Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs SABDASpace

Loading

Altruisme

victorc's picture
Teks: Yoh. 13:34-35
Pengkhotbah: Pdt. Sumardiono

    34  Aku memberikan perintah baru kepada kamu, yaitu supaya kamu saling mengasihi; sama seperti Aku telah mengasihi kamu demikian pula kamu harus saling mengasihi.  
    35  Dengan demikian semua orang akan tahu, bahwa kamu adalah murid-murid-Ku, yaitu jikalau kamu saling mengasihi.

Shalom, selamat siang saudaraku. Pagi ini khotbah minggu yang saya dengar adalah tentang kasih yang tidak egois. Terinspirasi khotbah tersebut, saya lalu tergerak untuk menulis artikel ini. Namun artikel ini hanya akan menuangkan refleksi saya tentang egoisme serta lawan katanya, altruisme.

Egoisme: Utility maximization
Sejak zaman dahulu kala, manusia cenderung mendahulukan egonya ketimbang sesamanya. Hal ini kemudian dikukuhkan oleh Adam Smith yang menulis antara lain bahwa masyarakat akan menjadi makmur jika setiap orang bebas mengejar kepentingan-kepentingannya secara individual. Itu yang kemudian menjadi dasar dari suatu prinsip ekonomi yaitu memaksimalkan utilitas (utility maximisation).
Prinsip ekonomi tersebut lalu dikuatkan lagi oleh buku Richard Dawkins berjudul The Selfish Gene (1976, Oxford University Press), yang intinya mengajarkan bahwa sel-sel dalam tubuh manusia juga mengutamakan kepentingannya sendiri. Dawkins lalu dikenal sebagai tokoh Neo Darwinisme.
Bagaimana dengan umat Kristen saat ini?
Kalau mau jujur, meskipun Yesus sudah memberikan perintah baru untuk saling mengasihi, namun gereja seringkali justru menonjolkan egoismenya di tengah-tengah masyarakat. Misalnya dengan membangun banyak megachurch serta mengajarkan teologi kemakmuran, yang sebenarnya adalah prinsip maksimalisasi utilitas yang dibungkus dengan kedok ajaran Alkitab. Itulah yang sebenarnya dikecam oleh Yesus sebagai serigala berbulu domba. Lihat Mat. 7:15.
Lalu apa lawan kata dari egoisme? Jawabannya adalah altruisme.  Mari kita simak beberapa kisah dalam Injil yang mengajarkan altruisme.

Altruisme
Altruisme yang artinya selflessness merupakan lawan kata dari egoisme, meskipun kata ini agak jarang terdengar dewasa ini. Altruisme atau kasih adalah perwujudan cinta kepada Tuhan yang kita teruskan kepada sesama yang menderita. Itu adalah inti dari ajaran Yesus (Mat. 22:37-41). 
Hal ini nampak misalnya dalam kisah pemuda yang datang kepada Yesus dan menanyakan jalan menuju sorga. Yesus yang tahu bahwa pemuda itu telah menaati seluruh hukum Allah hanya menyuruh dia menjual semua hartanya dan membagikan kepada orang-orang miskin, lalu mengikut Yesus (Luk. 18:22). Yesus sebenarnya hendak mengajarkan pemuda itu untuk menerapkan altruisme, bukan hanya sekadar ketaatan akan hukum-hukum. Demikian juga Zakheus diterima pertobatannya, karena ia sudah belajar menerapkan altruisme (Luk. 19:8). 
Masih banyak contoh yang bisa disebutkan yang menegaskan bahwa altruisme, belaskasihan, dan pengampunan adalah ajaran sentral dari Yesus Kristus, dan kita sebagai murid-muridNya mesti menerapkannya sebagai jalan hidup kita. Sebab Tuhan menyukai kasih setia, bukan korban sembelihan (Hos. 6:6).
Penerapan altruisme ada beberapa hal, misalnya dalam ekonomi dikenal sebagai kooperasi (kerjasama).(1) Kita mesti bersyukur bahwa dalam UUD 45 pasal 33 ditegaskan bahwa ekonomi kekeluargaan merupakan ciri ekonomi Indonesia. Artinya kooperasi dan altruisme mesti merupakan landasan hidup berbangsa, bukan maksimalisasi utilitas. Lalu bagaimana penerapan praktisnya? Tentu ini pekerjaan rumah bagi para ekonom Indonesia.
Demikian juga altruisme mesti diterapkan dalam kepemimpinan baik sekuler maupun gerejawi.(2)
Satu hal yang menarik, seorang ahli biologi evolusioner yaitu Jaroslav Flegr menulis buku Frozen Evolution yang isinya antara lain menyanggah konsep selfish gene dari Dawkins.(3) Meskipun perlu riset lanjutan, tampaknya hal ini menunjukkan bahwa gen-gen kita pun tidak melulu egois.

Penutup
Demikianlah kiranya kita mulai belajar menerapkan altruisme yang sejati sebagai tubuh Kristus. Memang hal ini sulit, tapi itulah perintah Tuhan Yesus sendiri.

Bagaimana pendapat Anda?

Versi 1.0: 24 april 2016, pk. 11:47
VC

Referensi:
(1) Karen Cunningham. Cooperation and altruism. Url: http://www.personal.kent.edu/~kcunning/conflict_theory/sample_paper_pdf.pdf
(2) Andrew Ma. Leadership Advance Online. Issue XVI, 2009. Url:  http://www.regent.edu/acad/global/publications/lao/issue_16/LAO_IssXVI_Ma.pdf
(3) Jaroslav Flegr. Frozen evolution: A farewell to selfish gene. Prague: Charles University, 2008. Url: http://www.frozenevolution.com/about-jaroslav-flegr
__________________

Dari hamba yang tidak berguna (Lih. Lukas 17:10)

Prepare for the Second Coming of Jesus Christ.