Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Bagaimana menjalani masa remaja bersama Tuhan

victorc's picture

Bagaimana menjalani masa remaja bersama Tuhan

Apakah kalian kadang merasa kurang dimengerti dan didengar oleh orang dewasa termasuk orangtua? Atau kalian tidak memperoleh rasa aman dari orang tua?
Masa remaja memang merupakan masa yang paling sulit dalam kehidupan seseorang. Mereka sering merasa tidak dimengerti, kurang dicintai dan didengar oleh orang-orang dewasa. Mereka berjuang terhadap depresi dan tekanan sosial, dan sebagai akibatnya mereka bisa melakukan tindakan- tindakan yang keliru.

Kenakalan dan kejahatan remaja
Mungkin ada perbedaan antara kenakalan dan kejahatan, misalnya kenakalan belum tentu menjadi tindak kriminal. Tapi jika sudah menjadi kriminalitas remaja maka istilah yang tepat adalah "juvenile delinquency." Juvenile delinquent adalah seseorang yang masih di bawah umur 18 tahun, tapi melakukan tindakan yang seharusnya dikategorikan sebagai tindak kejahatan. Hal ini mencakup perampokan, pemerkosaan, vandalisme, gang, napza, dll.
Ada beberapa faktor yang dianggap dapat mempengaruhi resiko seorang remaja menunjukkan gejala juvenile delinquency:
- faktor sosial. Ingat juga I Kor. 15:33 "pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik..."
- faktor individual
- faktor tingkat sosioekonomi yang rendah
- faktor penolakan teman
- faktor pencapaian atau kegagalan dalam belajar
- faktor biologis, misalnya tingginya kadar serotonin dalam otak dapat memicu agresivitas. Sebaliknya, tingkat serotonin yang rendah mungkin berhubungan dengan gejala depresi.
- faktor attention deficit hyperactivity disorder (ADHD)
- faktor keluarga, misalnya gaya orangtua mendidik (otoriter dll)
Lihat misalnya http://en.m.wikipedia.org/wiki/Juvenile_delinquency.

Beberapa contoh problem yang kerap dialami remaja:
A. Merokok ( sering mulanya karena ikut ikutan)
B. Bullying
C. Mengutil ( shoplifting)
D. depresi
E. pergaulan bebas dan pornografi
F. Obesitas
G. Anorexia
H. Bulimia
I. Minum alkohol
J. Obat-obatan (napza)

Beberapa problem lain sifatnya kurang kentara dari luar, tapi bisa berdampak buruk, misalnya:
K. Kurang pede (low self-esteem)
J. Isolasi diri (antisosial), ada kecenderungan psikopatik
K. Keinginan bunuh diri yang kuat (meskipun temporer)
L. Ingin melawan orangtua, guru dan semua otoritas lainnya
M. Sulit percaya dan menyerahkan diri kepada Tuhan
N. Problem cinta, pacaran, putus dan galau
O. Problem menganggur dan waktu luang
P. mungkin adik-adik ada saran problem yang lain?

Salah satu alasan munculnya berbagai problem remaja tersebut adalah adanya hubungan yang kurang harmonis dengan orang tua. Bill Sanders mengungkapkan berbagai keluhan remaja terhadap orang tua mereka, antara lain:
- orang tua sering bertengkar
- orang tua tidak memupuk kasih dalam keluarga
- orang tua tidak punya waktu bersama untuk mendengar anak-anak mereka
- orang tua tidak menunjukkan kasih yang tidak bersyarat
- orang tua tidak dapat menjadi contoh
- orang tua tidak memiliki keberanian untuk berkata tidak
- orang tua tidak membantu anak-anak untuk membangun di atas dasar yang benar
- orang tua tidak membantu anak-anak menemukan bakat khusus mereka
- orang tua tidak pernah memeluk anak-anak mereka
- orang tua tidak pernah menunjukkan rasa bangga akan anak-anak
- orang tua tidak menyediakan waktu untuk belajar tentang kepribadian anak-anak
- orang tua cenderung melakukan segala sesuatu untuk anak-anak
- orang tua tidak memberi pertolongan kepada anak-anak untuk mengendalikan hidup
- orang tua tidak membantu anak-anak menemukan idola-idola
- orang tua tidak melatih anak-anak dalam mengambil keputusan yang baik
- orang tua tidak melatih anak-anak untuk mengatakan segala hal kepada orang tua

Meskipun orang tua kalian tidak sempurna dan memiliki banyak kelemahan, kalian mesti belajar untuk mengasihi mereka, karena orang tua juga mengasihi kalian dalam segala kelemahan mereka. Mintalah kepada Tuhan untuk melengkapi apa yang tidak diajarkan dan tidak diberikan oleh orang tua kalian.

Sebagai tambahan, salah satu faktor yang mungkin menyebabkan perilaku kenakalan remaja adalah karena kurangnya rasa aman akibat hubungan yang buruk dengan ibu saat masih bayi. Jika seorang bayi ditinggalkan atau diabaikan oleh ibunya, maka kemungkinan ia akan menjadi seorang pembangkang. Di sini kita perlu memperhatikan, bahwa sekalipun orangtua kita mungkin gagal memberikan rasa aman yang cukup, kita dapat terus bersandar kepada Tuhan, Sang sumber rasa aman yang sejati. Lihat Maz. 4:8.

Penutup
Sebagai pesan terakhir, memang dalam masa muda yang penuh gairah, banyak remaja memilih untuk menuruti bujukan teman untuk hidup berresiko, seperti minum alkohol, mencoba obat-obatan, pergaulan bebas dll, tapi sebaiknya kita mengambil jalan yang sempit dan menjaga tingkah laku kita sesuai dengan Maz. 119:9. Bersama kita Tuhan kita tidak akan goyah di tengah badai apapun hingga memasuki masa dewasa. Maz. 112:6; 121:3.

Tugas untuk dikerjakan
Sebagai penutup, kadang-kadang sebagai remaja sulit untuk mengungkapkan isi hati kita kepada orang tua. Nah sekarang kalian diberi kesempatan selama 10 menit untuk mengungkapkan apa yang kalian rasa perlu diperbaiki dari orang tua kalian. Tolong jangan lupa berikan nama kalian, sehingga jika saya ketemu dengan mereka, saya dapat menyampaikan saran dan keluhan kalian. Selamat menulis!

Tuhan kiranya senantiasa menyertai kalian semua.

25 juni 2014

__________________

Dari seorang hamba Yesus Kristus (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ, http://bit.ly/ApocalypseTV