UNTUK SAUDARAKU JUBAH PUTIH
entah sudah sampai berapa kali aku mendengar
asma-nya kalian teriakkan....
membelah angkasa....
di tengah malam pekat...
dengan satu tujuan hancurkan... habisin... matiin...
kekerasan yang kalian pikir
satu-satunya jalan....
lalu kita bertemu di gedung MPR/DPR
aku sendiri di tengah lautan putih...
beberapa dari kalian men-sweeping ktp...
untung aku tidak kena...
TUHAN ALLAH bersamaku...
lalu aku bertanya kepada Hasan dan Achmad...
San, Mad... apakah benar begitu caranya...
mereka bilang... tidak... tidak begitu...
kami adalah agama yang damai.....
entah kenapa mereka radikal seperti itu...
mereka adalah oknum-oknum yang mempermalukan agama...
ahh... kataku...
di agama kami juga ada kok...
hanya
memakai kekerasan verbal saja...
jika tak setuju... hajar... habisi... tantang habis....
tapi dalam bentuk kata-kata....
mempermalukan keyakinan yang lain
tidak adanya toleransi
dan saling menghargai perbedaan
akar dari segala bentuk kekerasan...
aku harap peristiwa Monas yang terakhir...
dimana tua muda pria wanita...
dihalau seperti menghalau kambing...
bukankah lebih enak rasanya
jika diam bersama dengan rukun....
saling menghargai...
saling mencintai...
saling... ahhh...
mimpi...
aku senang dengan pemimpin mu
dia bilang...
berani berbuat... berani bertanggung jawab...
lalu... (kapan kita percaya hukum)
memang... ( hukum masih bisa disuap di tanah kami )
tapi... (semua ada sebab akibatnya)
pasti! ( tabur tuai berlaku )
TUHAN KUASA!
BIG GBU!
JM04062008.1139