Predestinasi, keselamatan dan penginjilan ada tiga kata yang sering disalah-mengerti dalam memahami doktrin keselamatan reformed. Hubungan ini juga yang sering menjadi senjata untuk menyerang teologi reformed. Jika kita sudah mengetahui Allah telah memilih, maka mengapa kita harus menginjili lagi? Bukankah adalah hal yang aneh jika Allah telah memilih tetapi Allah juga yang memberikan amanat kepada kita untuk menginjili? Kalau sudah dipredestinasikan selamat, mengapa harus memberitakan kepada orang lain bahwa dia harus percaya? Apa hubungan Pemilihan Allah dengan Iman? Bagaimanakah keselamatan itu dipahami dari segi predestinasi? Bagaimana dengan keselamatan bangsa lain? Blog ini bertujuan menjelaskan hubungan tiga kata ini dalam perspektif reformed seorang Vantillian meskipun blog ini dibahas hanya berdasarkan satu sisi aliran teologis.
PREDESTINASI dan PENGINJILAN
II Timotius
2:9 Karena pemberitaan Injil inilah aku menderita, malah dibelenggu seperti seorang penjahat, tetapi firman Allah tidak terbelenggu.
2:10 Karena itu aku sabar menanggung semuanya itu bagi orang-orang pilihan Allah, supaya mereka juga mendapat keselamatan dalam Kristus Yesus dengan kemuliaan yang kekal.
Dalam ayat di atas, Paulus menghubungkan antara pelayanannya sebagai pengabar Injil dengan predestinasi. Sungguh merupakan suatu hubungan yang indah, dan bukan sebagai hubungan yang saling meniadakan. Paulus tahu bahwa ketika ia sedang memberitakan Injil maupun menderita, ia sedang melakukannya karena satu alasan yang jelas, bahwa Allah telah memilih orang pilihanNYa untuk mendapatkan keselamatan dalam Kristus Yesus. Predestinasi adalah DASAR bagi Penginjilan orang percaya. Tanpa predestinasi, maka penginjilan akan menjadi sia-sia. Tanpa predestinasi, maka penginjilan akan berpusat pada manusia. Manusia memang layak diselamatkan, karena itu kita harus menginjili. Jika kita mengerti mengapa kita harus menginjili dengan berpusatkan pada manusia, maka keselamatan kekristenan harus mempertimbangkan sisi manusia. Allah ketika memilih, HARUS melihat terlebih dahulu sisi manusianya, apakah dia termasuk yang HARUS diselamatkan? Bukankah ini adalah doktrin keselamatan yang berpusatkan pada manusia?
Predestinasi adalah PRESUPOSISI dari penginjilan. Karena Allah TELAH memilih, maka kita HARUS menginjili. Karena adanya kepastian akan orang-orang pilihan Allah, maka penginjilan menjadi tugas yang mutlak. Menyatakan bahwa predestinasi itu ada namun bertentangan dengan penginjilan, itu berarti kita sama sekali tidak mengerti hubungannya. Justru karena ada orang pilihan, maka Paulus bersabar di dalam segala penderitaannya. Justru karena adanya kepastian predestinasi, maka kita mempunyai keberanian untuk menyatakan bahwa Injil adalah KEKUATAN ALLAH. Kalau tidak ada presuposisi predestinasi, untuk apa kita menginjili? Bukankah penginjilan akan menjadi hal yang TIDAK PERLU? Tanpa predestinasi, penginjilan HANYA perlu JIKA kita memegang kepada asumsi KEMAMPUAN dan KEMAUAN manusia untuk diselamatkan. Tanpa predestinasi, maka presuposisi UTAMA dari penginjilan kita akan BERGESER kepada pusat kemauan manusia. Manusia MAU diselamatkan, karena itu kita menginjili. Manusia HARUS diselamatkan, karena itu kita menginjili. Manusia MAMPU untuk memilih mau diselamatkan, karena itu kita menginjili. Maka, Injil akan menjadi seperti memberikan kesempatan kedua kepada manusia karena yang pertama manusia telah gagal. Itu BUKAN keseluruhan kebenaran yang diajarkan Alkitab. Alkitab mengajarkan bahwa SEMUA manusia telah gagal memenuhi tuntutan Allah. Tidak ada manusia yang berbuat baik. Tidak ada kesempatan kedua, karena berapa kalipun kesempatan diberikan kepada manusia, manusia TETAP akan gagal. Bukankah ini tercermin dari kehidupan kita yang sudah percaya namun sering jatuh ke dalam dosa?
SEKILAS KESELAMATAN ORANG PERCAYA
Predestinasi adalah doktrin utama dari sendi reformed khususnya dalam doktrin keselamatan. Allah memilih manusia untuk diselamatkan. Tidak ada TINDAKAN maupun TANGGUNG JAWAB manusia dalam keseluruhan keselamatan yang telah direncanakan oleh Allah. Allah telah menetapkan bahwa orang pilihanNya yang akan percaya kepadaNya. Mengajarkan bahwa keselamatan mempunyai DUA SISI yaitu sisi Allah dan sisi Manusia namun mengaku reformed adalah hal yang paling memalukan yang pernah saya baca. Karena semua manusia telah gagal, maka semua tanggung jawab manusia menjadi tidak mempunyai andil dalam keselamatan. MENYAMAKAN Iman dengan Tanggung jawab adalah pengajaran yang tidak sesuai dengan Firman. Iman bukan tanggung jawab manusia. Manusia ketika beriman, tidak bisa dikatakan bahwa manusia TELAH bertanggung jawab atas keselamatannya. Manusia hanya BISA bertanggung jawab pada SATU hal, yaitu manusia bertanggung jawab atas DOSANYA sendiri. Ketika Alkitab menegaskan bahwa manusia harus memilih, yang dipilih manusia adalah kecondongan untuk melawan dan menentang kebenaran. Ketika Alkitab menyatakan bahwa manusia itu harus bertanggung jawab, manusia HANYA BISA bertanggung jawab atas segala dosa dan kesalahan yang diperbuatnya. Di dalam keselamatan, manusia sama sekali TIDAK BISA bertanggung jawab. Adalah merupakan hal yang menggelikan bahwa ada blogger yang mengaku reformed namun memiliki pandangan keselamatan bahwa manusia bertanggung jawab untuk percaya supaya selamat. Percaya bukan syarat/sebab anda akan masuk surga. Percaya tidak menyebabkan anda dipilih. Percaya adalah tanda bahwa anda telah dipilih. Tidak ada sudut pandang manusia dalam SELURUH doktrin keselamatan reformed.
