Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Sulam-Yaakov

victorc's picture
Shalom, selamat sore saudaraku. Beberapa waktu lalu ada sebuah film yang cukup menarik perhatian karena mengisahkan perjalan antar bintang, judulnya Interstellar. Tidak hanya kalangan non-ilmuwan yang berkomentar terhadap film ini, namun juga para ahli teori gravitasi sekelas Prof. Kip S. Thorne dari Caltech ikut juga menulis paper yang seakan ingin memberi landasan teoretis atas gagasan film tersebut.(5) Lihat juga (6). Sebagai catatan, Prof. Kip Thorne adalah salah satu ko-penulis dari sebuah buku yang hingga kini dianggap sebagai kitab babon tentang teori gravitasi, terutama tentang teori relativitas umum Einstein. Judul buku yang diterbitkan sekitar tahun 1970 itu berjudul "Gravitation," yang ditulis bersama Misner dan Wheeler, atau biasa disingkat MTW (Misner, Thorne, Wheeler).

Interstellar
Perjalanan antar bintang memang topik perbincangan yang sangat hangat di kalangan para ahli teori gravitasi. Secara teoretis, perjalanan antar bintang fidak dapat dilakukan mengandalkan teknologi propulsi roket standar, karena pasti bahan bakar yang diperlukan bisa mencapai jutaan liter. Karena itu para ahli fisika mengembangkan berbagai teori untuk memungkinkan perjalanan antar bintang. Sejauh yang saya ketahui, ada paling tidak 2 teori yang banyak dikembangkan akhir-akhir ini, walaupun belum ada yang sampai tahap eksperimen praktis, yaitu: a. Teori Warpdrive (misalnya menggunakan gagasan Alcubierre), dan b. teori lubang cacing atau wormhole. 
Perbedaan di antara keduanya adalah: Warpdrive pada intinya melipatkan ruangwaktu di sekitar pesawat, sehingga pesawat itu secara lokal tidak melampaui kecepatan cahaya, namun secara global dapat menembus kecepatan cahaya. Idenya kalau tidak keliru dikembangkan berdasarkan suatu percobaan super-rahasia yang dilakukan oleh AL Amerika sekitar tahun 1943, konon dalam supervisi Einstein. Nama proyek tersebut adalah "Philadelphia Experiment," dan bahkan sudah difilmkan meski tidak beredar luas.(11)(12) 
Sementara itu, lubang cacing pada dasarnya adalah suatu terowongan yang menembus lipatan ruangwaktu sehingga suatu pesawat dapat "melanggar" secara lokal batasan kecepatan cahaya. Biasanya para ahli hanya mengkaji lubang cacing teoretis, yang disebut intraversable wormhole, dan baru dekade terakhir ini saja mulai muncul beberapa kajian yang lebih mendekati skala eksperimental, yang disebut: traversable wormhole (lubang cacing dalam skala agak besar yang memungkinkan untuk dilalui pesawat berawak).

Lubang cacing dalam Alkitab?
Adalah menarik untuk mengamati bahwa dalam Alkitab pun ada kisah yang bagi saya mendekati dengan apa yang digagas oleh para fisikawan dewasa ini. Kisahnya jauh lebih dahsyat, yakni tidak hanya tentang perjalanan antar bintang, namun juga perjalanan antara bumi ke surga secara ulang-alik.
Dalam kitab Kejadian ada sebelas kali disebut tentang Betel, namun kisah Yakub sungguh menggelitik, setidaknya bagi sebagian orang termasuk saya.
Mari kita lihat teks Kej. 28:12, 18-19 berikut:

