Submitted by guestx on

Kemarin malam saya nonton acara Just Alvin di Metro TV. Kebetulan saja, karena biasanya juga saya jarang nonton TV. Hanya karena lagi pindah-pindah saluran...eh ketemu Alvin Adam yang lagi mewawancari sepasang artis yang lagi seru-serunya memadu asmara.

Meskipun pernah dengan nama keduanya (mereka termasuk pesohor- yang pria bernama Franky yang wanita bernama Feby), saya gak begitu tertarik sebenarnya untuk tahu lebih banyak.  Saya bukan fans.

Ternyata mereka sudah berkenalan dan membangun hubungan (yang katanya berawal dengan pertemanan dan berlanjut dengan kemesraan) ketika masing-masing masih terikat dalam pernikahan yang sah dengan pasangan masing-masing. Akhirnya Feby bercerai dengan suaminya di tahun 2013 dan Franky (menurutnya sudah - tapi tak terendus oleh media) menceraikan istrinya. So typical of celebrity lives 'kan ? 

Gak ada menariknya. Tiap hari berita begini dengan artis yang berbeda bisa kita dengar dan baca di media infotainment.

Yang buat jadi menarik karena ternyata Franky adalah seorang penyanyi, pencipta lagu gospel dan pengkhotbah yang banyak terlibat KKR untuk "menyelamatkan" jiwa-jiwa bagi Yesus. Feby pun demikian, sekarang banyak aktif juga di pelayanan. Konon (setahu saya nih ya), yang dimaksudkan menyelamatkan itu adalah membebaskan manusia dari keterikatannya dengan dosa dan memulihkan hubungan manusia dengan Allah melalui penebusan Yesus Kristus.  Di antara dosa yang membelenggu manusia adalah dosa dusta, bunuh, curi, fitnah dan zinah.

Sebagai seorang bukan fans saya tak terpengaruh oleh apa pun yang dilakukan oleh Franky dan Feby. Tapi, ketika pagi ini saya lagi berselancar di internet baru saya sadari banyak orang yang kecewa dan bahkan menghujat pasangan tersebut. Mereka menuding bahwa Franky dan Feby tidak melakukan apa yang mereka ajarkan dan anjurkan.  Ada juga yang membela, bilang kira-kira begini "Apa pun yang Franky dan Feby lakukan, jika itu membuat mereka happy, ya sudah jalani saja".

Oh begitu ya.

Saya jadi ingat apa yang dikatakan oleh Franky di acara TV itu dan karenanya terbit keinginan saya pagi ini menuliskannya sebagai catatan bagaimana menyiasati tuntutan orang-orang agar kita hidup bersesuaian dengan apa yang kita nasehatkan.

Ketidaksempurnaan manusia menjadi alasan mengapa mereka berani masuk ke pernikahan setelah gagal (atau meninggalkan) pernikahan sebelumnya.

"Gak ada pernikahan sempurna. Gak ada hidup yang sempurna. Gak ada cinta yang sempurna," ujar Franky kepada Alvin dan dianggukkan oleh Feby. Oleh Feby ditambahkan," Dia (Franky) tidak sempurna, saya lebih tidak sempurna".

Di segmen sebelumnya Franky juga bilang bahwa dia telah melakukan kesalahan dan karena dia menjadi panutan bagi banyak orang dia selalu mengingatkan orang sekitarnya, "Dalam hidup saya itu ada yang harus dicontoh dan ada yang jangan dicontoh. Kalian harus menimbang sendiri mana yang mau diambil karena itu baik, mana yang mau dibuang karena itu tidak baik."

Menelusuri lebih lanjut siapa sosok pria beranak tiga yang jadi idola banyak anak muda ini, saya coba cari di internet lirik lagu Franky.

LEBIH DARI PEMENANG DALAM S'GALA PERKARA
IBLIS T'LAH DIKALAHKAN OLEH KUASA DARAH-NYA
JIKA ALLAH DI PIHAK KITA SIAPA DAPAT MELAWAN
KITA LEBIH DARI PEMENANG

REFF :
HALELUYA.KIBARKANLAH PANJI-NYA
YESUS RAJA SEGALA RAJA
HALELUYA BANGKITLAH GEREJA-NYA
KITA LEBIH, LEBIH DARI PEMENANG

Banyak orang menaruh harapan terlalu tinggi pada para "panutan" rohani, apalagi yang selebriti dengan khotbah dan lagu-lagu begitu memotivasi dan menginspirasi, padahal kemudian terbukti hidup mereka lebih kental sebagai selebriti yang hidup dari industri/bisnis "rohani" daripada seorang teladan rohani.

Lebih dari pemenang dalam s'gala perkara ? Termasuk perkara rumah tangga ?

Konon ibunda Franky sangat tidak setuju dengan perceraiannya, tapi akhirnya merestui karena bagi sang ibu, "What makes you happy will make me happy." Akhirnya, yang menjadi ukuran terpenting di dalam hidup manusia adalah "what makes you happy".  Khotbah di mimbar dan lagu-lagu rohani yang menjilat Tuhan dengan kata-kata "... menyenangkanMu, senangkanMu, Tuhan, hanya itu kerinduanku" hanyalah ungkapan untuk membuat jemaat merasa ekstasi sesaat yang bisa segera dilupakan setelah meninggalkan rumah ibadah atau KKR.

Jangan bermimpi untuk menyenangkan Tuhan, senangkanlah diri sendiri dulu. Jadilah realistis. Yesus memang sempurna dan mengajarkan murid-muridnya untuk "jadilah kamu sempurna". Kemanusiaan kita yang tidak sempurna bisa kita jadikan alasan untuk membenarkan mengapa kita tidak mengejar kesempurnaan itu. Jika nafsu sudah datang, janganlah dibendung. Go with the flow. Singkirkan dulu idealisme Kristen dan ajaran Yesus "Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya". 

Saya mencoba menemukan kata-kata untuk menyimpulkan apa yang baru saya masukkan ke dalam otak setelah menyaksikan acara tersebut. "Jika kamu pintar memilih kalimat dan frasa yang tepat, maka alasan-alasan untuk pembenaran diri sendiri akan terdengar sebagai kata-kata mutiara yang indah. Kamu bahkan akan diundang stasiun televisi untuk bernyanyi duet dan memproklamasikan cinta baru yang dibangun di atas puing-puing hubungan lama yang telah dikhianati."

Begitu barangkali yang bisa saya pelajari dari menonton Just Alvin kemarin malam.

So inspiring.

Lust is so sweet ... as always. But, where will it lead us to ?

 

# by guestx 23.08.2015