Submitted by gkmin on

Baru hari ini, saya membaca iklan keluarga yang memberitahukan tentang kematian dengan judul "BERITA SUKACITA". Ini adalah iklan keluarga yang dibuat oleh keluarga Alm. Ronny Pattinasarany, berkenaan dengan kematian Ronny Pattinasarany.

Bagi saya, ini adalah contoh kehidupan Kristen yang sesungguhnya, seperti yang sudah disampaikan oleh Rasul Paulus, di Filipi 1:21 Karena bagiku hidup adalah Kristus dan mati adalah keuntungan.
Sebenarnya Yesus (Yeshua), juga sudah pernah menyampaikan, bahwa kematian (Nya) tidak perlu ditangisi. Kepada para perempuan yang menungguiNya di kayu salib, Yeshua berkata, "Hai puteri-puteri Yerusalem, janganlah kamu menangisi Aku, melainkan tangisilah dirimu sendiri dan anak-anakmu!".

Mari, sekarang kita renungkan, jika kita ditinggal mati oleh orang-orang yang kita kasihi, masihkah kita berduka? Ataukah kita bersukacita, karena orang yang kita kasihi itu sudah kembali kepada Bapa?

Kadang, bahkan sering, kata-kata "inilah yang terbaik buat semua", hanya menjadi kata-kata penghiburan yang klise bagi orang-orang yang ditinggal mati oleh orang yang dikasihinya. Sedangkan di dalam hati, duka cita, kecewa, bertanya pada Tuhan "mengapa", masih saja 'menghantui' beberapa lama, bahkan sangat lama.

Jika kematian menghampiri orang-orang yang kita kasihi, bahkan diri kita sendiri, dukacita atau sukacita?

tulisan yang sama, juga sy post di www.gkmin.net