KEPENUHAN ROH KUDUS
Dalam ibadah-ibadah kharismatik, khususnya ketika memasuki penyembahan dan pengurapan, sering terjadi seseorang mengalami kepenuhan Roh Kudus. Ada yang sangat terdorong untuk menari-nari, ada yang tubuhnya tergetar begitu hebat bahkan lepas kontrol, sebagian lagi jatuh menggelepar, beberapa diantaranya berbahasa Roh, sebagian lagi mengucapkan kata-kata nubuat, bahkan ada yang sampai tiada sadarkan diri sampai beberapa menit, ada yang beberapa jam, bahkan pernah juga kejadian semalam suntuk berada dibawah pengurapan, mengalami kepenuhan Roh Kudus. Pemandangan seperti ini lazim terjadi di gereja kami. Bagi orang2 yang belum sepenuhnya faham Firman Tuhan, akan mudah sekali menuduh kejadian seperti itu sebagai “tidak tertib”, sesat , bukan dari Roh Kudus dan sebagainya.
Hari ini Roh Kudus mendorong saya untuk mengupas sedikit soal kepenuhan Roh Kudus, apa bedanya kepenuhan Roh Kudus dengan kerasukan setan, karena antara keduanya hanya beda tipis. Saya belum tahu, apakah di SS topik kepenuhan Roh Kudus sudah dibahas ataukah belum. Jika sudah, mudah2an artikel ini memperkaya wacana dalam topik terkait, dan siapapun yang hatinya terbuka untuk menerima kebenaran, biarlah mereka memperoleh pencerahan, dan mengalami pengalaman yang semakin dahsyat, agar menjadi anak-anak Allah yang kuat dan tangguh, dan siap dipakai TUHAN secara lebih dan lebih, karena “gandum sudah menguning, tetapi pekerja sedikit”. Terburu-buru menuduh gereja yang mengalami kepenuhan Roh sebagai sesat, padahal sebenarnya memang kepenuhan Roh Kudus, dapat memposisikan seseorang sebagai penghujat Roh Kudus, yaitu melakukan dosa yang tak terampunkan. Maka silahkan ikuti tulisan ini dengan sabar dan cermat.
Kitab Perjanjian Baru tidak terlalu jelas menceriterakan bagaimana keadaan seseorang yang mengalami kepenuhan Roh Kudus. Penggambaran yang jelas justru ditemukan di kitab Perjanjian Lama.
Saya lakukan searching di alkitab elektronik dengan kata kunci “kepenuhan” dan diperoleh 19 hasil, ayat-ayat alkitab yang berkaitan dengan kepenuhan Roh.
Bilangan 11:25-29
25 Lalu turunlah TUHAN dalam awan dan berbicara kepada Musa, kemudian diambil-Nya sebagian dari Roh yang hinggap padanya, dan ditaruh-Nya atas ketujuh puluh tua-tua itu; ketika Roh itu hinggap pada mereka, kepenuhanlah mereka seperti nabi, tetapi sesudah itu tidak lagi.
26 Masih ada dua orang tinggal di tempat perkemahan; yang seorang bernama Eldad, yang lain bernama Medad. Ketika Roh itu hinggap pada mereka—mereka itu termasuk orang-orang yang dicatat, tetapi tidak turut pergi ke kemah—maka kepenuhanlah mereka seperti nabi di tempat perkemahan.
27 Lalu berlarilah seorang muda memberitahukan kepada Musa: "Eldad dan Medad kepenuhan seperti nabi di tempat perkemahan."
28 Maka menjawablah Yosua bin Nun, yang sejak mudanya menjadi abdi Musa: "Tuanku Musa, cegahlah mereka!"
29 Tetapi Musa berkata kepadanya: "Apakah engkau begitu giat mendukung diriku? Ah, kalau seluruh umat TUHAN menjadi nabi, oleh karena TUHAN memberi Roh-Nya hinggap kepada mereka!"
TUHAN mengambil sebagian Roh yang hinggap pada Musa (ayat 25). Kapan Musa kepenuhan Roh Allah, alkitab tidak mencatat itu. Saya menduga, terjadinya ketika Musa selama 40 hari / malam naik ke gunung Horeb, namun bisa juga jauh sebelum itu, sayangnya Musa tidak mengisahkan peristiwa itu. Roh yang hinggap pada Musa sepertinya adalah Roh Kenabian, Kepemimpinan dan Kewibawaan, dan ketika 70 tua-tua itu kemasukan sebagian dari Roh tersebut, mereka kepenuhan, dan bertingkah seperti nabi.
Di ayat 26 diperjelas, Eldad dan Medad, dua orang diantara ke-70 tua-tua Israel kepenuhan seperti nabi. Apakah yang disaksikan umat Israel, hingga mereka heboh melihat dua orang tua-tua itu kepenuhan seperti nabi? Apa yang dilakukan seorang nabi ketika ia kepenuhan?
