Diciptakan untuk Kekekalan
Pernahkah kita merenung sejenak bahwa kita diciptakan untuk kekekalan dalam hidup ini? Kalau belum marilah kita bersama-sama belajar dan kalau sudah tahu marilah kita bersama-sama saling mengasih dan saling menuntun kejalan yang benar sesuai dengan rancana ALLAH.
Kalau kita sudah tahu kehidupan kita ini berarti dan berharga marilah kita merubah pola hidup kita sesuai dengan Teladan-Nya.
Ketika kita tahu kehidupan kita ini adalah persiapan untuk menghadapi kehidupan berikutnya, maka kita akan mulai hidup dengan berubah dari yang tidak bekenan kepada Allah menjadi berkenan kepada Allah. Karena kita pasti tahu bahwa kita suatu hari akan mati. Dan yang menjadi pertanyaan sudahkah kita mempersiapkan kematian kita dalam menghadapi untuk menuju kehidupan yang kekal . kitapun tahu bahwa janji Tuhan atas firmannya ialah amin adanya,
“Karena kami tahu, bahwa jika kemah tempat kediaman kita di bumi ini dibongkar, Allah telah menyediakan suatu tempat kediaman di sorga bagi kita, suatu tempat kediaman yang kekal, yang tidak dibuat oleh tangan manusia.” (2 Kor 5:11)
Jelas disini bahwa tubuh duniawi kita hanyalah kediaman sementara bagi roh kita. Tubuh duniawi kita sama seperti kemah, tetapi akan membawa pada tubuh masa depan kita sebuah rumah kekal (sorga). Untuk dapat menuju kesana, ketika kita hidup dengan mempertimbangkan kekekalan, nilai-nilai kita berubah. Kita akan totalitas berubah hidup kita dari dahulu orang yang berdosa diperbaharui dengan pengampuan dosa kita dengan mengundang Roh kudus turut serta bersama kita, pasti kita akan bisa sampai ke tempat yang kita inginkan bersama yaitu surga dengan kepercayaan kita kepada Yesus Kristus.
Jangalah takut akan kematian, karena kematian bukanlah akhir hidup kita, tetapi merupakan perpindahan kita menuju kekekalan, karena itu ada akibat-akibat kekal untuk segala sesuatu yang kita lalukan di dunia ini. Setiap tindakan dalam hidup kita memberi pengaruh untuk kehidupan kita dalam kekekalan.
Seperti kitapun tahu bahwa firman Tuhan telah memberikan kepada kita penglihatan sekilas, kita mengetahui bahwa saat ini juga Allah sedang mempersiapkan sebuah rumah kekal bagi kita. Di surga kita akan dipersatukan kembali dengan saudara-saudara kita yang adalah orang-orang percaya, dibebaskan dari segala penderitaan dan kesusahan, diberi upah atas kesetiaan kita di bumi, dan ditugaskan kembali untuk melakukan perkerjaan yang akan senang kita lakukan. Kita akan menikmati hubungan yang tak pernah putus dengan Allah, dan Dia akan memiliki kita untuk selama-lamanya. Suatu hari Yesus akan berkata,”Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan (Mat 25:34) Kitapun tahu Allah memiliki suatu tujuan bagi kehidupan kita di dunia ini, tetapi itu tidak berakhir di sini. Rancana-Nya mencakup jauh lebih banyak daripada dekade yang akan kita habiskan di plenet ini. Itu bukan sekedar “kesempatan seumur hidup” Allah memberikan kita suatu kesempatan yang melebihi umur hidup kita.
Kematian bukanlah merupakan akhir dari kehidupan kita, kematian justru merupakan hari kelahiran kita ke dalam kehidupan kekal. Sebab di sini kita tidak mempunyai tempat tinggal yang tetap; kita mencari kota yang akan datang (Ibarani 13:14) Jelaslah bahwa kita akan sampai ke surga kelat asal kita berjaga-jaga dan senantiasa bersama-Nya dalam menjalankan hidup ini dan selalu mengucapkan syukur atas segala hal yang kita dapat hari ini. Sesungguhnya, akan lebih bijak untuk hidup setiap hari seolah-olah hari ini adalah hari terakhir kehidupan kita.
Matthew Hendry berkata,” Seharusnya setiap hari kita bersiap-siap untuk menghadapi hari terakhir kita.”
GBU for of us