Keselamatan menurut Alkitab HANYA bisa melalui Iman kepada Allah yang menyatakan diriNya. Karena manusia telah BERBUAT dosa dan sengaja menindas kebenaran. Karena itulah Allah menyatakan diriNYa sebagai PUNCAK WAHYU Allah dalam diri Yesus Kristus. Namun standar keselamatan bagi manusia adalah Iman dan Perbuatan. Allah AKAN menerima setiap orang yang MAMPU berbuat baik. Jika anda berbuat baik, maka anda akan masuk surga. Apakah ajaran demikian salah total? TIDAK. Allah menetapkan bahwa hidup yang kekal akan diberikan kepada setiap orang yang berbuat baik. Karena itulah Hukum Taurat diberikan. Namun dalam sejarah manusia, TIDAK ADA manusia yang berbuat baik. Kecenderungan hati manusia selalu berbuat hal yang jahat. Hanya Kristus sebagai Allah yang menjadi manusia yang SANGGUP memenuhi segala tuntutan hukum Taurat. Karena itulah Yesus adalah Juruselamat yang ESA bagi semua bangsa dan orang yang telah dipilih oleh Allah.
Keselamatan Bangsa Israel dan Bangsa Lain
Roma
2:6 Ia akan membalas setiap orang menurut perbuatannya,
2:7 yaitu hidup kekal kepada mereka yang dengan tekun berbuat baik, mencari kemuliaan, kehormatan dan ketidakbinasaan,
2:8 tetapi murka dan geram kepada mereka yang mencari kepentingan sendiri, yang tidak taat kepada kebenaran, melainkan taat kepada kelaliman.
2:11 Sebab Allah tidak memandang bulu.
2:12 Sebab semua orang yang berdosa tanpa hukum Taurat akan binasa tanpa hukum Taurat; dan semua orang yang berdosa di bawah hukum Taurat akan dihakimi oleh hukum Taurat.
2:13 Karena bukanlah orang yang mendengar hukum Taurat yang benar di hadapan Allah, tetapi orang yang melakukan hukum Tauratlah yang akan dibenarkan.
2:14 Apabila bangsa-bangsa lain yang tidak memiliki hukum Taurat oleh dorongan diri sendiri melakukan apa yang dituntut hukum Taurat, maka, walaupun mereka tidak memiliki hukum Taurat, mereka menjadi hukum Taurat bagi diri mereka sendiri.
2:15 Sebab dengan itu mereka menunjukkan, bahwa isi hukum Taurat ada tertulis di dalam hati mereka dan suara hati mereka turut bersaksi dan pikiran mereka saling menuduh atau saling membela.
2:16 Hal itu akan nampak pada hari, bilamana Allah, sesuai dengan Injil yang kuberitakan, akan menghakimi segala sesuatu yang tersembunyi dalam hati manusia, oleh Kristus Yesus.
3:9 Jadi bagaimana? Adakah kita mempunyai kelebihan dari pada orang lain? Sama sekali tidak. Sebab di atas telah kita tuduh baik orang Yahudi, maupun orang Yunani, bahwa mereka semua ada di bawah kuasa dosa,
3:19 Tetapi kita tahu, bahwa segala sesuatu yang tercantum dalam Kitab Taurat ditujukan kepada mereka yang hidup di bawah hukum Taurat, supaya tersumbat setiap mulut dan seluruh dunia jatuh ke bawah hukuman Allah.
3:20 Sebab tidak seorang pun yang dapat dibenarkan di hadapan Allah oleh karena melakukan hukum Taurat, karena justru oleh hukum Taurat orang mengenal dosa.
3:25 Kristus Yesus telah ditentukan Allah menjadi jalan pendamaian karena iman, dalam darah-Nya. Hal ini dibuat-Nya untuk menunjukkan keadilan-Nya, karena Ia telah membiarkan dosa-dosa yang telah terjadi dahulu pada masa kesabaran-Nya.
3:26 Maksud-Nya ialah untuk menunjukkan keadilan-Nya pada masa ini, supaya nyata, bahwa Ia benar dan juga membenarkan orang yang percaya kepada Yesus.
3:28 Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat.
3:29 Atau adakah Allah hanya Allah orang Yahudi saja? Bukankah Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain? Ya, benar. Ia juga adalah Allah bangsa-bangsa lain!
3:30 Artinya, kalau ada satu Allah, yang akan membenarkan baik orang-orang bersunat karena iman, maupun orang-orang tak bersunat juga karena iman.
3:31 Jika demikian, adakah kami membatalkan hukum Taurat karena iman? Sama sekali tidak! Sebaliknya, kami meneguhkannya.
Kitab ROMA disusun dengan sistematika yang sangat mengagumkan. Saya sangat menganjurkan kita untuk membaca dan mempelajari kitab Roma 1-3 dengan sebaik-baiknya untuk menghindarkan diri kita dari bahaya bahwa keselamatan adalah memang adalah usaha manusia sekaligus menghindarkan kesombongan kita untuk menghakimi keselamatan BANGSA LAIN yang TIDAK memiliki TAURAT ( baca Firman). Keselamatan dari Allah telah diberikan kepada kita BUKAN untuk menghakimi dan mengganggap diri sebagi HAKIM untuk menghakimi hati. Kalau demikian, apa bedanya kita dengan bangsa Israel?
Roma pasal 1:1-17 menjelaskan bahwa secara garis besar pilihan atas orang percaya dalam iman kepada Injil. Roma 1 dibuka dengan penjelasan singkat mengenai orang percaya adalah karena panggilan menjadi MILIK Kristus. Injil telah dijanjikan dan dinyatakan dalam diri Yesus. Karena itulah Paulus mempunyai kerinduan untuk memberitakan Injil.
