Saat mendengar kesaksian kesembuhan seseorang dari penyakit, apa yang kita rasakan dan pikirkan? Apakah kita akan semakin bertumbuh dalam iman kepada Tuhan atau kah kesaksian tersebut hanya seperti masuk telinga kanan keluar telinga kiri saja?
Pernah aku iseng bertanya kepada beberapa teman, apa yang terpikir setelah mendengarkan kesaksian kesembuhan ?
Ada yang menjawab : “Aku merasakan itu hanya kebetulan saja jikalau dia disembuhkan Tuhan.”
Ada yang menjawab :” Aku hanya terkagum-kagum saja melihat dia sembuh, tetapi tidak terpikirkan jikalau aku kagum itu sebagai pekerjaan Tuhan. “
Ada yang menjawab : “ Biasa aja…habis dengar yah udah, hanya kepikir, hebat yah, dia bisa sembuh dari penyakit demikian”.
Aku tidak tahu, apakah memang orang yang kutanyakan adalah orang-orang yang melihat kesembuhan sebagai hal yang biasa ataukah hal ini sebagai suatu pernyataan ketidakpercayaan terhadap mujizat , ataukah ini sebagai pernyataan bahwa manusia percaya bukan karena kesaksian kesembuhan, karena lebih banyak yang tidak sembuh dibandingkan yang sembuh jikalau didoakan. Apakah yang tidak sembuh kurang beriman kepada Tuhan ataukah mereka yang tidak sembuh tidak dipakai Tuhan untuk memuliakan namaNya ?
Mungkin , ada jawaban yang lebih rohani :” Oh, Puji Tuhan. Tuhan mau pakai orang tersebut untuk memuliakan namaNya melalui kesembuhannya.”. Tapi, jikalau kalimat itu yang dipakai, kurang tepat juga. Tuhan bukan saja memakai orang yang sembuh untuk memuliakan namaNya, tapi juga memakai orang yang dalam keadaan sakit untuk memuliakan namaNya.
Kemarin, aku menonton film “Letters to God” yang inspiratif. Film ini diproduksi oleh David Nixon, salah satu sutradara di balik film sukses bertema Kristen "Fireproof." "Letters to God" bercerita tentang Tyler Doherty, seorang anak delapan tahun penderita kanker otak yang menulis surat kepada Tuhan dalam bentuk doa. Dalam sakitnya, dia menjadi teladan untuk orang-orang di sekitarnya dan membuat mereka mengenal Kasih Yesus. Dia juga memperlihatkan ketegaran seorang anak dalam menghadapi penyakitnya. Dia begitu menikmati hidupnya karena dia menjadikan Tuhan sebagai temannya yang dinyatakan dalam surat-suratnya.
Film ini termasuk film yang sederhana, tetapi memberikan makna yang dalam. Inilah kenyataan, bahwa di dalam penyakit, iman seseorang akan lebih diuji. Di dalam penyakit, seseorang yang tetap teguh dalam imannya malah akan menjadi saluran berkat yang lebih besar dibandingkan kesembuhan.
Tulislah surat kepada Tuhan “ Dear God “
Dan Tuhan akan menjawab: “ Dear my child, I love u so much before you love Me."
Tulislah surat kepada Tuhan.
Karena kita tidak perlu biaya sepeserpun.
Tulislah surat kepada Tuhan
Karena kita tidak akan repot mencari alamatNya
Dear God, I love u too . Make me an instrument for glorify Your name
Forever...Forever
with Your Way
Not My way
With Your Will
Not My Will
Dear God:)