Submitted by manusia biru on

Orang tua bilang bahwa setiap peristiwa yang terjadi dalam kehidupan kita, pasti ada  hal baik yang tersimpan di sana. Apakah benar dalam setiap peristiwa selalu ada hal baik yang bisa kita petik? Peristiwa hanyalah peristiwa .... datang dan pergi. Ada hal baik atau tidak, ya ... tergantung kita menyikapinya ... hehe. Kalau dipikir sih bener juga. 


Terlalu banyak peristiwa jadi lupa apa saja yang telah saya petik ... hehe. Mungkin terlalu sering tidak mendapatkan hal baik karena hanya yang buruk saja yang sering kali memenuhi otak. Hufff, susah sih mencari hal baik dari peristiwa yang buruk. Apalagi setiap hari peristiwa yang terjadi berganti-ganti dan tak sempat merenung apalagi cari makna baik dari peristiwa itu. 

Pernah suatu kali mencoba mencari sisi baik dari peristiwa buruk yang kualami. Mencoba sebisa mungkin, berpikir positif, dan mencoba berdamai dengan peristiwa yang terjadi .... huwahhh, malah keraguan yang muncul. Ragu pada diri sendiri, "Wah, aku hanya menyenangkan dan menentramkan hati saja, padahal jelas-jelas peristiwa ini sangat tidak menyenangkan." Di lain pihak, hati terus bergejolak, "Tetap berpikit yang baik-baik, dia tidak jahat, semua ini hanya masalah biasa, bla bla bla." Seperti dua kutub yang terus-menerus menarik, aku pun malah berpikir bahwa aku hanya mengasihani diri sendiri, membela diri, dan menyenangkan hati sendiri. Cape deh ... tidak menemukan hal baik, tetapi malah tertuduh sana-sini.

Memang, tidak mudah mencari sesuatu yang baik di tengah-tengah peristiwa yang buruk. Apakah itu berarti mustahil untuk dilakukan? Tidak juga. Kalau kita mencarinya dengan kekuatan diri sendiri, ya sudah ... pasti kesimpulannya hampir mirip dengan pengalamanku di atas. Aku percaya bahwa Tuhan bisa memampukan kita melihat hal baik dalam peristiwa yang buruk jika kita memintanya. Bukan untuk mengasihani diri sendiri, tetapi untuk melihat bagaimana Tuhan berkarya dalam peristiwa itu. Bukan hal-hal baik sesuai pikiran kita, tetapi hal-hal baik dari Tuhan, bagaimana Ia menolong kita dan apa yang telah Ia kerjakan dalam diri kita ketika menghadapi peristiwa itu.