Roma 1:18-32 menjelaskan bahwa hukuman telah nyata akan menimpa segala bentuk ketidaktaatan dan penindasan manusia terhadap kebenaran.
Roma pasal 2 menjelaskan bahwa standar keselamatan dari Allah BERLAKU untuk semua bangsa, baik yang menerima hukum Taurat maupun yang tidak. Allah tetap adil dan itu akan ditunjukkan ketika akan menghakimi apa yang tersembunyi dalam hati manusia. Allah memilih bangsa Israel adalah sebagai bentuk penyataan secara khusus supaya Firman Allah tetap terpelihara melalui sejarah bangsa manusia. Bangsa Israel SAMA seperti bangsa lain dalam MERESPON Firman Allah yang tertulis maupun yang tidak tertulis yaitu mereka menindas kebenaran Allah.
Roma pasal 3 menjelaskan bahwa semua bangsa/manusia tidak ada satupun yang memenuhi standar keselamatan dari Allah, hanya Allah sendiri yang bertindak di dalam sejarah keselamatan. Tidak ada kelebihan apapun dari bangsa Israel yang telah dipilih dibandingkan bangsa lain. Allah adalah SATU bagi semua bangsa. Tidak ada Allah LAIN. Tidak ada Juruselamat yang LAIN. Hanya TUHAN (YHWH) sebagai satu-satunya Juruselamat. Karena Tuhan adalah satu-satunya perencana dan pelaksana keselamatan maka Allah bekerja di dalam diri orang percaya. Ketika itulah kita disebut SAKSI Kristus. Saksi Kristus bukan saksi untuk menghakimi orang yang BELUM menjadi saksi Kristus. Saksi Kristus adalah saksi yang menyaksikan bahwa hanya ada SATU Juruselamat dan semua manusia telah gagal. Saksi Kristus adalah saksi yang menginjili dengan presuposisi PREDESTINASI. Silakan anda membaca Yesaya 43 di bawah ini. Bukankah TIDAK ADA yang dapat mencegah TUHAN sebagai Juruselamat untuk melakukan rencana penyelamatanNya? TUHAN yang memberitahukan, menyelamatkan sekaligus yang mengabarkannya. Luar biasa. Bukankah ini adalah hubungan predestinasi, keselamatan dan penginjilan yang begitu indah? Karena ada predestinasi, maka kita beriman. Karena kita dibenarkan oleh iman, maka penginjilan menjadi mutlak. Predestinasi adalah presuposisi dari penginjilan.
Yesaya 43:10 "Kamu inilah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan hamba-Ku yang telah Kupilih, supaya kamu tahu dan percaya kepada-Ku dan mengerti, bahwa Aku tetap Dia. Sebelum Aku tidak ada Allah dibentuk, dan sesudah Aku tidak akan ada lagi.
Yesaya 43:11 Aku, Akulah TUHAN dan tidak ada juruselamat selain dari pada-Ku.
Yesaya 43:12 Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, dan bukannya allah asing yang ada di antaramu. Kamulah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan Akulah Allah.
Yesaya 43:13 Juga seterusnya Aku tetap Dia, dan tidak ada yang dapat melepaskan dari tangan-Ku; Aku melakukannya, siapakah yang dapat mencegahnya?"
Adakah keselamatan di luar agama Kristen? Adakah keselamatan di luar agama Yahudi? Saya TIDAK TAHU. Yang saya tahu tidak ada keselamatan di luar YHWH (TUHAN). Yang saya tahu tidak ada keselamatan di luar yang dipilih Allah. Yang saya tahu tidak ada keselamatan di luar iman kepada TUHAN. Yang saya tahu tidak ada keselamatan di luar Kristus Yesus. Lalu apakah selain bangsa Israel, Tuhan YHWH tidak pernah menyatakan diri kepada bangsa lain selain kepada bangsa Israel? Ini memerlukan studi teologis dan sejarah agama yang lebih serius. Adanya sejarah Abraham bertemu dengan Melkisedek merupakan suatu misteri bahwa Allah Yang Maha Tinggi dikenal oleh bangsa lain. Melkisedek jelas tidak mengenal Allah dari Abraham karena Raja Salem itu memberkati Abraham dan dikenal sebagai Imam Allah Yang Maha Tinggi, bahkan Melkisedek digambarkan sebagai analogi Kristus dalam PB. Ungkapan Allah Yang Maha Tinggi ( El Elyon ) disejajarkan dengan TUHAN ( YHWH ) didalam Mazmur 7:18 : Aku hendak bersyukur kepada TUHAN karena keadilan-Nya, dan bermazmur bagi nama TUHAN, Yang Mahatinggi.
Lalu bagaimana dengan ayat di dalam PL yang telah dijabarkan dalam
blog Sdr Hai-hai di bawah ini?
Maleakhi 1:11 Sebab dari terbitnya sampai kepada terbenamnya matahari nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, dan di setiap tempat dibakar dan dipersembahkan korban bagi nama-Ku dan juga korban sajian yang tahir; sebab nama-Ku besar di antara bangsa-bangsa, firman TUHAN semesta alam.
Seandainya korban bakaran dan sajian segala bangsa adalah TAHIR di hadapan TUHAN (YHWH), bukankah itu artinya Penyataan/Wahyu Allah juga dinyatakan bagi bangsa lain? Bukankah itu berarti segala bangsa juga diberikan suatu hukum di dalam hati bahwa hanya ada SATU Allah yang bisa menyelamatkan mereka? Apakah dengan demikian, saya menyatakan bahwa bangsa lain juga selamat dan pada akhirnya SEMUA orang akan selamat? Haha…Hanya yang dipilih Allah yang selamat. Hanya yang selamat beriman. Tetapi Hanya TUHAN yang melakukan itu semuanya, TANPA campur tangan manusia.
Akulah yang memberitahukan, menyelamatkan dan mengabarkan, dan bukannya allah asing yang ada di antaramu. Kamulah saksi-saksi-Ku," demikianlah firman TUHAN, "dan Akulah Allah. ( Yesaya 43 :12).