Ayat 29 menjelaskan, bahwa seseorang menjadi nabi TUHAN karena mereka kepenuhan Roh nabi. Seseorang dengan Roh nabi memiliki “kemampuan” bernubuat, kepemimpinan, keberanian dan kewibawaan. Ingat juga yang dilakukan nabi Natan ketika dengan keberanian dan penuh wibawa menyampaikan pesan TUHAN kepada raja Daud, tatkala raja ini dengan licik merampas isteri Uria (2 Sam 12:1-15).
Saya lanjutkan dengan 1 Sam 10:10-11
10 Ketika mereka sampai di Gibea dari sana, maka bertemulah ia dengan serombongan nabi; Roh Allah berkuasa atasnya dan Saul turut kepenuhan seperti nabi di tengah-tengah mereka.
11 Dan semua orang yang mengenalnya dari dahulu melihat dengan heran, bahwa ia bernubuat bersama-sama dengan nabi-nabi itu; lalu berkatalah orang banyak yang satu kepada yang lain: "Apakah gerangan yang terjadi dengan anak Kish itu? Apa Saul juga termasuk golongan nabi?"
Saul kepenuhan seperti nabi, dan ia bernubuat. Lantas apa hubungannya dengan orang2 yang menggelepar kena urapan dan rebah (roboh) dalam Roh Kudus, yang terjadi di beberapa gereja kharismatik?
1 Samuel 19:20-24
20 maka Saul mengirim orang-orang suruhan untuk mengambil Daud. Tetapi orang-orang ini melihat sekumpulan nabi kepenuhan, dengan dikepalai oleh Samuel. Dan Roh Allah hinggap pada orang-orang suruhan Saul, sehingga merekapun kepenuhan seperti nabi.
21 Lalu hal itu diberitahukan kepada Saul; ia mengirim orang-orang suruhan yang lain, tetapi orang-orang itupun juga kepenuhan seperti nabi. Saul mengirim sekali lagi orang-orang suruhan, rombongan yang ketiga, dan orang-orang inipun juga kepenuhan.
22 Lalu ia sendiri pergi ke Rama. Sesampainya ke dekat perigi besar yang di Sekhu, bertanyalah ia, katanya: "Di mana Samuel dan Daud?" Jawab orang: "Ada di Nayot, dekat Rama."
23 Lalu pergilah ia ke sana, ke Nayot, dekat Rama dan pada diapun hinggaplah Roh Allah, dan selama ia melanjutkan perjalanannya ia kepenuhan seperti nabi, hingga ia sampai ke Nayot dekat Rama.
24 Iapun menanggalkan pakaiannya, dan iapun juga kepenuhan di depan Samuel. Ia rebah terhantar dengan telanjang sehari-harian dan semalam-malaman itu. Itulah sebabnya orang berkata: "Apakah juga Saul termasuk golongan nabi?"
Raja Saul REBAH bahkan dengan telanjang, karena kepenuhan Roh Allah (ayat 23).
Beranikah Anda menuduh, bahwa Saul bukan kepenuhan, tetapi kerasukan?
Lantas, kenapa Roh Allah menelanjangi raja Saul? Kita lihat motivasi Saul pada saat itu. Raja pertama Israel ini berniat menangkap Daud (ayat 20).
Lantas, apakah bedanya kepenuhan Roh Allah (Roh Kudus) dengan kerasukan roh jahat?
Matius 12:33
33 Jikalau suatu pohon kamu katakan baik, maka baik pula buahnya; jikalau suatu pohon kamu katakan tidak baik, maka tidak baik pula buahnya. Sebab dari buahnya pohon itu dikenal.
Identitas Roh Kudus dikenali dengan buahnya, beberapa diantaranya adalah damai sejahtera, sukacita, kesetiaan, kelemah lembutan dll (Galatia 5:22,23). Jika seseorang yang berada di bawah pengurapan mengalami seperti yang saya uraikan di atas, dan setelah itu ada rasa damai sejahtera dan sukacita yang besar, dan ada tekad yang kuat (encouraged) untuk semakin setia kepada Tuhan Yesus, Firman Allah, maka proses menggeleparnya dia, atau perasaan seperti tersengat listrik ketika berada di bawah pengurapan, adalah manifestasi kepenuhan Roh Kudus.
Namun jika sesudah peristiwa heboh itu hatinya masih penuh dengan sifat kedagingan (Galatia 5:19-21), maka ketika ia menggelepar di bawah pengurapan adalah manifestasi roh jahat. Roh-roh jahat tidak dapat ngumpet ketika berada ditempat dimana hadirat Allah begitu kuat, dan ia / mereka terpaksa menunjukkan jati dirinya.
Tuhan Yesus memberkati.
Galatia 5:19-23
19 Perbuatan daging telah nyata, yaitu: percabulan, kecemaran, hawa nafsu,
20 penyembahan berhala, sihir, perseteruan, perselisihan, iri hati, amarah, kepentingan diri sendiri, percideraan, roh pemecah,
21 kedengkian, kemabukan, pesta pora dan sebagainya. Terhadap semuanya itu kuperingatkan kamu—seperti yang telah kubuat dahulu—bahwa barangsiapa melakukan hal-hal yang demikian, ia tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah.
22 Tetapi buah Roh ialah: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan,
23 kelemahlembutan, penguasaan diri. Tidak ada hukum yang menentang hal-hal itu.