Sang nabi palsu tidak bosan-bosannya mengajarkan ajaran-ajaran baru yang berasal dari pemikiran nya yang memang tidak normal di SINI.
AJARAN ADAM & HAWA DICIPTAKAN DALAM KONDISI BAYI UMUR 1 HARI
NABI PALSU:
Sebagian orang Kristen percaya bahwa Adam dan Hawa diciptakan dengan tubuh dewasa sementara yang lainnya percaya bahwa Adam dan Hawa diciptakan sebagai janin yang lalu tumbuh dewasa. Mereka yang percaya Adam dan Hawa diciptakan dengan tubuh dewasa yakin bahwa Allah menciptakan Adam seperti Geppetto menciptakan Pinokio. Allah membuat orang-orangan tanah lalu menghembuskan Nafas Hidup ke hidungnya maka arca itupun berubah menjadi manusia yang sudah bisa berbicara dan berpengetahuan. Alkitab memang tidak mencatatnya secara gamblang namun kita dapat menarik kesimpulan bahwa Adam dan Hawa diciptakan dalam bentuk janin yang lalu tumbuh dewasa. Sesungguhnya kelahiran Kristus menjadi manusia adalah gambaran penciptaan Adam dan Hawa.
Manusia adalah makluk BELAJAR. Bayi-bayi dilahirkan dengan PENGETAHUAN NOL. Bayi-bayi bertumbuh-kembang dan mendapatkan pengetahuannya dari belajar. Anda bisa membayangkan apa yang akan terjadi apabila Adam diciptakan dengan tubuh lelaki berumur 20 tahun sementara pengetahuannya sama dengan bayi berumur 1 hari? Yang dilakukannya akan membawa akibat yang sangat mengerikan bukan?
Adam memiliki PENGETAHUAN NOL ketika diciptakan. Pengetahuannya di dapat dari belajar. Dengan cara demikianlah dia dapat memahami dirinya dan dunianya dengan benar. Hawa diciptakan dalam bentuk bayi yang lalu tumbuh dewasa di bawah perawatan dan pengasuhan Adam. Dengan demikianlah Hawa dapat memahami dirinya dan dunianya dengan benar. Dengan demikianlah manusia dapat memahami sesama manusia dengan benar. Mungkin itulah alasan kenapa Hawa tidak diciptakan bersamaan dengan Adam. TUHAN Allah ingin memberi kesempatan kepada Adam untuk memahami anak-anak dan kesempatan kepada Hawa untuk memahami orang dewasa selama menjadi anak-anak. Dengan demikianlah keduanya bisa saling belajar dan mengajari dengan benar. Learning by doing, belajar dengan melakukannya. Itu sebabnya Adam dan Hawa tidak tahu apa yang baik dan yang jahat sebelum keduanya berbuat jahat.
UCOK: Wah saya baru dengar dari anda bahwa Adam diciptakan dalam kondisi bayi berusia 1 hari? Apa anda sudah pikirkan seluruh konsekuensi ajaran anda itu?
NABI PALSU: Oh anda gak akan paham, anda mikir pake dengkul sih! Ini bukan pemikiran, tapi ajaran Alkitab!!
UCOK: (Wah, belum apa-apa udah nyolot nih) Anda menyimpulkan demikian karena bila Adam diciptakan dewasa dan berpengetahuan NOL, maka akan membawa akibat yang mengerikan?
NABI PALSU: Iya betul sekali, anda mulai berpikir dengan otak rupanya. Jelas, itu pemikiran dengan otak, bukan dengkul!
UCOK: Hmmm, apa yang terjadi bila Adam dilahirkan dalam kondisi bayi berumur 1 hari? Terus siapa yang ngasuh?
NABI PALSU: Dodolipet, anda belum belajar rupanya. Adam belajar sendiri dong. Kan manusia lahir dalam kondisi PENGETAHUAN NOL, maka Adam harus belajar sendiri. Tidak perlu ada yang ngasuh, belajar sendiri cing, belajar sendiri !!
