Submitted by dessrei on

Apakah keselamatan kita dapat hilang?



"sebab kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu; jangan ada orang yang memegahkan diri" (Ef. 2: 8-9).


Ada 2 pandangan yang berbeda tentang keselamatan pertama, mengatakan bahwa keselamatan bisa hilang sehingga sebagai manusia kita harus menjaganya sedemikian rupa supaya keselamatan yang Allah berikan itu tidak hilang dan lenyap dari hidup kita. Kedua, keselamatan itu anugerah, artinya sekali di dalam anugerah, tetap di dalam anugerah dalam artian bahwa keselamatan itu tidak pernah hilang, jika kehilangan anugerah itu berarti memang tidak pernah memilikinya. Artinya kedua-duanya diyakini oleh orang percaya, tetapi mana yang lebih tepat sesuai dengan kebenaran Firman Tuhan? Keselamatan yang hilang atau yang tidak hilang? Yang karena usaha manusia atau karena kasih karunia? Jaminan keselamatan sangat penting bagi kehidupan rohani kita. Allah memanggil kita untuk memiliki keyakinan akan keselamatan kita untuk mendapatkan penghiburan serta kekuatan yang sudah Allah tawarkan di dalam jaminan keselamatan-Nya. Di dalam Roma 15 Paulus menyatakan bahwa Allah merupakan sumber ketekunan dan kekuatan kita (ay. 5). Menemukan keyakinan keselamatan kita adalah tanggung jawab dan hak istimewa. Alkitab secara eksplisit mengajarkan pemilihan Allah sejak kekekalan didasarkan pada kasih dan kerelaan kehendak-Nya (Ef. 5:1, 9). Dalam segala sesuatu Allah bekerja menurut kerelaan kehendak-Nya (Ef. 1:11). Hal ini bukan berarti Allah memilih secara acak, melainkan berdasarkan hikmat dan pengertian-Nya yang tidak terselami (Ef. 1:8). Karena pemilihan ini merupakan kehendak Allah yang bebas, maka pilihan seperti ini layak disebut kasih karunia (Ef. 1:6-7). Jadi keselamatan yang Allah berikan tidak akan hilang karena Allah memberikan ketekunan kepada setiap orang-orang pilihan-Nya. Kita dapat bertekun hanya karena Allah bekerja di dalam kita, dan oleh karena Allah selalu bekerja di dalam diri kita maka secara pasti kita dapat bertekun. Ketetapan Allah yang berkenaan dengan pemilihan tidak akan berubah, tidak seorangpun dari orang-orang yang dipilih-Nya akan binasa.


"Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita" (1 Yoh. 4:19).