Teman saya bilang, setiap kehidupan akan mendatangkan kebahagiaan. Sebagian membuat bahagia ketika mereka datang dan sebagian lagi membuat kita bahagia ketika mereka pergi. Dan setahu saya, memang hal itu benar. Hidup kita mau tidak mau, suka tidak suka akan menimbulkan dampak buat orang lain.
Jika kita tidak atur, dampak apa yang akan kita timbulkan, akan membuat kita dalam keadaan berbahaya. Yang jelas, kita seperti bermain tinju tetapi tidak tahu keadaan lawan kita. Kita meninju ke segala tempat. Akhirnya kita lelah dan kita tidak menghasilkan apa-apa. Seandainya kita mengatur dampat yang akan kita timbulkan, itu akan lebih baik. Kita tahu sasaran tinju kita dan kita terus menerus meninju pada tempat yang sama. Hasilnya? Jelas sekali bahwa akan ada dampak yang lebih nyata.
Empat tahun yang lalu saya mengikrarkan, jika kehadiran saya tidak menimbulkan dampak apa-apa maka sebaiknya saya tidak hadir. Sampai sekarang pun masih terngiang di telinga saya. Tujuannya jelas, supaya kehadiran saya, dimana pun akan menimbulkan dampak dan dampak yang saya inginkan adalah dampak positif.
Beberapa hari yang lalu, seseorang direktur menyerahkan tulisan-tulisan yang dia buat untuk saya edit. Sebenarnya permintaan dia sederhana, saya mengedit lalu selanjutnya urusan dia untuk menerbitkannya. Tetapi dengan semangat memberikan dampak, saya pun menghubungi mentor penulis saya dan berdiskusi dengannya. Inti diskusi sebenarnya seberapa dampak yang harus ditimbulkan oleh tulisan tersebut dan seberapa besar tenaga dari saya yang dibutuhkan. Memang yang punya ide tulisan bukan saya tetapi orang yang lebih ahli dalam bidangnya. Tetapi itu tidak berarti saya tidak punya kesempatan untuk memberikan dampak.
Kesempatan akan selalu ada di depan kita. Bahkan teman-teman melalui media ini juga telah memberikan dampat buat setiap pembacanya. Dan saya percaya semua orang sudah memberikan dampak. Yang jadi masalah apakah dampak yang dihasilkan sudah seperti yang diharapkan?
Selamat memberikan dampak buat orang-orang disekitar Anda.