Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Conscience = Akal Budi?

sincere's picture

Ratio, instuisi, instink, akal budi.

Manusia berpikir memakai otak/akal tapi juga memakai hati. Hati terutama dilibatkan didalam mempertimbangkan baik dan buruk, bermoral atau tidak suatu keputusan. Menguntungkan atau tidaknya sebuah keputusan tidak memakai hati, tapi ratio/akal.

 

Orang berpendidikan tinggi mempunyai ratio yg sdh sangat terasah, sehingga dlm memutuskan sesuatu lbh banyak memakai ratio.

 

Sebaliknya yg mendalami agama dangkal, keputusan hati lah yg dominan, demikian pula orang yg pendidikan nya minim.

 

Yg paling ideal, ketika akal/ratio seseorang yg berpendidikan tinggi/sangat tinggi selaras/harmonis, kompak dengan hati nya, dalam memutuskan baik buruk, bermoral atau tidaknya suatu perkara.

sincere's picture

Akal budi aseli made in Indonesia?

Seseorang tidak akan bisa memimpin sebuah negara jika ia tidak sukses memimpin sebuah kota. Dia tidak akan bisa menjadi pemimpin sebuah kota jika tidak berhasil memimpin sebuah keluarga. Dia tidak akan pernah sukses menjadi pemimpin sebuah keluarga jika tidak berhasil memimpin dirinya sendiri. Dan bagaimana bisa memimpin dirinya sendiri, jika akal budinya gagal memimpin hawa napsunya?

jesusfreaks's picture

Descartes : Cogito Ergo Sum

Saya berasio maka saya beriman

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

sincere's picture

Oportunis; pragmatis; idealis; realis

Saya pernah bertanya kepada tiga rekan kerja di pabrik tempat saya bekerja. Yang pertama, Ad, latar belakang akuntansi, pernah berkarier di berbagai perusahaan, dari serabutan s/d sales dan coba-coba berwiraswasta. Yang kedua, Gr, ibu rumah tangga merangkap wiraswasta. Pemahaman bahasa Inggris Gr minim sekali, saya harus terjemahkan pertanyaan kedalam bahasa Mandarin. Last but not least, Min, dia seorang dokter, pernah praktek di Jateng, sebelum menekuni profesinya Min berlatar belakang wirausaha, podo wae.

 

Pertanyaannya begini: Sifat/sikap kita (ini hanya keterangan tambahan sebagai penjelas tulisan- ketika menghadapi berbagai situasi, dilingkungan keluarga, tetangga, masyarakat, ditempat kita bekerja/berkarya ataupun berusaha) secara garis besar saya bagi jadi empat: oportunis, pragmatis, realis, idealis. Kalian masuk kategori mana? 

 

Ad spontan menjawab, aku oportunis, oportunis tulen. Saya suka jawaban spontan, mencerminkan keterusterangan, apa adanya. Memang aku sudah lama tahu, itulah Ad, sang oportunis tulen. 

 

Gr berpikir sejenak, setelah membaca terjemahan didalam bahasa mandirin "Aku ini orang realis, iyalah, hidup ini kita haruslah realis" Gr bukanlah orang yang spontan/jujur/terus terang. Dari raut wajahnya, dari pertama kali kenal dan berkomunikasi, saya sdh berkesimpulan, dia itu seorang oportunis. She always calculates.

 

Bagaimana dengan pak dokter?

jesusfreaks's picture

Pragmatis

Kayaknya pragmatis

__________________

Jesus Freaks,

"Live X4J, Die As A Martyr"

-SEMBAHLAH BAPA DALAM ROH KUDUS & DALAM YESUS KRISTUS- 

sincere's picture

Ranah Ratio

Oportunis, pragmatis, realis, idealis, ada di ranah ratio. Bagaimana supaya huruf mandarin bisa tampil as it/apa adanya di SS? Klo aku terjemahkan ke tulisan bhs mandarin, arti sesungguhnya akan tampak lebih jelas. Siapa tahu, JF sesungguhnya bukan pragmatis.

Masih ingat slogan Deng Xioaping: It doesn't matter if a cat is black or white, so long as it catches mice.