulatan Allah dengan pirnsip anti kekerasan. Jesus saat digurun ditawarkan Iblis tahta kerajaan duniawi, sudah menolak, artinya menolak cara kekerasan,
Jesus sejak awal menetapkan menolak cara duniawi dalam perjuangan kemerdekaan. Keluyuran digurun 40 hari dan berpuasa kian mengukuhkan Jesus yang jenius, bahwa kuasa superpower iblis hanya bisa diluluhkan dengan menelan penghinaan, penyiksaan, penderitaan dan kematian dirinya. Kelembutan mengalahkan kekerasan.Sengsara sangat intens adalah senjata pamungkas melawan iblis.
Inagurasi Jesus
Rencana strategis Jesus ini, bukan kehendak Jesus melainkan Kehendak Bapa. Injil mencatat, rancangan ini adalah kehendak Allah, disetujui Bapa. Saat ditahirkan di Sungai Jordan oleh Johanes Pembatis, Allah menyatakan restuNya akan rencana strategis ini dalam rupa merpati dan suara dari langit.
Jesus berbeda dengan mesias lainnya. hikmat atau kejeniusannya adalah menemukan kuasa iblis yang supranatural tak mungkin dikalahkan dengan cara lazim pedang atau kekerasan, melainkan hanya dengan kelembutan. Tugas maha berat meluluhkan kuasa bilis ini dengan sengsara dan kematian. Tak heran menjelang putaran final, Jesus stress berat.
Pengajaran ini menjadikan Jesus adalah mesias yang terbukti menepati janji, bukan nabi palsu. Get result
Dan yang terutama membedakan Jesus dengan mesias atau nabi lainnya adalah, seluruh tindakannya sudah dirancang sejak semula bahkan selaras dengan kehendak Bapa.
Flashback ucapannya di Mar 9:1,
... sesungguhnya di antara orang yang hadir di sini ada yang tidak akan mati sebelum mereka melihat bahwa Kerajaan Allah telah datang dengan kuasa." (Mar 9:1)
Sangat ironis, Jesus sudah mengetahui dirinya adalah yang harus mati saat Kerajaan Allah terwujud.
Menunggu Godot
Bagi yang masih menunggu datangnya kerajaan Allah karena mendengar khotbah dimimbar, silahkan meresapi berbagai ucapan Jesus.
Dan terutama renungkan kata terakhir, TELESTAI - sudah selesai. Mission Accomplish. Lapor : Tugas Selesai