Submitted by
thesheep
on
Peristiwa Tuhan Yesus meredakan angin ribut dan gelombang air di danau Galilea dicatat dalam kitab Matius 8:23-27, kitab Markus 4:36-41 dan kitab Lukas 8:22-25.
Tentunya buat para pembaca Alkitab, peristiwa ini sudah tidak asing lagi.
Sekarang, mari kita cermati lebih dalam peristiwa ini dari sudut pandang yang berbeda.
Yang menjadi pokok perhatian kita kali ini adalah:
1. Terdapat perbedaan kronologis rentetan kejadian pada akhir peristiwa antara apa yang dicatat dalam kitab Matius dengan apa yang dicatat dalam kitab Markus dan Lukas.
Yang saya maksudkan adalah sebagai berikut:
Mat 8:26) Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu menjadi teduh sekali.(TB).
Mar 4:39) Iapun bangun, menghardik angin itu dan berkata kepada danau itu: "Diam! Tenanglah!" Lalu angin itu reda dan danau itu menjadi teduh sekali.
40) Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"(TB)
Luk 8:24) Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Guru, Guru, kita binasa!" Iapun bangun, lalu menghardik angin dan air yang mengamuk itu.
Dan angin dan air itupun reda dan danau itu menjadi teduh.
25) Lalu kata-Nya kepada mereka: "Di manakah kepercayaanmu?" Maka takutlah mereka dan heran, lalu berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang
ini, sehingga Ia memberi perintah kepada angin dan air dan mereka taat kepada-Nya?"(TB)
Dalam kitab Matius, rentetan di akhir peristiwa adalah, Tuhan Yesus dibangunkan, lalu Tuhan Yesus MENEGUR para murid, dan kemudian MENOLONG dengan meredakan
angin ribut dan gelombang air tersebut.
Sedangkan dalam kitab Markus dan Lukas, Tuhan Yesus dibangunkan, lalu MENOLONG dengan meredakan angin ribut dan gelombang air tersebut, baru kemudian MENEGUR mereka.
Memang, makna umum dari peristiwa ini tidak berubah dengan adanya perbedaan ini. Tapi tak pelak, perbedaan ini membuat saya berpikir dari sudut yang berbeda.
Saya bukan sedang mempermasalahkan catatan mana yang benar, tetapi perbedaan ini menimbulkan satu pertanyaan sebagai berikut:
Apakah Tuhan MENEGUR LEBIH DULU, BARU KEMUDIAN MENOLONG, ataukah Tuhan MENOLONG LEBIH DULU, BARU KEMUDIAN MENEGUR?
Ataukah Tuhan dalam kebijaksanaanNya dapat MENYESUAIKAN langkah mana yang harus diambilnya, MENEGUR LEBIH DULU baru MENOLONG, atau MENOLONG LEBIH DULU baru MENEGUR?
Kalau Tuhan MENOLONG LEBIH DULU, lalu apa gunanya MENEGOR KEMUDIAN? Toh gue sudah tertolong…
Lebih masuk akal nih kalau Tuhan MENEGOR DULU. Biar Elo bertobat dulu. Kalau udah bertobat ditolong. Siip kan? Ternyata dalam peristiwa ini, TEGURAN dan
TINDAKAN Tuhan hanya BERSELISIH SEBENTAR SAJA, alias SEGERA sesudah MENEGOR, Tuhan langsung BERTINDAK MENYELAMATKAN mereka dengan MEREDAKAN angin ribut dan gelombang air tersebut. Jadi, bertobatnya setelah ditolong aja ya…
Mungkin ada juga yang berpendapat, EGP!!! Emang Gue Pikirin… Biarin saja Tuhan mau MENEGOR atau mau MENOLONG lebih dulu, ASAL gue masih DITEGOR dan
DITOLONG, berarti gue masih disayang Tuhan…
2Tim 2:13 jika kita tidak setia, Dia tetap setia, karena Dia tidak dapat menyangkal diri-Nya.(TB)
2. Terdapat perbedaan CARA MEMBANGUNKAN Tuhan Yesus.
Mat 8:25) Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Tuhan, tolonglah, kita binasa."(TB)
Mar 4:38) Pada waktu itu Yesus sedang tidur di buritan di sebuah tilam. Maka murid-murid-Nya membangunkan Dia dan berkata kepada-Nya: "Guru, Engkau tidak perduli kalau kita binasa?"(TB)
Luk 8:24) Maka datanglah murid-murid-Nya membangunkan Dia, katanya: "Guru, Guru, kita binasa!" Iapun bangun, lalu menghardik angin dan air yang mengamuk itu.
