Submitted by Jerry Elim on

Mengapa gereja masih memungut persembahan persepuluhan dari jemaatnya hingga saat ini? Bukankah persepuluhan adalah ketetapan TUHAN yang dikhususkan bagi kaum Lewi - termasuk para imam - untuk membalas jasa pelayanan mereka di dalam Kemah Pertemuan (Tabernakel) di tengah-tengah sebelas suku Israel, saudara-saudara mereka sendiri?

Alkitab Perjanjian Lama mencatat bahwa perpuluhan merupakan suatu ketetapan untuk selama-lamanya turun temurun bagi bani Lewi - hingga saat ini. Lalu.... bagaimana “hak istimewa” itu telah berpindah tangan ke dalam gereja Kristen? Lebih ironis lagi, entah bagaimana kronologisnya, “upah pelayanan Tabernakel” ini telah dimonopoli oleh salah satu jawatan pelayanan gerejani atas nama TUHAN, baik “hak untuk memungut” juga “hak untuk menikmati” hasilnya.
 
Pertanyaan berikut, apakah Yesus yang adalah satu-satunya kepala gereja telah melegitimasi dan mendelegasikan “hak pungut persepuluhan” tersebut kepada jawatan tertentu saja dan mengabaikan jawatan-jawatan pelayanan lainnya - yang notabene dipilihNya sendiri dan diberikannya pada gereja untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan?

Dimanakah dasar pijak Injili dari mereka yang mengklaim diri sebagai “Lewi dan Israel rohani?” Apakah gereja Yesus Kristus telah diindentikkan dengan Kemah Pertemuan bangsa Israel? Jika demikian, adalah sesuatu yang lumrah jika Yesus pun berhak menerima persepuluhan dari persepuluhan sebagai persembahan khusus yang dipungut dari para “Lewi-gerejani” seperti yang diterima oleh Imam Harun, pemimpin tertinggi Tabernakel. Anda pun pasti tidak keberatan karena Yesus Kristus adalah pemegang jabatan Imam Besar sepanjang masa menurut peraturan Melkisedek. Nah, bila sudah begini maka akan timbul pertanyaan bernada konyol, “ATM Bank manakah yang dapat digunakan untuk mentransfer dana tersebut langsung ke rekening Yesus?” Sebab jika tidak segera “disetor” maka bisa terjadi manipulasi berbau korupsi oleh oknum-oknum jawatan tertentu yang ujung-ujungnya pasti merugikan misi ekspansi Kerajaan.