Submitted by hai hai on

Saya hanya kenal Ev. Daud Tony dari buku-bukunya dan satu email darinya. Saya tidak punya masalah pribadi dengan dia. Namun mustahil menyerang tulisan Ev. Daud Tony tanpa menyerang pribadinya. Buku adalah hasil karya penulisnya, mustahil mengecam buku tanpa mengecam penulisnya. Walaupun sebagian orang merasa mampu melakukannya, namun itu ibarat burung onta yang merasa aman setelah menyembunyikan kepalanya di dalam pasir. Burung Onta itu berpikir, bila dia tidak dapat melihat musuhnya, maka musuhnya pasti tidak dapat melihatnya.


Saya sudah memberitahu Ev. Daud Tony tentang tulisan saya dan mengundangnya untuk datang ke Klewer membacanya, bila dia tidak dapat datang ke Klewer, saya tidak keberatan untuk mengiriminya tulisan-tulisan saya lewat email. Saya juga menulis email yang sama untuk memberitahu penerbit Betlehem tentang tulisan-tulisan tersebut. Selain satu email yang saya terima (Daud Tony Menjawab), tidak ada email lain. Semoga baik Ev. Daud Tony maupun penerbit Betlehem segera memiliki waktu luang untuk menguji tulisan-tulisan saya.

Ketika mengulas tulisannya, saya menulis nama Ev. Daud Tony dengan jelas juga mengutip tulisannya dan menyebutkan dari buku mana tulisan itu saya kutip. Hal itu untuk menghindari tuntutan hukum melakukan plagiat atau mencuri hak cipta dan mencemarkan nama baik. Bila ada yang menyangka saya numpang ngetop, so what? Kalau bisa ngetop lewat tulisan mengulas tulisan Ev. Daud Tony, why not? Bukankah saya seorang adidas, anak desa ingin dasyat, ordinary man who try to do extra ordinary job? Bila ada yang menyerang tulisan saya, maka saya berharap dia mencantumkan nama saya dengan jelas dan tulisan saya yang mana yang salah. Itulah yang saya lakukan terhadap Ev. Daud Tony.

Kenapa saya memilih buku-buku Ev. Daud Tony untuk diuji? Pertama, karena buku-bukunya yang paling lengkap membahas alam roh. Kedua, karena tulisan-tulisannya yang paling sistematis dan gaya bahasa maupun tata bahasanya cukup enak dibaca dan dipahami. Ketiga, karena banyak pengkotbah alam roh lain yang mengakui kepakaran Ev. Daud Tony tentang alam roh. Keempat, karena tercatat di dalam bukunya, bahwa buku-bukunya sudah laku 500.000 copy lebih, itu berarti tulisannya mempunyai pengaruh yang sangat luas. Kelima, karya-karyanya adalah karya-karya original. Ibarat pertandingan, maka saya ingin bertarung dengan yang terbaik. Saya mencari lawan yang sepadan.

Bila Ev. Daud Tony mengadakan KKR di Stadion Utama Senayan, maka maksimal akan hadir 150.000 orang. Bila saya menantang ajarannya di sana, maka berapa lama waktu yang tersedia bagi kami untuk saling menyerang dan mempertahankan pengetahuan diri sendiri? Berapa banyak jemaat yang dapat mengikutinya dengan seksama? Itu sebabnya saya memilih Sabdaspace, pasar Klewer sebagai tempat untuk bertarung. Ev. Daud Tony dapat membaca semua tulisan saya dengan teliti, merenungkannya, mendiskusikannya dengan teman-temannya lalu menyusun jawabannya dengan seksama. Sementara itu, semua pembaca baik yang membacanya saat ini maupun yang membacanya nanti dapat membaca semuanya, merenungkannya, mendiskusikannya dengan teman-temannya lalu memberikan komentarnya. Adakah arena pertarungan yang lebih baik lagi dibandingkan Sabdaspace?

yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini, sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah. II Korintus 4:4

Saya tidak bertarung dengan Ev. Daud Tony, tujuan utama saya bertarung bukan untuk mengalahkan Ev. Daud Tony. Namun saya sedang bertarung dengan ilah zaman ini yang telah membutakan mata banyak umat Kristiani sehingga tidak mampu melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus. Tujuan pertarungan saya adalah untuk menggugah umat Kristen yang terlena untuk bangkit bersama-sama menegakkan ajaran sejati Alkitab.

Walaupun yakin apa yang saya tulis adalah ajaran sejati Alkitab, namun belum tentu apa yang saya tulis itu benar. Oleh karena itu, maka dapat dikatakan pertarungan yang saya buka di Sabdaspace adalah pertarungan antara ilah zaman ini. Apabila tulisan Ev. Daud Tony benar, maka nama Allah dimuliakan dan seorang penyesat (hai hai) ditelanjangi abis-abisan. Apabila tulisan hai hai benar, maka nama Allah dimuliakan dan seorang penyesat (Ev. Daud Tony) dibuka kesalahan-kesalahannya. Siapakah yang paling diuntungkan dengan pertarungan semacam ini? Umat Kristen! Melalui pertarungan begini, maka umat Kristen dapat menguji pemahaman mereka sendiri. Apakah Iblis diuntungkan dengan pertarungan seperti ini? Tidak sama sekali! Iblis justru tidak diberi kesempatan untuk menyesatkan umat Kristiani.

Penyesat yang paling berbahaya adalah penyesat yang tidak tahu bahwa dia sedang menyesatkan! Dia menyesatkan demi nama Tuhan. Penyesat demikian patut dikasihani! Salah satu penyesat itu mungkin namanya Ev. Daud Tony, namun kemungkinan besar dialah hai hai.