Dan angin dan air itupun reda dan danau itu menjadi teduh.(TB)
(Garis bawah dari saya)
Dalam kitab Matius, jelas para murid membangunkan Tuhan Yesus dengan PERMINTAAN TOLONG.
Sedangkan dalam kitab Markus dan Lukas, para murid terkesan PUTUS ASA.
Dalam kitab Matius, para murid terlihat masih memiliki sedikit harapan dan kepercayaan, sehingga mereka MEMINTA TOLONG kepada Tuhan Yesus. Kalau seseorang meminta tolong tentu kepada orang yang dianggapnya bisa menolong. Padahal mereka tahu, bahwa gurunya itu bukan seorang nelayan yang ahli dalam pelayaran seperti beberapa dari mereka.
Dalam kitab Markus dan Lukas, para murid terkesan sudah PUTUS ASA, bahkan mereka sudah mengatakan “KITA BINASA”. Kalau gampangnya: “MATI AKU!”. Mereka
membangunkan Tuhan Yesus dengan berkata bahwa MEREKA SEMUA akan BINASA BERSAMA.Jadi, Yesus bangun atau tidak, semuanya tetap akan BINASA BERSAMA.
Mereka tidak tahu, dalam keputusasaan mereka itulah Tuhan Yesus bangun dan SEGERA meredakan angin ribut dan gelombang air tersebut.
2Kor 12:10 Karena itu aku senang dan rela di dalam kelemahan, di dalam siksaan, di dalam kesukaran, di dalam penganiayaan dan kesesakan oleh karena Kristus. Sebab jika aku lemah, maka aku kuat.(TB)
Pokok perhatian kedua ini terkait pula dengan pokok perhatian kita yang ketiga.
3. Terdapat perbedaan ISI TEGURAN Tuhan Yesus bagi para murid.
Mat 8:26) Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu takut, kamu yang kurang percaya?" Lalu bangunlah Yesus menghardik angin dan danau itu, maka danau itu
menjadi teduh sekali.(TB)
Mat 8:26) And he says to them, Why are ye fearful, O ye of little faith? Then, having arisen, he rebuked the winds and the sea, and there was a great calm.(DARBY)
Mar 4:40) Lalu Ia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu begitu takut? Mengapa kamu tidak percaya?"(TB)
Mar 4:40) And he said to them, Why are ye thus fearful? how is it ye have not faith?(DARBY)
Luk 8:25) Lalu kata-Nya kepada mereka: "Di manakah kepercayaanmu?" Maka takutlah mereka dan heran, lalu berkata seorang kepada yang lain: "Siapa gerangan orang ini, sehingga Ia memberi perintah kepada angin dan air dan mereka taat kepada-Nya?"(TB)
Luk 8:25) And he said to them, Where is your faith? And, being afraid, they were astonished, saying to one another, Who then is this, that he commands even the winds and the water, and they obey him?(DARBY)
(Garis bawah dari saya)
Dalam kitab Matius, Tuhan Yesus menegur para murid KURANG PERCAYA, atau KURANG BERIMAN, atau IMAN KECIL (little faith). Artinya, masih punya kepercayaan atau iman, meskipun kecil. (Cat: Untuk bahasa Inggris saya memakai terjemahan Darby).
Sedangkan dalam kitab Markus dan Lukas, Tuhan Yesus menegur para murid TIDAK PUNYA IMAN, bahkan menurut Lukas, Tuhan Yesus sampai bertanya “DI MANA IMANMU/PERCAYAMU?”
Sekali lagi, kitab Matius mencatat dengan cara yang berbeda dengan Markus dan Lukas. Dan hal ini menimbulkan lagi pertanyaan:
APAKAH TUHAN MENOLONG ORANG YANG TIDAK MEMILIKI IMAN?
