Submitted by nelly on

Boleh di bilang aku Tumbuh besar dari keluarga yg hancur, aku adalah anak bungsu dari empat bersaudara dari mamaku, waktu kecil aku belum tahu apa2, aku belum tahu kalau sebenarnya papaku punya tiga istri sebelum mamaku, nanti aku di SMP baru aku tahu papaku punya tiga istri, jadi aku adalah sibungsu dari 12 bersaudara ( bisa bikin keseblasan dan 1 wasit nih hehehee...^_^) istri pertama papaku beragama muslim dan sudah meniggal tapi papaku ga ikut agamanya muslim,isrtri ke2 dan ke3 papaku masih ada tapi di kampung ( laku banget ya papaku, mungkin waktu muda dia ganteng banget heheheee...^_^ )

waktu aku SD papaku terserang STROKE dan itu membuat papaku lumpuh sampai sekarang, aku pernah berfikir mungkin itu hukuman buat papaku, waktu itu keadaan ekonomi kami tidak mencukupi untuk sekolahku dan 2 kakakku di atasku dengan biaya rumah sakit papaku,karena sudah tidak sanggup untuk membayar rumah sakit jadi papa di keluarkan dari rumah sakit dan di rawat sendiri dengan obat2an kampung.

Lulus dari SD aku tidak tahu apa aku bisa lanjut atau tidak, kakakku yang pertama cewek mungkin merasa dia anak pertama jadi dialah yang menjadi tulang punggung keluarga, kakakku mencoba melemar di DEPNAKER untuk jadi TKI ke hongkong dan puji Tuhan kakakku bisa lolos, akhirnya kakakku harus ke hongkong, sampai sekarang yang membiayai keluargaku adalah kakakku, mulai dari sekolahku, sekolah ke 2 kakak2ku, dan biaya sehari2 kami.

Mamaku yang selalu setia mendampingi papaku ketika sakit padahal kalau mamaku masih memendam sakit hatinya mamaku bisa saja membawa papaku yang sudah sakit, lumpuh tidak bisa berbuat apa2 lagi untuk di berikan kembali kepada istri2nya dan anak2nya yang lain, tapi mamaku tidak berfikir seperti itu, mamaku selalu setia mendampingi dan mendoakan papaku supaya cepat sembuh, mendoakan kakak2ku yang berada jauh dari kami, setia mendoakan anak2nya, mendoakan kami semua.

Aku tahu kepedihan dan panderitaan mamaku selama ini, waktu itu papaku punya sakit darah tinggian juga jadi klo marah bisa gawat, papaku pernah hampir membunuh mamaku,aq sempat benci juga sama papaku, aq juga pernah di pukul pakai rotan sampai biru2 dan itu berbekas di hatiku sampai sekarang, tapi aku berusaha untuk tidak membenci papaku ketika aku mengingat semua itu..

Aku salut sama mamaku, dan aku ingin seperti mamaku, yang selalu setia mendampingi papaku dalam suka, duka, kekurangan, kelimpahan........ tapi aku masih saja sering melawan sama mamaku, tapi ketika aku merenungkan kemarahanku terhadap mamaku aku menangis....... dan berkata dalam hati kenapa aku bisa berbuat seperti itu terhadap mamaku sendiri..... padahal dalam setiap doa2nya namaku tidak pernah Dia lupa sebutkan di hadapan Tuhan, ketika dia tertidur aku sempat memandang wajahnya yang tertidur lelap karena kecapekan mengurus rumah tangga, aq ingin sekali memeluknya dan menciumnya.

Puji Tuhan sekarang keluargaku sudah di pulihkan walaupun papaku belum sembuh betul tapi aku tau rancana Tuhan kenapa papaku belum di sembuhkan betul.

Sekarang kami bisa punya rumah sendiri itu semua karena Tuhan yang begitu baik kepada keluarga kami, dia memberikan berkatnya lewat kakakku, aku bisa selesai sekolah walaupun hanya sampai SMK saja, tapi aq bersyukur sekali sama Tuhan, kami juga bisa akur dengan saudara2ku yang lain dari istri2 papaku yang sebelumnya ( aq jadi banyak yan perhatikan dong...) dan aku sungguh merasakan kasih Tuhan begitu nyata dalam kehidupan keluargaku dan pertolongannya tidak pernah Terlambat, segala sesuatunya indah pada waktunya...^_^

terima kasih Tuhan.....

Terima kasih mama...., kau mama yang begitu tegar, Kau setia sama suamimu, terlebih lagi kau begitu setia pada Tuhan...

kau adalah istri yang baik buat suamimu, kau adalah ibu yang baik buat anak2mu, nama2 kami tidak pernah kau lupa sebutkan di setiap doa2mu, air matamu yang bercucuran setiap berdoa semua itu tidak keluar dengan sia-sia tapi Tuhan akan membayar semua air mata yang kau keluarkan.

Suatu saat nanti jika aq sudah menikah aku ingin seperti mamaku, menjadi istri yang baik, selalu setia terhadap suami dalam suka, duka, kelimpahan dan dalam kekurangan, aq juga ingin menjadi ibu yang baik buat anak2ku mendidik mereka tidak dengan kekerasan tapi dengan kasih sayang dan cinta kasih dari seorang ibu....

Kehidupanku semasa kecil itu adalah suatu pelajaran buatku nanti ketika menjadi seorang ibu, di mana waktu kecil aq pernah di cambuk oleh ayahku dan sampai berbekas sampai sekarang, aku sekali2 tidak ingin memberika didikan dengan cara kekerasan terhadap anak2ku, karena itu akan membekas di hati mereka jika mereka besar nnti.

Jadi aku minta buat om om, tante tante yang ada di sabda space ini jangan sekali2 ringan tangan kepada anak2 kalian... karena kekerasan itu akan tersimpan di memori anak2 hingga dia besar nanti dan mereka akan membenci kalian...

Semoga Tuhan memberkati