Aku Benci Manusia Nge"ROH" dari HONGKONG
Temanku, sebut saja agus ( bukan nama sebenarnya ), dia adalah salah satu mantan karyawan kepercayaan n kesayangan seorang teman se gereja. Panggil aja dengan nama koh willy ( bukan nama sebenarnya ). Aku, agus, dan koh willy dahulu adalah teman satu gereja. Tapi kini agus pindah bekerja di Jogja, sedangkan koh willy pindah ke gereja lain n rumahnya di Magelang juga sudah dijual. Aku ndak tau dia sekarang tinggal dimana. Kisah ini diawali semenjak agus bekerja satu kantor dengan koh willy.
Masa Lalu...... Ketika mereka masih satu Kantor...Satu gereja.
Agus merupakan karyawan kesayangan dan tangan kanan dari koh willy. Sedangkan koh willy sendiri adalah pemilik usaha yang bergerak di bidang grosir kain ini. Sungguh sampai mati ngiri aku melihatnya. Koh willy merupakan orang yang baik dan suka membantu teman-teman gereja yang membutuhkan. Dipastikan semua pegawainya adalah teman-teman satu gereja. Tapi agus adalah karyawan yang paling disayangi karena sudah menjadi karyawan koh willy sejak lama. Koh willy sering mengajak teman sekantornya untuk main ke Jogja, muter2 mall, makan bareng, bahkan ke bukit doa rame-rame. Baik hati dan keren abisss dech orangnya. Namun itu dulu. Sebelum dia menikah.
Cik ketrin ( bukan nama sebenarnya ) adalah gadis Jakarta yang menjadi tambatan hati terakhir bagi koh willy. Dari wajahnya sich kesan pertama yang aku lihat adalah...Galak...Judes...Bawel. Tapi kalau sudah diajak ngobrol, gak bakalan berhenti dech. Ada aja yang jadi bahan pembicaraan. Nah kisahnya dimulai dech.......
Di Jakarta, cik ketrin terbiasa dengan gereja yang besar, nge-rock abizz. Nah mulai dech dia bosan melihat kondisi gereja yang koh willy berjemaat. ( Koh willy juga jadi Song Leader di gerejaku ). Koh willy sendiri juga merasa dia "tidak bertumbuh" dan kecewa dengan para pelayan yang ada. Semakin lama, semakin pudar semangat koh willy untuk melayani di gereja ku. Dia mulai sering datang ke gereja lain ( walau jauh dari Magelang ). Gereja ini lebih ngeroh dan keren abiss. Full ngeroh lah. Dimulai lah kisah2 membanding-bandingkan gereja dan pelayan. Tapi aku gak akan ceritain ah. Ntar jadi puaaanjjjjaaannnnng buaaannngggeetttt !!!!!!
Setiap senin, koh willy memulai usahanya dengan melakukan ibadah "doa peperangan". Menyaluti karyawan dan kendaraan dengan "minyak urapan". Terkadang setiap sabtu karyawan diajak ke bukit doa untuk doa bersama. Ini semua dilakukan semenjak koh willy mulai aktif berjemaat di gereja ngeroh di Temanggung.
Kini.......Ketika semua berubah.....Berbeda gereja
Inilah kisah agus-nya. he.he.he. Kisah ini diawali ketika agus tiba2 sms ke aku. "aku sudah gak kuat", bantu aku dalam doa. Wah aku kan jadi bingung, ada apa ini. Aku sms balik ke agus. Dia ceritain soal masalahnya dengan koh willy. Masalah agus dengan koh willy adalah masalah yang sebenarnya sudah lama. Agus meminjam uang dari koh willy sampah hampir "30 UTA". Dan dahuku koh willy tidak pernah mempermasalahkan cara dan besarnya pembayaran. Tapi itu dulu. Pernah suatu kali agus disidang di depan 2 saksi untuk menandatangani surat perjanjian pelunasan hutang yang ditetapkan 1juta perbulan dan harus disetor sebelum tanggal 5 tiap bulannya. Koh willy berpikir bahwa agus keluar bekerja karena ingin lari dan menghindar. Padahal koh willy sendiri yang sebelumnya berencana untuk menutup usahanya dikarenakan tidak ada kesehatian di antara para karyawannya. Dan juga karena dia ingin melayani di gereja yang ngeroh tersebut. Bukankah sudah sewajarnya agus mencari pekerjaan yang lain??? ( info aja...kini usaha koh willy sudah berhenti. Dia jadi salah satu penyiar radio rohani di kota MAGELANG ).
Bahkan akhir-akhir ini, koh willy sering mendatangi rumah agus dan memaki-maki orang tua agus yang notabene gak tau apa-apa. Memang si agus tidak pernah pulang. Bukan karena dia takut dengan koh willy, tapi karena dia berpikir percuma lah ketemu koh willy. Kan yang penting mebayar hutangnya. Bulan yang lalu agus kecelakaan. Dia dirawat 2 hari di rumah sakit di Jogja. Terpaksa dech uangnya dipakai untuk membiayai perawatannya. Dia menunggak. Koh willy tidak mau tahu. Bahkan terakhir, agus akan dijebloskan ke penjara kalau tetap gak mau bayar tepat waktu. Bayangkan, itu baru nunggak satu bulan, yang dikarenakan kecelakaan. Aku bener-bener jengkel.Koh willy yang dulu baik banget, kini setelah dia jadi manusia yang lebih "ngeroh" koq malah jadi kaya begini. Katanya sering "doa peperangan", baca Firman 10 pasal tiap hari, bahasa roh minimal 10 menit, pakai "minyak urapan" koq malah jadi kaya orang sinthing begini. Sungguhkah ini akan menggenapi Matius 7 : 22 Pada hari terakhir banyak orang akan berseru kepada-Ku: Tuhan, Tuhan, bukankah kami bernubuat demi nama-Mu, dan mengusir setan demi nama-Mu, dan mengadakan banyak mujizat demi nama-Mu juga? 7:23 Pada waktu itulah Aku akan berterus terang kepada mereka dan berkata: Aku tidak pernah mengenal kamu! Enyahlah dari pada-Ku, kamu sekalian pembuat kejahatan!" ????????
Aku BENCI manusia "ngeroh". Berbahasa roh-lah sampai mulutmu berbusa, tanpa karakter yang benar, semuanya sia-sia.
Kini ketika aku ditanya istriku, ko kamu percaya ndak kalau pelayan mimbar di gereja2 ngeroh n besar para pelayannya bener-bener punya hidup yang benar ? Jawabnku sudah pasti : TIDAK. Tuhannya MUNGKIN AJA bener, tapi kalau soal manusianya...tunggu dulu dech.
Silahkah anda menganggap diri anda suci dan lebih rohani daripada orang-orang yang tidak "ngeroh", satu aja pesanku buat para manusia "ngeroh" yang kebablasan...."MAKAN TUCHHH NGEROH!!!"
Selamat ngeroh.
Aku hampir tersesat dan terhilang. Doakan aku !!!
aku tahu bahwa standar kita bukanlah manusia disekitar kita, tapi sungguh aku tak kuasa karena aku melihat terlalu banyak manusia ngeroh kebablasan disekitarku. Mereka sibuk mencari hal-hal yang "ngeroh" tapi hidup mereka Munafik. Karena mereka para seniorku. Yang aku sebenarnya sungguh ingin menghargai dan banyak belajar dari mereka.
AKU Kecewa....
Setiap manusia dihakimi oleh perkataannya sendiri.