Saya tergelitik untuk bertanya setelah berdiskusi dengan suhu “sesat” di SS : Apakah bangsa Israel adalah SAKSI penyataan khusus dari TUHAN Juruselamat? Sedangkan bangsa lain adalah SAKSI penyataan umum dari TUHAN Juruselamat?
PENGINJILAN KRISTEN
Injil adalah kekuatan Allah, karena itu Allah yang bertindak. Injil adalah kabar yang harus disebarkan, karena itu Allah telah memilih orang percaya untuk mengabarkannya. Meskipun Injil juga dikabarkan oleh orang yang mementingkan diri sendiri, namun sebagi orang percaya, kita semua adalah saksi Kristus. Apa yang harus kita beritakan? Mengapa penginjilan perlu dan harus? Tentu, yang harus kita beritakan adalah Kristus Yesus sebagai Puncak Wahyu Allah di dalam sejarah keselamatan. Sebagai SATU-SATUNYA Juruselamat. Sebagai SATU-SATUNYA Tuhan yang SATU bagi semua bangsa. Penginjilan harus kita lakukan karena itulah perintah dan amanat Tuhan. Apakah karena adanya predestinasi, maka kita menjadi tidak perlu menginjili? Seperti yang sudah saya jabarkan di atas, justru kebalikannya yang benar. Karena predestinasi itu PASTI, maka penginjilan menjadi HARUS. Tetapi kita harus membatasi diri sebagai SAKSI, bukan sebagai HAKIM. Ketika anda bersaksi, anda TIDAK TAHU apakah dia termasuk orang pilihan. Ketika anda bersaksi, maka anda menyerahkan hasilnya kepada Juruselamat. Ketika anda bersaksi, anda tidak berhak menghakimi hasilnya. Ketika anda menjadi hakim, maka anda sudah bersikap seperti bangsa Israel yang lupa diri bahwa mereka juga sama seperti bangsa lain. Saksi adalah saksi. Saksi hanya menyaksikan. Kita tidak tahu SIAPA yang dipilih Allah, karena itu kita bersaksi kepada SIAPA saja. Kita tidak tahu SIAPA yang dihakimi Allah, karena itu kita tidak boleh menghakimi SIAPA saja. Kita tidak tahu, karena itu jangan menghakimi. Menyatakan bahwa setiap orang yang tidak percaya kepada Kristus akan dihukum itu adalah kebenaran. Tetapi menyatakan bahwa ORANG TERTENTU ( SIAPA ) akan masuk neraka karena belum pernah mendengar nama Kristus adalah suatu penghakiman. Kita tidak tahu siapa yang diselamatkan, karena itu kita tidak henti-hentinya menginjili setiap orang.
Penginjilan Kristen BUKAN mengabarkan kekristenan sebagai agama yang paling benar. Penginjilan Kristen BUKAN mengabarkan arogansi bahwa kita benar, anda salah. Penginjilan BUKAN bertujuan mengKRISTENkan seseorang. Penginjilan Kristen adalah menyatakan bahwa kita semua gagal, hanya Allah yang benar. Penginjilan Kristen menyatakan bahwa perbuatan manusia gagal, semuanya tergantung pada anugerah Allah. Agama BUKAN syarat keselamatan. Orang percaya DIKENAL dan DISEBUT Kristen karena mereka adalah pengikut Kristus ( Kis 11:26). Agama Kristen adalah bentuk religi yang disepakati/dibentuk oleh orang percaya SETELAH percaya kepada Kristus. Agama Kristen bertujuan memuridkan orang percaya sesuai amanat agung Tuhan Yesus. Namun Agama Kristen bukan bertujuan menghakimi agama lain dan orang yang belum percaya. Agama Kristen adalah Wadah Kesaksian orang percaya, bukan Wadah Pengadilan untuk memisahkan orang percaya sejati maupun tidak sejati. Tidak bisa membedakan itu semua, maka kita akan menginjili dengan arogansi seperti bangsa Israel. Pada akhirnya kita BUKAN menjadi SAKSI, tetapi akan menjadi HAKIM. Biarlah Tuhan menjauhkan kita dari hal demikian dan terus menerus mengobarkan kesaksian kita bagi setiap bangsa. Amin.
@Vant, Bingung gue!
Tidak ada TINDAKAN maupun TANGGUNG JAWAB manusia dalam keseluruhan keselamatan yang telah direncanakan oleh Allah. Allah telah menetapkan bahwa orang pilihanNya yang akan percaya kepadaNya. Mengajarkan bahwa keselamatan mempunyai DUA SISI yaitu sisi Allah dan sisi Manusia namun mengaku reformed adalah hal yang paling memalukan yang pernah saya baca.
Percaya bukan syarat/sebab anda akan masuk surga. Percaya tidak menyebabkan anda dipilih. Percaya adalah tanda bahwa anda telah dipilih. Tidak ada sudut pandang manusia dalam SELURUH doktrin keselamatan reformed.
Keselamatan menurut Alkitab HANYA bisa melalui Iman kepada Allah yang menyatakan diriNya.
Vant, kalau anda katakan percaya bukan syarat dari sisi manusia itu sendiri, lalu mengapa anda katakan keselamatan HANYA bisa melalui IMAN kepada Allah???
Yang mana benar: selamat karena Predestinasi atau selamat karena IMAN???
Bingung gue !
Adrina...Iman dan Tanggung Jawab...
Adrina, Iman BUKAN Tanggung jawab manusia SUPAYA manusia bisa selamat. Ketika Allah menetapkan keselamatan bagi manusia, itu hanya bisa DIGENAPKAN oleh Allah sendiri, TIDAK ADA sudut pandang manusia. Tetapi BUKAN Allah yang beriman, manusialah yang beriman. Masalahnya adalah hubungan iman dengan kegenapan keselamatan Allah. Apakah iman adalah SEBAB kita akhirnya diselamatkan? Ataukah iman adalah AKIBAT kita akhirnya diselamatkan? Apakah Iman adalah SYARAT? Ataukah Iman adalah TANDA?
In reply to Adrina...Iman dan Tanggung Jawab... by Vantillian
Permalink@Adrina, ciri2 retorika kosong seorang Vantillian!
