Submitted by
Rya A. Dede
on
Angin semilir menerobos masuk melalui celah-celah di dinding, memberikan kesejukan luar biasa bagiku, namun sekaligus menawarkan kenikmatan untuk menutup mata dan tidur. Baru pukul sepuluh pagi, namun rasa kantuk ini benar-benar menguasaiku.
Sekuat tenaga, aku berusaha untuk tetap terjaga, demi setumpuk pekerjaan di hadapanku. Kubuka mataku lebar-lebar, kupusatkan perhatian hanya pada layar monitor yang kuhadapi, namun perlahan-lahan tampilan-tampilan di depanku itu mulai mengabur....
Aku kembali terjaga. Kubelalakkan mataku lebar-lebar. Kupukul-pukul kepalaku yang mendadak pusing menahan kantuk. Kembali bekerja. Kembali mengantuk. Layar monitorku menjadi blur. Mataku tak ingin terbuka. Aku sudah berada di antara dunia mimpi dan dunia nyata....
Samar-samar, terdengar suara tawa perlahan. Aku tak yakin dari mana suara itu berasal, apakah dari dunia mimpi atau dunia nyata. Lalu jelas-jelas terdengar suara bariton yang sangat kukenal, yang seketika kuketahui berasal dari dunia nyata, masih dengan tertawa, “Did you have a party last night, Rya?”
Oh, my boss! Kantukku pecah. Berhamburan. Berantakan. My boss! Menertawakan kantukku. Melihat tertidurnya aku. Tapi kemudian menawarkan secangkir kopi untukku. Tak marah sama sekali. Cuma tertawa. Dan apa katanya tadi? Party last night? Aku tersenyum kecut. Party apa? Aku cuma nonton film horor hingga larut malam dan tak bisa tidur sesudahnya!
Normal
0
false
false
false
MicrosoftInternetExplorer4
/* Style Definitions */
table.MsoNormalTable
{mso-style-name:"Table Normal";
mso-tstyle-rowband-size:0;
mso-tstyle-colband-size:0;
mso-style-noshow:yes;
mso-style-parent:"";
mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
mso-para-margin:0cm;
mso-para-margin-bottom:.0001pt;
mso-pagination:widow-orphan;
font-size:10.0pt;
font-family:"Times New Roman";
mso-ansi-language:#0400;
mso-fareast-language:#0400;
mso-bidi-language:#0400;}