Submitted by clara_anita on

Tuhan punya waktuNya sendiri,
seperti retakan di cangkang telur
ditorehNya bila anak elang tlah siap keluar
dan bersama bayu ia menari

Tuhan punya waktuNya sendiri,
seperti fajar yang selalu berseri
saat emas jingganya meretas
malam tergelap pun ngeri

Tuhan punya waktuNya sendiri
Tiap kali doamu belum lagi terjawab
dan diri serasa sebentar lagi terjerembab
Ia hanya minta sebuah kesabaran menanti

Tuhan punya waktuNya sendiri
Waktu yang paling tepat
Sebab kasihNya begitu lekat
Maka Ia pun mengerti
Masa diri mampu berdiri
Masa diri telah siap
dan karena Tuhan punya waktuNya sendiri
Maka aku mau menunggu penuh harap