UCOK: Anda pernah ngasuh bayi anda kan? Bayi umur sehari bisa apa coba? Bayi kan harus dirawat, dikasih minum susu, dibersihkan eek-nya. Diselimutin supaya tidak kedinginan. Apalagi jaman Adam kan belum ada box bayi?
NABI PALSU: Dodolipet anda kok nyerang saya begitu rupa sih? Tentu yang ngasuh anak saya adalah isteri saya. Sebenernya sih oleh pembantu saya!
UCOK: Trus anda bisa bayangin siapa yang ngasuh Adam, bila Adam diciptakan dalam kondisi bayi?
NABI PALSU: Gue belum pikirin sampai sejauh itu, gue hanya berpikir bila Adam diciptakan langsung dewasa maka akan terjadi hal-hal yang mengerikan! Mengenai siapa yang ngasuh, KEMUNGKINAN Allah sendiri yang ngasuh?
UCOK: Hmmm.. masih kemungkinan ya, itu spekulasi ya? Masak sih Allah jadi ngasuh bayi? Kan tidak tertulis dalam Alkitab? Bisa sih, tapi apa gak terlalu ribet urusannya?
NABI PALSU: Memang tidak ditulis secara gamblang dalam Alkitab, tapi ini adalah hasil pemikiran dari otak saya, bukan dengkul saya lho!
UCOK: Kenapa OTAK anda tidak membuat spekulasi bahwa, Adam diciptakan dalam keadaan dewasa, kemudian Allah sendiri yang mengajarkan segala sesuatu pada Adam. Kan lebih logis?
NABI PALSU: Pokoke, Manusia adalah makhluk yang belajar, istilahnya learning by doing!
UCOK: (Repot kalo pake Jurus POKOKE). Sekarang saya tanya, gimana dengan BINATANG? Apa Allah membentuk binatang langsung dewasa atau janin?
Binatang juga belajar dari bayi lho, kalo kita melepaskan binatang liar, macan misalnya ke hutan belantara, dimana binatang itu sejak bayi kita rawat di kebun binatang sejak bayi, maka binatang itu akan mati, karena belum belajar bagaimana hidup di hutan. Bila Allah langsung menciptakan binatang langsung dewasa dan berpengetahuan NOL, maka akan terjadi akibat yang sungguh mengerikan juga bukan?
NABI PALSU: Hmmm.. anda mulai berpikir dengan otak juga rupanya. Tentu binatang juga dijadikan dalam kondisi bayi juga. (Supaya konsisten sih).
UCOK: Wah masak Allah juga ngasuh janin binatang sih? Apa gak terlalu merepotkan? Allah kan maha kuasa? Allah mampu kok menciptakan binatang langsung dewasa?
NABI PALSU: Wah anda mulai berpikir dengan dengkul lagi rupanya!
UCOK: Bila anda konsisten, tentu Allah juga menciptakan TELUR dan bukan burung dan ayam dalam kondisi dewasa? Kalo tidak dieramin maka telur-telur itu tidak akan menetas. Masak sih Allah ngeramin terlur-telur burung-burung dan ayam? Banyak lho jenis unggas?
NABI PALSU: Emang gue pikirin, entah siapa kek yang ngeram?? Pokoke Adam diciptakan dalam kondisi janin, dan belajar sendiri, soal yang lain gue belum mikirin!
UCOK: Wah anda kan pengajar di sini, masak belum mikir sejauh itu?
NABI PALSU: Udahan ah, gak lepel debat dengan anda!!
UCOK: Hahahah.. udahan ya Om? Pake jurus ngeles nih?
NABI PALSU: Udahan ah, capek saya ngelayanin anda, gak lepel!!! Udahan ya….
UCOK: Dasar Nabi Palsu yang gak mikir!! Mbok kalo mikir pake otak, jangan pake dengkul!!