Kalau kita mengacu pada kitab Matius, saya kira tidak ada yang perlu dipertanyakan. Toh mereka masih MEMILIKI IMAN, hanya saja IMAN KECIL (little faith) atau
kalau menurut TB, KURANG PERCAYA, bukannya TIDAK PERCAYA. Buktinya mereka MEMINTA TOLONG. Wajarkan, kalau Tuhan menolong, toh mereka masih ada iman. Bukannya IMAN SEKECIL BIJI SESAWI sudah cukup? Hehehe.
Tapi kan kita tidak bisa mengabaikan kitab Markus dan Lukas?
Mengapa dalam kitab Markus dan Lukas, jelas-jelas para murid TIDAK PUNYAI IMAN atau TIDAK PERCAYA, atau setidak-tidaknya Tuhan sampai bertanya, “DI MANA
IMANMU/PERCAYAMU?”.
Ternyata Tuhan MASIH MENOLONG. Tuhan MASIH BERTINDAK. Tuhan MENYELAMATKAN mereka.
Tuhan meredakan angin ribut dan gelombang air tersebut.
Pula apa yang terjadi dengan PETRUS ketika ia MENCOBA BERJALAN DI ATAS AIR, dan TENGGELAM? Dia BIMBANG. Tetapi dia TETAP berteriak MINTA TOLONG kepada Tuhan
Yesus, dan Tuhan Yesus menolong.
Mat 14:30) Tetapi ketika dirasanya tiupan angin, takutlah ia dan mulai tenggelam lalu berteriak: "Tuhan, tolonglah aku!"
31) Segera Yesus mengulurkan tangan-Nya, memegang dia dan berkata: "Hai orang yang kurang percaya, mengapa engkau bimbang?"(TB)
Saya jadi teringat dengan PERANG DOKTRIN KESELAMATAN antara CALVINISME dengan ARMINIANISME.
Dalam peristiwa ini terjadi juga perbedaan mengenai KESELAMATAN, meskipun hanya sampai lingkup KESELAMATAN JASMANI.
Ketika itu para murid juga berada di antara ambang kematian dan kehidupan.
Apakah mereka SELAMAT atau BINASA.
Sebelum peritiwa ini, mereka semua (pernah) telah PERCAYA dan MENGENAL siapa Tuhan Yesus.
Saat peristiwa ini terjadi, mereka TIDAK PERCAYA atau setidak-tidaknya KURANG PERCAYA.
Tetapi mereka TETAP SELAMAT.
Menurut Anda, apakah murid-murid itu selamat karena TINDAKAN IMAN mereka MEMBANGUNKAN Tuhan Yesus, ataukah karena mereka mendapatkan ANUGERAH selamat dari peristiwa itu, sehingga meskipun ada SESUATU, Tuhan tetap SANGGUP menyelamatkan mereka?
Apakah membangunkan Tuhan Yesus termasuk TINDAKAN IMAN? Padahal Markus dan Lukas mencatat mereka TIDAK PUNYA IMAN? Saya tidak tahu apa yang akan terjadi KALAU Tuhan Yesus tetap tidur!!!
Apakah dengan demikian keselamatan yang mereka alami itu ANUGERAH? Keselamatan mereka bukan karena peran mereka, sehingga SEKALIPUN TIDAK ADA IMAN yang bangkit dari mereka, keadaan itu tidak merubah kehendak Tuhan untuk menyelamatkan mereka dari peristiwa itu?
Apakah prinsip yang sama dipergunakan juga dalam KESELAMATAN ROHANI?
Terlepas dari semua itu, kita sepakat bahwa Tuhan SANGGUP MENOLONG DALAM SEGALA KEADAAN KITA, karena DIA ADALAH ALLAH YANG MAHA KUASA. DIA SANGGUP MEREDAKAN ANGIN RIBUT dan GELOMBANG AIR. Dan DIA MENGERTI akan SEGALA KEBUTUHAN KITA. DIALAH YANG MENDENGAR SEGALA PERMOHONAN KITA dan SANGGUP MENGABULKANNYA.