Pada saat membaca judul komentar Vant diatas, dia SEOLAH-OLAH mau menjelaskan mengenai iman dan tanggung jawab. TETAPI ketika dilihat isi komentarnya, SAMA SEKALI TIDAK ADA isinya alias KOSONG MELOMPONG!
Apa yang hendak Vant utarakan di komentarnya mengenai iman dan (khususnya) tanggung jawab? TIDAK ADA!
Jadi tak salah kalau saya pernah menulis bhw ciri2 debat Vant adalah :
Ciri2 debat seorang Vantillian :
1. pura2 blo'on
2. mengalihkan ke hal lain (ngacir)
3. mengutip separoh argumen lawan yang sama sekali tidak merepresentasikan pendapat lawan dan menggunakannya untuk menyerang balik (licik)
4. bermain retorika kosong tanpa isi
5. tanpa dasar FT
You have made us for Yourself O Lord and our heart is restless until it rests in You.
In reply to @Adrina, ciri2 retorika kosong seorang Vantillian! by Pniel
Permalink@Pniel, Ada ciri lain!
Ciri2 debat seorang Vantillian :
1. pura2 blo'on
2. mengalihkan ke hal lain (ngacir)
3. mengutip separoh argumen lawan yang sama sekali tidak merepresentasikan pendapat lawan dan menggunakannya untuk menyerang balik (licik)
4. bermain retorika kosong tanpa isi
5. tanpa dasar FT
6. Suka memplesetkan tulisan orang
7. Suka memfitnah orang
8. Suka ngeles
9. Suka - sukanya Vantillian, ha ha ha ha .....
In reply to @Pniel, Ada ciri lain! by Adrina
PermalinkPniel, Adrina....masih ada waktu untuk belajar....
Pniel dan Adrina, masih ada waktu untuk belajar mengalahkan debat saya kok...Tidak usah memberikan ciri-ciri di atas, ini hanya menunjukkan bahwa semua argumen anda sudah mentok ya? Sehingga cuma bisa ad hominem? Haha....Itu licik namanya, bukan debat...Atau cuma itu yang bisa diajarkan oleh sang guru Budi Asali? Haha...Belajarlah dulu, baru kembali menguliti blog saya...Dari argumen cetek anda kayak begini, mana bisa membantah blog saya....
Vant, Apa artinya?
Keselamatan menurut Alkitab HANYA bisa melalui Iman kepada Allah yang menyatakan diriNya.
Vant, kalau anda katakan percaya bukan syarat dari sisi manusia itu sendiri, lalu mengapa anda katakan keselamatan HANYA bisa melalui IMAN kepada Allah???
Anda ngerti tidak arti kata "HANYA BISA MELALUI" ?
Adrina, saya mengerti kok...
Adrina, saya mengerti kok kalimat yang saya tuliskan...HANYA BISA MELALUI artinya HANYA ITU SAJA..Anda sendiri ngerti gak mengapa saya nulis begitu?
Roma
1:16 Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi, tetapi juga orang Yunani.
1:17 Sebab di dalamnya nyata kebenaran Allah, yang bertolak dari iman dan memimpin kepada iman, seperti ada tertulis: "Orang benar akan hidup oleh iman."
Injil =kekuatan Allah yang menyelamatkan orang percaya
Iman orang percaya=kebenaran Allah yang memimpin kepada iman
Anda mengerti bukan mengapa orang benar akan hidup oleh iman? Apakah iman itu tanggung jawab manusia? Silakan anda baca berulang kali Roma 1:16-17
Vant, dijawab dulu.
Keselamatan menurut Alkitab HANYA bisa melalui Iman kepada Allah yang menyatakan diriNya.
Adrina, saya mengerti kok kalimat yang saya tuliskan...HANYA BISA MELALUI artinya HANYA ITU SAJA..Anda sendiri ngerti gak mengapa saya nulis begitu?
Hanya itu saja bagaimana?
Hanya bisa melalui IMAN, berarti tanpa manusia 'ke' IMAN, dia tak bisa selamat.
Lalu apakah iman bukan syarat?
Adrina, memang kok...
Adrina, memang hanya manusia yang beriman, Allah tidak perlu beriman. Tetapi beriman bukan cara supaya anda selamat. Beriman adalah tanda bahwa anda telah dipilih Allah. Banyak ayat Alkitab yang mengindikasikan supaya selamat kita harus percaya. Itu adalah panggilan efektif bagi orang yang dipilih.
Mari kita memabahasnya lebih sederhana : Apakah pada saat anda percaya saat itulah anda dipilih? Kalau tidak, apakah pemilihan Allah bisa dibatalkan oleh ketidakpercayaan anda?
Vant, Hanya bisa melalui
Adrina, memang hanya manusia yang beriman, Allah tidak perlu beriman. Tetapi beriman bukan cara supaya anda selamat. Beriman adalah tanda bahwa anda telah dipilih Allah.
Kalau BERIMAN bukan cara, mengapa Allah memerintahkan BERIMAN dulu baru diselamatkan?
Banyak ayat Alkitab yang mengindikasikan supaya selamat kita harus percaya. Itu adalah panggilan efektif bagi orang yang dipilih.
Kalau Alkitab ngomong begitu, lalu mengapa anda tak mau lakukan?
Hanya bisa melalui IMAN, berarti tanpa manusia 'ke' IMAN, dia tak bisa selamat.
Bukankah PERCAYA / BERIMAN adalah SYARAT?
Adrina, saya sudah melakukannya kok
Kalau BERIMAN bukan cara, mengapa Allah memerintahkan BERIMAN dulu baru diselamatkan?
Kita tidak beriman baru diselamatkan. Kita dipilih baru kita beriman. Itulah sudut pandang keselamatan Alkitab.
Kalau Alkitab ngomong begitu, lalu mengapa anda tak mau lakukan?
Adrina, saya sudah melakukannya kok. Ini kalimat saya : Keselamatan menurut Alkitab HANYA bisa melalui Iman kepada Allah yang menyatakan diriNya.