GNOSISISME adalah gerakan pertama ilah zaman membutakan mata umat Kristiani untuk melihat Injil sejati. Seorang Gnosis yakin Allah membukakan suatu misteri khusus kepadanya. RHEMA artinya Allah berkata langsung kepada saya. Seorang Gnosis YAKIN: Karena mengetahui misteri langsung dari Allah, karena mendengar langsung suara dari Allah, karena mampu membedakan suara Allah atau suara setan, maka dia MUSTAHIL SALAH! Karena berkata-kata dengan hikmat dari Allah, mustahil dia salah.

GNOSISISME sekarang marak di antara umat Kristen. Banyak sekali orang yang mengaku mendapat GNOSIS, mendapat RHEMA. Mereka berlomba-lomba berkata, “Allah membukakan misteri ini kepada saya, Allah berkata langsung kepada saya, saya belajar langsung kepada Yesus Kristus, saya mendengar langsung dari Allah, saya mendapat hikmat dari Allah, saya mendapat nubuatan dari Allah, saya mendapat penglihatan dari Allah, saya yakin semua itu dari Allah, karena saya mampu merasakan bila itu dari Setan. Silahkan menguji semua yang saya ajarkan dengan Alkitab namun, bila anda menemukan hal yang bertentangan, itu bukan karena ajaran saya salah, namun karena kamu menafsirkan Alkitab dengan akal sedangkan saya mendapat gnosis, mendapat rhema dari Allah, mustahil saya salah.”

Gerakan GNOSISISME abad pertama melahirkan injil-injil rahasia (misal, injil Judas, Maria, Petrus, dll, dll). Gerakan GNOSISISME abad ini melahirkan buku-buku di mana ayat-ayat Alkitab ditafsirkan sesuai gnosis, sesuai rhema penulisnya bahkan di tambahi kata atau kalimat agar sesuai dengan gnosis atau rhema yang diterima.

MONARKIISME adalah gerakan kedua ilah zaman membutakan mata umat Kristiani untuk melihat Injil sejati dengan mengubah sistem kasta alam semesta. Yesus yang Allah turun derajatnya menjadi salah satu ciptaan Allah. Roh Kudus yang Allah turun derajatnya menjadi salah satu ciptaan Yesus, bahkan hanya suatu energi.

MONARKIISME abad ini mengubah sistem kasta alam semesta dengan menaikkan kasta Iblis menjadi penguasa dunia dan jiwa-jiwa manusia serta menaikkan kasta orang Kristen menjadi panglima malaikat (berkuasa memerintah malaikat) dan berkuasa memerintah Allah dengan mengklaim ayat-ayat Alkitab (janji Allah?), menggunakan Nama Yesus sebagai CAP SAKTI dan YAKIN (beriman?) Allah pasti mengabulkan permintaannya.

KOMPROMISME adalah gerakan ketiga ilah zaman membutakan mata umat Kristiani untuk melihat Injil sejati dengan menghitung jumlah orang yang memeluk agama Kristen. Semua cara halal selama hal itu menambah jumlah umat Kristen. Beerdoa kepada bunda Maria dan santa serta santo adalah bukti keberhasilan gerakan kompromisme yang bertahan hingga saat ini.

KOMPROMISME abad ini menggunakan nama OIKOMENE dengan KASIH sebagai dasarnya. Semua orang yang menyatakan Yesus adalah Tuhan adalah orang Kristen, semua ajaran yang membuat jumlah orang Kristen bertambah adalah KEBENARAN. Alkitab memang diakui sebagai dasar kebenaran, namun bila ada ajaran yang tidak sesuai dengan ajaran sejati Alkitab, harus dimaklumi selama ajaran itu membuat jumlah orang Kristen (orang yang menyebut Yesus Tuhan) terus bertambah. Yang berbulu pasti burung!

MISTIKISME mengajarkan umat Kristen untuk mencari dan mengimani pengalaman-pengalaman mistik sebagai kebenaran ajaran Alkitab. Gereja yang tidak mengajarkan mistikisme dianggap gereja yang tidak ada kebangunan rohani. Orang Kristen yang tidak mengalami pengalaman mistik dianggap orang Kristen yang tidak punya Roh Kudus dan tidak diberkati Allah. Mistikisme, saya menyebutnya Eforia, perasaan nyaman secara rohani dan jasmani jelas bukan ajaran sejati Alkitab. Teori REBAH sudah menjadi doktrin sebagian gereja. Teori TERTAWA DALAM ROH semakin marak di mana-mana. Anda pernah mendengar teori MENANGIS DALAM ROH? Sudah banyak gereja yang memasukkan memuji Allah dalam bahasa roh dalam liturginya. Bila ajaran sejati Alkitab tidak ditegakkan, maka percayalah tidak lama lagi banyak pengkotbah yang akan mengajak jemaat untuk PIKNIK KE SURGA dan NERAKA bersama-sama, bahkan lebih lanjut acara piknik ke surga dan neraka akan masuk dalam liturgi kebaktian gereja.

Alkitab adalah firman Allah, standard kebenaran Allah. Semua yang diajarkan oleh pengkotbah dan pengajar Kristiani harus menjadikan Alkitab sebagai standard kebenaran dan harus diuji. Jaman sudah berubah, umat Kristen tidak boleh lagi untuk tidak terlibat dalam usaha menegakkan ajaran sejati Alkitab. Yang belum tahu harus mencari tahu, yang sudah tahu wajib mengajar orang yang belum tahu. Dan semua itu harus dilakukan dengan menjadikan Alkitab sebagai satu-satunya standard kebenaran.