    12 "Maka bermimpilah ia, di bumi ada didirikan sebuah tangga yang ujungnya sampai di langit, dan tampaklah malaikat-malaikat Allah turun naik di tangga itu. 
    13  Berdirilah TUHAN di sampingnya dan berfirman: "Akulah TUHAN, Allah Abraham, nenekmu, dan Allah Ishak; tanah tempat engkau berbaring ini akan Kuberikan kepadamu dan kepada keturunanmu.  
    14  Keturunanmu akan menjadi seperti debu tanah banyaknya, dan engkau akan mengembang ke sebelah timur, barat, utara dan selatan, dan olehmu serta keturunanmu semua kaum di muka bumi akan mendapat berkat.  
    15  Sesungguhnya Aku menyertai engkau dan Aku akan melindungi engkau, ke manapun engkau pergi, dan Aku akan membawa engkau kembali ke negeri ini, sebab Aku tidak akan meninggalkan engkau, melainkan tetap melakukan apa yang Kujanjikan kepadamu."  
    16  Ketika Yakub bangun dari tidurnya, berkatalah ia: "Sesungguhnya TUHAN ada di tempat ini, dan aku tidak mengetahuinya."  
    17  Ia takut dan berkata: "Alangkah dahsyatnya tempat ini. Ini tidak lain dari rumah Allah, ini pintu gerbang sorga."  
    18  Keesokan harinya pagi-pagi Yakub mengambil batu yang dipakainya sebagai alas kepala dan mendirikan itu menjadi tugu dan menuang minyak ke atasnya.  
    19  Ia menamai tempat itu Betel; dahulu nama kota itu Lus."

Misteri tangga Yakub (Hebrew: sulam Yaakov) ini telah diulas oleh banyak ahli, dan juga telah diangkat menjadi musik dan film.(1)(2)(3)(7)(8)
Satu hal yang patut dicatat di sini adalah bahwa sejujurnya saya meragukan keabsahan teori relativitas umum Einstein. Ada beberapa alasan yang membuat saya meragukannya, salah satunya adalah karena teori tersebut digagas berdasarkan percobaan pikiran (Jerman: gedankeneksperiment) tentang elevator yang jatuh dari ketinggian tertentu. Artinya teori ini tidak berakar secara mendalam pada eksperimen yang ketat di labratorium. Keberatan kedua adalah bahwa hipotesis atau lebih tepatnya postulat ekivalensi Einstein masih dapat diperdebatkan. Ada beberapa percobaan mutakhir yang diajukan untuk menguji hipotesis ekivalensi (kesetaraan) antara massa inersial dan massa gravitasi. Lihat misalnya disertasi doktoral Andrias Fajarudin di ICTP, Trieste.(9)(10)
Karena itu, mungkin saatnya untuk kembali kepada teori alamsemesta Newtonian, dan menariknya sudah ada beberapa makalah ilmiah yang membahas tentang kemungkinan teoretis dari lubang cacing dalam alamsemesta Newtonian tersebut. Lihat paper Lus dan Lemos (4).
Pertanyaan untuk direnungkan: mungkinkah anak tangga dalam mimpi Yakub di Betel tersebut merupakan salah satu varian dari lubang cacing Newtonian? Tentu ini merupakan dugaan awal, mungkin perlu dilakukan percobaan khusus di Betel untuk menguji hipotesis tersebut.

Penutup
Dalam artikel ini, penulis mendiskusikan salah satu peristiwa yang unik dalam kitab Kejadian, yang dikenal sebagai sulam Yaakov, khususnya dari sudut pandang teori gravitasi kontemporer. Semoga artikel ini dapat memicu nalar berpikir pembaca.

versi 1.0: 9 juni 2017, pk. 17:03
VC

Referensi:
(1) the ladder of Jacob. Url: http://www.ma.huji.ac.il/~kazhdan/Shneider/apocr2010/Kugel.Ladder.book.pdf
(2) John Watson. Url: http://www.thelivingmoon.com/42stargate/03files/Ladder_Heaven.html
(3) https://en.m.wikipedia.org/wiki/Jacob%27s_ladder
(4) Lus and Lemos. Newtonian wormhole. Url: https://arxiv.org/pdf/1505.06260.pdf
(5) https://arxiv.org/pdf/1502.03809.pdf
(6) https://arxiv.org/pdf/1612.04643v1.pdf
(7) http://saintdavids.org.au/wp-content/uploads/2014/09/Jacobs-Ladder-Genesis-28-STD.pdf
(8) http://www.maverickscience.com/Ladder.pdf
(9) Andrias Fajarudin. Url: http://www.fisikanet.lipi.go.id/data/1014224401/data/1283902183.pdf
(10) https://ntrs.nasa.gov/archive/nasa/casi.ntrs.nasa.gov/19820014204.pdf
(11) http://www.offthegridnews.com/misc/the-philadelphia-experiment-separating-fact-from-fiction/
(12) http://www.imdb.com/title/tt2039399/
__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.