Saya menyatakan apa yang Alkitab nyatakan. Beriman kepada Yesus, maka anda akan diselamatkan. Itulah berita Alkitab. Apakah itu CARA ( dari sudut pandang manusia) supaya anda selamat? Ketika anda percaya, anda harus menyadari itu anugerah Allah yang bekerja. Ketika anugerah Allah bekerja, itulah terjadi lahir baru. ITU CARA kita diselamatkan. Hanya oleh Allah. Bukan CARA dari sudut pandang manusia.
Mari kita memabahasnya lebih sederhana : Apakah pada saat anda percaya saat itulah anda dipilih? Kalau tidak, apakah pemilihan Allah bisa dibatalkan oleh ketidakpercayaan anda?
Vant, Anda belum lakukan
Kita tidak beriman baru diselamatkan. Kita dipilih baru kita beriman. Itulah sudut pandang keselamatan Alkitab.
Setelah dipilih baru beriman, lalu setelah beriman anda kemana Vant? Ke neraka???
Adrina, saya sudah melakukannya kok. Ini kalimat saya : Keselamatan menurut Alkitab HANYA bisa melalui Iman kepada Allah yang menyatakan diriNya.
Kalau anda sudah lakukan, lalu mengapa anda katakan beriman bukan syarat?
Saya menyatakan apa yang Alkitab nyatakan. Beriman kepada Yesus, maka anda akan diselamatkan. Itulah berita Alkitab. Apakah itu CARA ( dari sudut pandang manusia) supaya anda selamat? Ketika anda percaya, anda harus menyadari itu anugerah Allah yang bekerja. Ketika anugerah Allah bekerja, itulah terjadi lahir baru. ITU CARA kita diselamatkan. Hanya oleh Allah. Bukan CARA dari sudut pandang manusia.
Kalau BERIMAN kepada Yesus maka diselamatkan, lalu mengapa anda tidak melakukannya?
Adrina, izinkan saya kasih nasehat
Adrina, kenapa? Masih mengutuk saya supaya ke neraka? haha....Anda mulai bingung dengan semua penjelasan saya? Kenapa tidak bertanya? Apakah saya percaya kepada Kristus itu urusan saya, urusan anda adalah bersaksi buat saya, bukan menghakimi saya...Izinkan saya memberi nasehat dari blog saya ini :
Tetapi kita harus membatasi diri sebagai SAKSI, bukan sebagai HAKIM. Ketika anda bersaksi, anda TIDAK TAHU apakah dia termasuk orang pilihan. Ketika anda bersaksi, maka anda menyerahkan hasilnya kepada Juruselamat. Ketika anda bersaksi, anda tidak berhak menghakimi hasilnya. Ketika anda menjadi hakim, maka anda sudah bersikap seperti bangsa Israel yang lupa diri bahwa mereka juga sama seperti bangsa lain. Saksi adalah saksi. Saksi hanya menyaksikan. Kita tidak tahu SIAPA yang dipilih Allah, karena itu kita bersaksi kepada SIAPA saja. Kita tidak tahu SIAPA yang dihakimi Allah, karena itu kita tidak boleh menghakimi SIAPA saja. Kita tidak tahu, karena itu jangan menghakimi.
Gimana, masih berani lanjut? Atau masih mau menghakimi? haha
In reply to Adrina, izinkan saya kasih nasehat by Vantillian
Permalink@Vant, Jangan ngacir
Adrina, kenapa? Masih mengutuk saya supaya ke neraka? haha....Anda mulai bingung dengan semua penjelasan saya? Kenapa tidak bertanya? Apakah saya percaya kepada Kristus itu urusan saya, urusan anda adalah bersaksi buat saya, bukan menghakimi saya...Izinkan saya memberi nasehat dari blog saya ini :
Anda tahu dari mana, saya kutuk anda? Jangan memfitnah boss!
JAWAB DULU INI:
Kita tidak beriman baru diselamatkan. Kita dipilih baru kita beriman. Itulah sudut pandang keselamatan Alkitab.
Setelah dipilih baru beriman, lalu setelah beriman anda kemana Vant? Ke neraka???
Adrina, saya sudah melakukannya kok. Ini kalimat saya : Keselamatan menurut Alkitab HANYA bisa melalui Iman kepada Allah yang menyatakan diriNya.
Kalau anda sudah lakukan, lalu mengapa anda katakan beriman bukan syarat?
Saya menyatakan apa yang Alkitab nyatakan. Beriman kepada Yesus, maka anda akan diselamatkan. Itulah berita Alkitab. Apakah itu CARA ( dari sudut pandang manusia) supaya anda selamat? Ketika anda percaya, anda harus menyadari itu anugerah Allah yang bekerja. Ketika anugerah Allah bekerja, itulah terjadi lahir baru. ITU CARA kita diselamatkan. Hanya oleh Allah. Bukan CARA dari sudut pandang manusia.
Kalau BERIMAN kepada Yesus maka diselamatkan, lalu mengapa anda tidak melakukannya?
Ayo dijawab, jangan ngacir ya....
Adrina...Maafkan saya...
Adrina, maafkan saya, mungkin blog ini terlalu susah buat anda...Silakan anda baca-baca lagi lalu renungkan lagi deh..Kalau gak ngerti, tanya saja, jangan sungkan.. Tapi jika bertanya, izinkan saya kasih nasehat dengan tidak bosan-bosannya :
Tetapi kita harus membatasi diri sebagai SAKSI, bukan sebagai HAKIM. Ketika anda bersaksi, anda TIDAK TAHU apakah dia termasuk orang pilihan. Ketika anda bersaksi, maka anda menyerahkan hasilnya kepada Juruselamat. Ketika anda bersaksi, anda tidak berhak menghakimi hasilnya. Ketika anda menjadi hakim, maka anda sudah bersikap seperti bangsa Israel yang lupa diri bahwa mereka juga sama seperti bangsa lain. Saksi adalah saksi. Saksi hanya menyaksikan. Kita tidak tahu SIAPA yang dipilih Allah, karena itu kita bersaksi kepada SIAPA saja. Kita tidak tahu SIAPA yang dihakimi Allah, karena itu kita tidak boleh menghakimi SIAPA saja. Kita tidak tahu, karena itu jangan menghakimi...
