Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Galatia 5 dalam konteks Skala Kesadaran Prof. Hawkins

victorc's picture

Galatia 5 dalam konteks Skala Kesadaran Prof. Hawkins

Oleh Victor Christianto

Shalom aleikhem,

Penulis yakin bahwa para pembaca tentu pernah mendengar khotbah atau renungan yang mengulas tentang buah Roh menurut Surat Paulus kepada Jemaat di Galatia. Malah sebagian besar dari kita mungkin hafal dengan Galatia 5:22-23. Penulis juga kerap mendengar renungan tentang buah Roh dan juga pernah merenungkan topik ini, namun selama beberapa waktu rupanya ada yang terlewat dalam perenungan tersebut.

Selama ini, penulis cenderung untuk fokus kepada bagaimana melaksanakan kedua ayat tersebut, yakni Galatia 5:22-23, namun kurang memberi perhatian pada konteks perikop ini, terutama ayat 16-17. Padahal perikop itu oleh LAI diberi judul: Hidup menurut daging atau Roh.

Sampai suatu kali, penulis sangat bersyukur dapat mengikuti suatu seminar yang dipandu oleh seorang gembala senior di kota kami, sekitar pertengahan tahun 2019. Topik seminar waktu itu adalah : Mematikan mesin pembuat dosa. Esensi dari seminar tersebut adalah bahwa buah Roh yang memberikan sembilan cara pengungkapan itu adalah karya Roh Kudus, dan itu hanya mungkin terjadi dalam hidup kita jika kita telah belajar mematikan mesin pembuat dosa dalam diri kita. Jika kita masih hidup dalam kedagingan, maka sebenarnya hidup kita masih melayani Iblis. 

Kuncinya adalah di ayat 18: "...jikalau kamu memberi dirimu dipimpin oleh Roh (Kudus)..." -- jadi kita mesti mengaku segala dosa kita setiap hari di hadapan Tuhan, dan memberi diri kita dipimpin oleh Roh Kudus hari lepas hari. Dan jika suatu saat dalam sehari itu kita merasa tidak ada damai sejahtera, maka itu mungkin suatu tanda bahwa kita tidak lagi dipimpin oleh Roh Kudus, maka kita mesti cepat-cepat mengusir perasaan cemas, takut, kuatir, iri, dengki dan seterusnya yang disebutkan Rasul Paulus di ayat 19-21. 

 

Teori Skala Kesadaran

Seminar tersebut, walau singkat dan hanya setengah hari, namun sangat memberkati penulis, sehingga penulis memutuskan untuk mempelajari lebih jauh, dan lalu menemukan beberapa kemiripan antara Galatia 5 tersebut dengan teori skala kesadaran yang dikembangkan oleh Prof. David Hawkins. Inti teori skala kesadaran tersebut kira-kira sebagai berikut: bahwa kesadaran manusia terus berkembang dan berproses, jika masih di bawah 200, maka seseorang masih akan dikuasai oleh benci, iri hati, malu, khawatir, ketakutan dsb. 

skala jesadaran

Ilustrasi 1. Skala kesadaran menurut Prof David Hawkins.

Peta Kesadaran

Ilustrasi 2. Peta kesadaran dalam bentuk tabel

 

Namun jika seseorang bergerak ke skala kesadaran di atas 200, maka ia mulai akan mengenal keberanian, damai sejahtera, sukacita, dst. Lalu jika mencapai level 500 ke atas, akan menerapkan kasih, dan ketika di atas 700 akan mengalami pencerahan. 

Dengan kata lain, ayat 19-21 dalam Surat Galatia 5 sebenarnya dapat dibandingkan dengan skala kesadaran di bawah 200. Lalu Rasul Paulus mengajak kita beranjak ke mengalami hidup oleh Roh, yakni berpindah ke skala kesadaran level di atas 200. Dan jika kita sudah mulai menghasilkan "kasih, sukacita, damai sejahtera dst", itu artinya kita sudah mencapai level kesadaran 500 ke atas.

Apakah hal tersebut sulit dilakukan? Tentu bukan hal yang mudah, dan penulis sendiri hingga kini masih terus diproses oleh Roh Kudus. Namun setidaknya kita mulai mengerti mengapa hal ini jarang diajarkan, karena teori skala kesadaran Prof Hawkins ini masih belum begitu dikenal di kalangan gereja. Karena itu penulis mencoba menulis ringkasan dari apa yang penulis pelajari dalam setahun terakhir ini dalam bahan seminar (1), yang lalu penulis sempat kembangkan menjadi bahan buklet (2). Kiranya bahan-bahan tersebut berguna bagi pertumbuhan spiritual para pembaca sekalian.

 

Penutup

Semoga tulisan singkat ini membuka pemahaman yang baru ke arah level kesadaran yang lebih baik, dan tentu kita semua mesti minta pimpinan Roh Kudus dari hari ke hari agar hidup kita semakin dekat dan kian bergaul karib dengan Tuhan. Marilah kita semua kian giat mempersiapkan diri menyongsong kedatangan Tuhan Yesus yang kian dekat.

Bapa di surga mengasihi Anda sekalian.

Soli Deo Gloria.

 

versi 1.0: 14 januari 2021, pk. 21:29

VC

 

Bacaan lanjutan:

(1) V. Christianto (2019). Mematikan mesin pembuat dosa. Bahan seminar. Dapat diunduh di url: (PDF) MEMATIKAN MESIN PEMBUAT DOSA | V. Christianto - Academia.edu

(2) V. Christianto dkk. (2020). Undangan dari Sahabatmu di sorga. Bahan buklet. Dapat diunduh di url: (PDF) Undangan dari Sahabatmu di Surga | V. Christianto - Academia.edu 

(3) Understanding Levels of Consciousness | Make a Difference in Your Life (themindbodyspiritnetwork.com)

 

__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.