Ada sebuah pernyataan menarik yang Allah keluarkan setelah Dia selesai membentuk manusia. Waktu itu Allah memberkati manusia itu, dan ketika Allah memberkati, Allah katakan, “beranakcuculah”. Sepintas ucapan atau kata tersebut merupakan hal yang wajar, bukankah memang Adam dan Hawa harus menghasilkan keturunan ? Atau mungkin kita berpikir bahwa memang Allah menghendaki setiap orang yang menikah harus memiliki keturunan.
Kata “beranakcuculah” dalam terjemahan bahasa Inggris dari beberapa versi Alkitab di tulis “be fruitful”. Yang pengertiannya bisa berarti : berhasil, bermanfaat, subur. Dalam pengertian saya itu berarti bahwa hidup yang dikehendaki Allah bukan hanya sekadar lahir, terus bertumbuh menjadi remaja, pemuda yang kemudian kuliah, lalu kerja. Setelah itu menikah punya anak, membesarkan anak, lalu punya cucu, dan terakhir mati masuk surga. Saya kira bukan hidup seperti itu yang Allah mau. Tetapi adalah kehendak Allah agar kehidupan kita menjadi kehidupan berhasil, bermanfaat dan menghasilkan banyak hal dalam hidup ini. Tuhan mau apa yang kita kerjakan, apa yang kita lakukan semuanya berhasil. Kita menjadi orang yang produktif dalam hidup ini, menghasilkan buah yang berkelimpahan dalam segala bidang.
Kata “be fruitful” jika saya menerjemahkan dengan bahasa saya, seakan-akan Tuhan melepaskan berkatnya atas kita dengan ucapan “jadilah sangat produktif”. Masih ingat kan, ketika Allah menjadikan langit dan bumi, waktu itu Allah berkata jadilah terang, lalu terang itu jadi. Nah, sekarang ketika Allah melepaskan berkatnya, Allah berkata be fruitful atau jadilah produktif. Firman Allah kan tidak mungkin gagal dan setiap firman yang keluar dari mulut Allah kan tidak akan kembali dengan sia-sia, tetapi akan melaksanakan apa yang Allah kehendaki dan akan berhasil dalam apa yang Allah suruh. Itu berarti setiap orang yang menerima-Nya, diberi-Nya kuasa untuk menjadi anak-anak Allah, sehingga sebagai anak Allah kita pun memiliki jaminan pasti untuk menjadi orang yang berhasil dan menjadi orang yang produktif.