Istirahat dulu Adrina, baru bisa berpikir jernih. Saya tunggu malam ini...Buat pertanyaan anda, saya akan jawab dengan lengkap : soal percaya pada Kristus dan mau ke neraka pun, itu urusan Tuhan, sedangkan urusan saya dan anda bersaksi buat Dia...Ok< boss? jangan terlalu dipaksain baca blog saya....Saya percaya pada Kristus kok...Dont Worry...Saya sudah melakukannya kok...Sayang sekarang saya masih di dunia, belum ke surga...Gimana ya?
@Vant, Dijawab
Adrina, maafkan saya, mungkin blog ini terlalu susah buat anda...Silakan anda baca-baca lagi lalu renungkan lagi deh..Kalau gak ngerti, tanya saja, jangan sungkan..
Ho ho ho ho.... Jangan pake jurus NGACIR melulu Vant, susah ke HONGKONG!
Tapi jika bertanya, izinkan saya kasih nasehat dengan tidak bosan-bosannya :
Tetapi kita harus membatasi diri sebagai SAKSI, bukan sebagai HAKIM. Ketika anda bersaksi, anda TIDAK TAHU apakah dia termasuk orang pilihan. Ketika anda bersaksi, maka anda menyerahkan hasilnya kepada Juruselamat. Ketika anda bersaksi, anda tidak berhak menghakimi hasilnya. Ketika anda menjadi hakim, maka anda sudah bersikap seperti bangsa Israel yang lupa diri bahwa mereka juga sama seperti bangsa lain. Saksi adalah saksi. Saksi hanya menyaksikan. Kita tidak tahu SIAPA yang dipilih Allah, karena itu kita bersaksi kepada SIAPA saja. Kita tidak tahu SIAPA yang dihakimi Allah, karena itu kita tidak boleh menghakimi SIAPA saja. Kita tidak tahu, karena itu jangan menghakimi...
Jangan mengalihkan pembicaraannya boss! Dijawab aja.
Istirahat dulu Adrina, baru bisa berpikir jernih. Saya tunggu malam ini...Buat pertanyaan anda, saya akan jawab dengan lengkap : soal percaya pada Kristus dan mau ke neraka pun, itu urusan Tuhan, urusan saya dan anda bersaksi buat Dia...Ok< boss? jangan terlalu dipaksain baca blog saya....
Ayo dijawab Boss!!!
JAWAB INI YA...............
Kita tidak beriman baru diselamatkan. Kita dipilih baru kita beriman. Itulah sudut pandang keselamatan Alkitab.
Setelah dipilih baru beriman, lalu setelah beriman anda kemana Vant? Ke neraka???
Adrina, saya sudah melakukannya kok. Ini kalimat saya : Keselamatan menurut Alkitab HANYA bisa melalui Iman kepada Allah yang menyatakan diriNya.
Kalau anda sudah lakukan, lalu mengapa anda katakan beriman bukan syarat?
Saya menyatakan apa yang Alkitab nyatakan. Beriman kepada Yesus, maka anda akan diselamatkan. Itulah berita Alkitab. Apakah itu CARA ( dari sudut pandang manusia) supaya anda selamat? Ketika anda percaya, anda harus menyadari itu anugerah Allah yang bekerja. Ketika anugerah Allah bekerja, itulah terjadi lahir baru. ITU CARA kita diselamatkan. Hanya oleh Allah. Bukan CARA dari sudut pandang manusia.
Kalau BERIMAN kepada Yesus maka diselamatkan, lalu mengapa anda tidak melakukannya?
Ayo dijawab, jangan ngacir ya....
Gitu aja kok repot....
Adrina, saya sudah melakukannya...
Adrina, saya sudah melakukannya...Hiks...Saya percaya pada Kristus kok...Saya percaya bahwa percaya saya adalah anugerah Allah. Anugerah Allah itulah yang selalu membuat saya sadar saya orang berdosa. Anugerah Allah itulah yang membuat saya membuat keputusan percaya pada Kristus.
Nah, dari jawaban saya, bisakah anda mengatakan kepada saya apakah saya masuk surga atau neraka?
In reply to Adrina, saya sudah melakukannya... by Vantillian
Permalink@Vant, Dijawab Boss!
Adrina, saya sudah melakukannya...Hiks...Saya percaya pada Kristus kok...Saya percaya bahwa percaya saya adalah anugerah Allah. Anugerah Allah itulah yang selalu membuat saya sadar saya orang berdosa. Anugerah Allah itulah yang membuat saya membuat keputusan percaya pada Kristus
Jangan bicara ndak karuan, JAWAB INI YA...............
Kita tidak beriman baru diselamatkan. Kita dipilih baru kita beriman. Itulah sudut pandang keselamatan Alkitab.
Setelah dipilih baru beriman, lalu setelah beriman anda kemana Vant? Ke neraka???
Adrina, saya sudah melakukannya kok. Ini kalimat saya : Keselamatan menurut Alkitab HANYA bisa melalui Iman kepada Allah yang menyatakan diriNya.
Kalau anda sudah lakukan, lalu mengapa anda katakan beriman bukan syarat?
Saya menyatakan apa yang Alkitab nyatakan. Beriman kepada Yesus, maka anda akan diselamatkan. Itulah berita Alkitab. Apakah itu CARA ( dari sudut pandang manusia) supaya anda selamat? Ketika anda percaya, anda harus menyadari itu anugerah Allah yang bekerja. Ketika anugerah Allah bekerja, itulah terjadi lahir baru. ITU CARA kita diselamatkan. Hanya oleh Allah. Bukan CARA dari sudut pandang manusia.
Kalau BERIMAN kepada Yesus maka diselamatkan, lalu mengapa anda tidak melakukannya?
Ayo dijawab, jangan ngacir lagi ya....
In reply to @Vant, Dijawab Boss! by Adrina
PermalinkAdrina, sudah boss...
Sudah, boss. Lihat di atas ya? Beriman bukan syarat boss...Itu juga saya sudah jawab boss. lihat di atas ya? Silakan dibaca-baca kembali...
In reply to Adrina, sudah boss... by Vantillian
Permalink@Vant, belum dijawab boss!
Kita tidak beriman baru diselamatkan. Kita dipilih baru kita beriman. Itulah sudut pandang keselamatan Alkitab.
