Alkitab berkata, "Pastikan bahwa tidak ada akar kepahitan yang menyebar dan membuat kekacauan sehingga banyak orang tercemar karenanya"
Kepahitan dikatakan sebagai akar. bisa kita bayangkan walau bagaimanapun kita tidak dapat melihat akar, ia ada didalam. Jika kita memiliki kepahitan didalam bathin kita, maka ia akan mempengaruhi seluruh area kehidupan kita. Hal ini akan mencemarkan kepribadian kita dan sikap kita, demikian pula halnya dalam relasi kita dengan sesama.
Ibrani 12:14,15 :
Berusahalah hidup damai dengan semua orang dan kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. Jagalah supaya jangan ada seorangpun yang menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar yang pahit yang menimbulkan kerusuhan dan mencemarkan banyak orang.
Saat saya membaca ayat ini saya berpikir bahwa pohon dapat tumbuh besar karena ada akar yang kuat didalam tanah. Pohon tumbuh besar karena mendapat suplai makanan dari akar. Makanan menyebar ke batang pohon, ke cabang, ke ranting, ke daun, ke bunga, dan ke buah-buahan.
Kembali saya berpikir, hidup damai dengan semua orang artinya tidak ada lagi kemarahan, iri dengki, kecemburuan, sakit hati, dendam kesumat. Bagaimana ya caranya?
Misalnya saya mau damai dengan temanku, tapi dia itu tidak berhenti membuat masalah, kata2nya pedas, punya hobi mencela, sering ngengumbar kejelekan orang, maka ku elus dadaku, sing sabar.., sing legowo... Jangan termakan bujukan Iblis.
Kejarlah kekudusan, mengejar berarti berusaha dengan mengeluarkan tenaga luar dan dalam untuk mencapai gol/target yaitu kekudusan.
Sebab tanpa kekudusan tidak seorangpun akan melihat Tuhan. Nah lo ... syarat mutlak... wah.
Jagalah jangan ada seorangpun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar pahit yang menimbulkan kerusuhan dan mencemarkan banyak orang.
Jadi mari kita menggapai kasih karunia Allah, supaya
kasihnya menguatkan kita untuk bertumbuh dan berbuah yang lebat dan baik.
Salam"