Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

kesembuhan ilahi

victorc's picture

Holistik

Shalom saudaraku, pagi ini ijinkan saya berbagi hasil survei kecil yang saya lakukan kepada beberapa pendeta yang saya kenal. Survei itu via sms, dan berisi suatu pertanyaan tunggal. Namun sebelum saya membahas hasil survei tsb, ada baiknya kita telusuri kisah yang mengawalinya.
mujizat's picture

Kesembuhan yang aneh, atau kebetulan?

Hmm. Tukang mimpi, tapi emang mimpi ngak bisa dibikin sendiri. Malam tadi ku jalani dengan perjuangan, karena  sering terbangun lantaran batuk yang bandel dan "dalam" banget, rasa gatal di saluran pernafasan berlendir. Sudah jalan 3 harian. Tapi seperti "tradisiku", ngak mungkin aku beli obat hanya untuk urusan batuk, melainkan aku terus mencari-cari penyebabnya, kenapa Tuhan ijinkan aku alami batuk ini?What's wrong with me? Introspeksi. Lalu di penghujung tidurku, aku bermimpi aneh, tapi ketika aku terbangun, batuk aku juga lenyap seperti tak berbekas.

Dalam mimpi, aku berada di suatu tempat agak gelap bersama teman2. Seorang teman mengarahkan kameranya kepada suatu obyek. Ya, bersyukur saat ini ada camdig yang sensitif banget, sampai-sampai malam hari dengan penerangan lampu minim dan tanpa blitz juga hasil pemotretan cukup jelas. Mataku mengikuti obyek yang hendak dipotret teman aku. Sesosok tubuh manusia ramping dengan jubah warna abu-abu dengan mata sedikit merah. Seorang nenek dengan rambut sudah putih seluruhnya,

mujizat's picture

Kesembuhan bersyarat

Di abad ini Tuhan Yesus banyak mengerjakan mujizat, ada kesembuhan dimana-nama yang dilakukan oleh Yesus Kristus ketika Dia melihat seorang sakit yang percaya kepada-Nya atau yang dilayani oleh seorang hamba-Nya yang memiliki iman yang benar atau yang dibawa oleh sebuah keluarga yang beriman kepada Anak Allah ini. Namun yang terkadang terjadi adalah orang-orang kristen sendiri yang MENOLAK mujizat-mujizat itu dan menyebutnya sebagai bukan dari Allah, terutama kalau kemudian si pasien sakitnya KUMAT  lagi, atau yang tadinya sembuh secara mujizat tiba-tiba sakit lagi bahkan kemudian meninggal dunia, lalu beramai-ramai orang kristen men-cap hamba Tuhan yang melayaninya sebagai sesat, karena faktanya kesembuhan tidak permanen. Karena itu kita akan belajar dari Alkitab mengenai kesembuhan ilahi ini, dan benarkah setiap orang yang disembuhkan secara mujizat TIDAK MUNGKIN kambuh lagi?

mujizat's picture

Menyembuhkan seseorang terinfeksi virus HIV Aids

MENYEMBUHKAN SESEORANG YANG TERINFEKSI HIV AIDS

Kesaksian berikut membuktikan bahwa Tuhan sanggup menyembuhkan penyakit HIV Aids sejalan dengan iman.

Kisahnya dimulai ketika seseorang, kusebut saja dengan Ruth, tergerak memberitakan injil kepada sepasang suami isteri yang sebelumnya menganut agama non-Kristen. Si isteri sudah pernah diserahkan kepada dewi Kwan Im, sementara suaminya juga sudah pernah diserahkan kepada dewa Kwan Kong. Antara Ruth dengan keluarga, kusebut saja bapak Santoso, nama Indonesia, mereka sudah cukup kenal. Ketika Ruth memberitakan injil, pada mulanya keluarga itu menolak, tetapi Ruth tidak jemu-jemu memberitakan injil, walau mereka tolak. Bahkan pernah mereka berkata:”Ruth, sudahlah, aku sudah jemu mendengar ceritera kamu, Yesus kamu. Mana, katanya Yesus mau datang kembali, mana buktinya, mana?..”

mujizat's picture

Perintah Abadi

Keberadaan Bumi dan benda langit lainnya tidak lepas dari mujizat, yaitu perbuatan yang dilakukan Allah, yang seperti dipercaya oleh banyak orang bahwa baik bintang-bintang (termasuk matahari?) maupun planet-planet diciptakan dari ketiadaan. Lalu, setiap peristiwa mujizat dapat terjadi karena Allah atau Elohiym memang menghendaki untuk melakukannya. Ketika tongkat Musa berubah menjadi seekor ular jejadian, atau ketika tangan Musa berubah menjadi berwarna putih seperti salju (kusta?), itu karena Tuhan yang menghendakinya. Jika dua mujizat itu terjadi oleh “kesaktian” Musa, maka adik Harun ini tentulah dapat melakukan keajaiban-keajaiban seperti itu sesuka hatinya. Atau kalau tongkat Musa memang bertuah (sakti) maka Musa bisa sembarangan atau kapan saja mengacungkan tongkatnya ke Laut Teberau, dan tentulah Laut itu akan terbelah seperti yang pernah terjadi, kapan saja Musa menginginkannya. Masih banyak lagi peristiwa ajaib, khususnya mujizat yang telah terjadi, yang memang penyebabnya ialah kehendak Allah. Oleh karena itu, bagaimanapun juga, kehendak Allah lah yang menyebabkan terjadinya sebuah mujizat. Namun mungkin ada yang belum tahu bahwa Tuhan sebenarnya telah memberikan perintah “abadi” supaya hamba-hamba-Nya melakukan sesuatu, atau “menekan tombol” agar dengan itu Allah melakukan keinginan-Nya mengerjakan mujizat.

sandman's picture

Dengarlah Pasir berbisik, AKU tak percaya MUJIZAT

Beberapa hari kebelakang saya mendapatkan kabar yang kurang baik dari beberapa sahabat, kabar pertama datang dari sahabatku di jakarta, lewat sms dia mengabarkan kakeknya menderita sakit tumor dan kanker prostat, saat itu saya sedang perjalanan ke Solo.

mujizat's picture

Seorang bapak dengan sepatu tas kresek

minor-latin;mso-hansi-font-family:Calibri;mso-hansi-theme-font:minor-latin">SEORANG BAPAK DENGAN SEPATU TAS KRESEK