Setelah dipilih baru beriman, lalu setelah beriman anda kemana Vant? Ke neraka???
Adrina, saya sudah melakukannya kok. Ini kalimat saya : Keselamatan menurut Alkitab HANYA bisa melalui Iman kepada Allah yang menyatakan diriNya.
Kalau anda sudah lakukan, lalu mengapa anda katakan beriman bukan syarat?
Saya menyatakan apa yang Alkitab nyatakan. Beriman kepada Yesus, maka anda akan diselamatkan. Itulah berita Alkitab. Apakah itu CARA ( dari sudut pandang manusia) supaya anda selamat? Ketika anda percaya, anda harus menyadari itu anugerah Allah yang bekerja. Ketika anugerah Allah bekerja, itulah terjadi lahir baru. ITU CARA kita diselamatkan. Hanya oleh Allah. Bukan CARA dari sudut pandang manusia.
Kalau BERIMAN kepada Yesus maka diselamatkan, lalu mengapa anda tidak melakukannya?
Ayo dijawab, jangan bilang sudah, kalau belum dijawab!
In reply to @Vant, belum dijawab boss! by Adrina
PermalinkAdrina...Silakan belajar deh....
Adrina, maafkan saya, saya bukan tersangka untuk anda hakimi. Kalau tidak bisa memahami blog saya, silakan tanya boss......Silakan dibaca dari atas lagi boss....Kalau kemampuan kurang, silakan belajar lagi deh....Hahaha...Saya akan tunggu anda...Beriman bukan syarat...Itu jawaban saya..>Silakan bingung sendiri dah...
In reply to Adrina...Silakan belajar deh.... by Vantillian
PermalinkVant, ya ampun.....
Adrina, maafkan saya, saya bukan tersangka untuk anda hakimi. Kalau tidak bisa memahami blog saya, silakan tanya boss......Silakan dibaca dari atas lagi boss....Kalau kemampuan kurang, silakan belajar lagi deh....Hahaha...Saya akan tunggu anda...Beriman bukan syarat...Itu jawaban saya..>Silakan bingung sendiri dah...
Loh, anda pikir saya lagi ngapain? lagi maen PS? YA AMPUN....
Saya lagi BERTANYA boss!
Ini PERTANYAANKU:
Kita tidak beriman baru diselamatkan. Kita dipilih baru kita beriman. Itulah sudut pandang keselamatan Alkitab.
Setelah dipilih baru beriman, lalu setelah beriman anda kemana Vant? Ke neraka???
Adrina, saya sudah melakukannya kok. Ini kalimat saya : Keselamatan menurut Alkitab HANYA bisa melalui Iman kepada Allah yang menyatakan diriNya.
Kalau anda sudah lakukan, lalu mengapa anda katakan beriman bukan syarat?
Saya menyatakan apa yang Alkitab nyatakan. Beriman kepada Yesus, maka anda akan diselamatkan. Itulah berita Alkitab. Apakah itu CARA ( dari sudut pandang manusia) supaya anda selamat? Ketika anda percaya, anda harus menyadari itu anugerah Allah yang bekerja. Ketika anugerah Allah bekerja, itulah terjadi lahir baru. ITU CARA kita diselamatkan. Hanya oleh Allah. Bukan CARA dari sudut pandang manusia.
Kalau BERIMAN kepada Yesus maka diselamatkan, lalu mengapa anda tidak melakukannya?
Ayo dijawab, jangan bilang sudah, kalau belum dijawab!
In reply to Vant, ya ampun..... by Adrina
PermalinkAdrina, sudah kok...
Adrina, sudah kok..Baca aza dari atas....
In reply to Adrina, sudah kok... by Vantillian
PermalinkVantillian = YAK-YAK-O
Adrina, sudah kok..Baca aza dari atas....
Ya ila......Emang susah menghadapi Hai hai dan para muridnya:
Setelah KEOK (ketahuan keO'ONannya, eh..... langsung buat jurus-jurus yang baru: "Fitnah membabi buta", "NGACIR terbirit-birit", "OMDO", "ONGKOS" (omong kosong), "Memplesetkan tulisan orang", dll.
Cape dech............
Mending pulang aja, BOBO: zzzzzzzzzzzzzzzzzzzzz...............
In reply to Vantillian = YAK-YAK-O by Adrina
PermalinkHaha...Adrina, putus asa ya?
Adrina, putus asa ya gak bisa memahami blog saya? Haha...Coba print dan tanyakan ama guru anda dulu...Saya tetap tunggu anda kok....Alumni RTS pasti bisa memahaminya, namun muridnya belum bisa, soalnya belum level berhadapan dengan yang begini...Selamat malam dan met bobo....
In reply to Haha...Adrina, putus asa ya? by Vantillian
Permalink@Vant, Jangan ONGKOS lagi!
Maaf, gue baru bangun "tidur", huaaaaaaaaaa...... Cape deh, hadapi si Vant yang "ONGKOS" ini...
Kita tidak beriman baru diselamatkan. Kita dipilih baru kita beriman. Itulah sudut pandang keselamatan Alkitab.
Setelah dipilih baru beriman, lalu setelah beriman anda kemana Vant? Ke neraka??? Kalau tidak keneraka, lalu ke mana?
Adrina, saya sudah melakukannya kok. Ini kalimat saya : Keselamatan menurut Alkitab HANYA bisa melalui Iman kepada Allah yang menyatakan diriNya.
Kalau anda sudah lakukan, lalu mengapa anda katakan beriman bukan syarat?
Kalau anda katakan percaya bukan syarat dari sisi manusia itu sendiri, lalu mengapa anda katakan keselamatan HANYA bisa melalui IMAN kepada Allah???
Anda ngerti tidak arti kata "HANYA BISA MELALUI" ?
Hanya bisa melalui IMAN, berarti tanpa manusia 'ke' IMAN, dia tak bisa selamat.
Lalu apakah iman bukan syarat?
Saya menyatakan apa yang Alkitab nyatakan. Beriman kepada Yesus, maka anda akan diselamatkan. Itulah berita Alkitab. Apakah itu CARA ( dari sudut pandang manusia) supaya anda