‘Selamat’, siapa yang tidak membutuhkan hal ini? Pada umumnya setiap manusia pasti merindukan agar dirinya ‘selamat’. Namun bagaimana memperoleh ‘selamat’? apa yang harus dilakukan manusia, agar dirinya beroleh ‘selamat’?
Ketika sedang mengendarai mobil, kita dianjurkan untuk menggunakan ‘sabuk pengaman’. Untuk apa? Agar bisa terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan. Saat mengendarai sepeda motor, kita juga dianjurkan untuk menggunakan ‘helm’, karena hal itu berguna bagi keselamatan kita. Saya bekerja sebagai seorang tukang servis motor listrik / dinamo. Pada saat membongkar / memperbaikinya, saya harus menggunakan ‘sarung tangan’ untuk menghindari luka / lecet pada tangan. Motor listrik yang saya kerjakan, kadang-kadang ada yang memiliki bobot lebih dari 1 ton, oleh karena itu, harus digunakan ‘takal’, suatu alat yang berfungsi untuk mengangkat beban yang berat. Hal itu dilakukan, agar saya terhindar dari kecelakaan yang bisa membuat saya ‘patah tulang’ atau bahkan ‘mati’ akibat tertindis motor tersebut. Jadi, tindakan penyelamatan merupakan hal yang sangat penting bagi kita untuk menghindari pengaruh yang buruk / negative, bagi keselamatan kita.
Ketika manusia menghembuskan nafas terakhirnya, sebetulnya dia sedang pindah ke dua tempat yang kekal yang bernama ‘surga’ atau ‘neraka’. Surga adalah tempat yang kekal bagi orang yang beriman / percaya, tetapi neraka adalah tempat yang kekal bagi mereka yang tidak beriman. Surga adalah ‘hadiah’ yang di berikan Tuhan secara cuma-cuma bagi mereka yang sungguh-sungguh percaya, tetapi neraka adalah tempat penghukuman yang kekal bagi mereka yang tidak percaya.
Lalu apa yang harus dilakukan manusia agar dirinya bisa selamat dari penghukuman Allah itu? Kitab Suci menjelaskannya dengan gamblang, manusia bisa selamat HANYA oleh IMAN (Sola Fide)! [Efesus 2:8].
Ada banyak hamba Tuhan yang mengajarkan bahwa keselamatan itu diperoleh hanya oleh iman, dan merupakan suatu kepastian, tetapi anehnya, mereka tidak mengajarkan bahwa keselamatan itu terjamin kekal. Menurut saya, kedua hal ini tidak boleh dipisahkan satu dengan yang lainnya. Keselamatan yang telah diperoleh manusia karena iman kepada Kristus, itu tidak akan pernah bisa hilang. Sekali manusia itu selamat, dia tetap selamat sampai selama-lamanya. Inilah yang disebut dengan doktrin ‘Perseverance of the Saints’ atau yang dikenal dengan ‘Ketekunan Orang-orang Kudus’ (point ke 5 dari TULIP).
Ada 5 point besar yang dipercayai oleh kaum Calvinist; Total Depravity (Kebejadan Total), Unconditional Election (Pemilihan tanpa syarat), Limited Atonement (Penebusan terbatas), Irresistible Grace (Anugerah yang tidak dapat ditolak) dan Perseverance of the Saints (Ketekunan orang-orang kudus). 5 point ini disingkat: TULIP.
Beberapa waktu yang lalu, saya terlibat diskusi dengan salah seorang pengguna ‘SABDA Space’ yang bernama bapak Makimpos Gaol atau yang lebih dikenal dengan bapak Kiem disini . Dalam diskusi tersebut, kami membahas beberapa hal, diantaranya mengenai persoalan keselamatan. Menurutnya, keselamatan itu tidak cukup hanya percaya pada Yesus, tetapi juga harus dibaptis, hidup suci dan memiliki karunia Roh. Disamping itu, bagi dia, keselamatan orang Kristen, bisa hilang / gugur.
Dalam diskusi tersebut, kami sepakat untuk melanjutkan pembahasan tentang “keselamatan yang tidak bisa hilang”, di blog ini. Hal inilah yang kemudian melatarbelakangi adanya tulisan saya ini.
Kalau ditanya: Apakah orang Kristen bisa kehilangan keselamatannya? Dalam hal ini ajaran Reformed / Calvinisme bertentangan dengan Arminianisme. Reformed mengajarkan bahwa keselamatan tidak bisa hilang, tetapi kelompok Armenianisme mengajarkan keselamatan itu bisa hilang.
Yang mana yang benar: keselamatan bisa hilang, atau tidak bisa hilang? Inilah yang akan kita pelajari bersama.
Definisi
Doktrin tentang ‘Ketekunan orang-orang kudus’, mengajarkan bahwa keselamatan yang diperoleh karena iman pada Tuhan Yesus Kristus dengan sungguh-sungguh, itu tidak akan bisa hilang; Sekali seseorang menjadi Kristen yang sejati, dia tidak akan bisa berhenti menjadi Kristen / murtad, sekali selamat, tetap selamat !
Saya sebenarnya adalah salah seorang yang menolak istilah ‘Ketekunan orang-orang kudus’. Mengapa? Karena istilah ini bisa menimbulkan ‘salah tafsir’. Orang bisa saja beranggapan bahwa keselamatan itu ternyata diperoleh karena manusia itu tekun / taat pada Tuhan dan bukan karena anugerah semata. Saya lebih setuju dengan penggunaan istilah ‘Jaminan Kekal’ atau ‘Jaminan Keselamatan’, karena yang menyebabkan keselamatan manusia tidak bisa hilang, itu karena Tuhan sendiri yang setia menjaga / menjaminnya, dan bukan karena kerja keras / usaha dari manusia itu sendiri.
Mengapa manusia harus percaya pada doktrin ‘Jaminan Keselamatan’ dan menolak ajaran Arminian?
1) Karena Kitab Suci mengajarkannya.
Yohanes 10:28-29, merupakan salah satu dasar yang sangat kuat untuk mendukung doktrin ini.
Joh 10:28-29 “Dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa.”
Sebelum membahas ayat ini, ada baiknya kita melihat dulu latar belakang / konteks yang ada, sehingga kita tidak salah dalam memahaminya.
• Ayat 9 di pasal 10 ini, menjelaskan bahwa Yesus adalah “pintu” untuk memperoleh “selamat”, yaitu hidup yang kekal secara “berlimpah” (ayat 10), [bdk Yoh 14:6].
• Ayat 11, menjelaskan Yesus sebagai Gembala yang baik, yang rela memberikan nyawa-Nya bagi domba-domba-Nya.
• Ayat 12-13, merupakan gambaran tentang ‘orang upahan’ / gembala yang palsu, yang tidak perduli dan tidak bertanggung jawab terhadap dombanya. Hal ini tentunya berbeda dengan Gembala sejati (Yesus) yang mengenal / perduli terhadap domba-domba-Nya (ayat 14-15).
• Domba-domba-Nya adalah mereka yang percaya pada Yesus (ayat 26)
• Ciri domba adalah: mentaati suara-Nya dan mengikuti-Nya (ayat 27)
Yohanes 10:28-29, merupakan janji yang sangat indah bagi semua domba-dombaNya (orang percaya). Ayat ini menjelaskan adanya kepastian keselamatan yang tidak mungkin bisa hilang karena Allah sendiri yang ‘memegang’ domba-dombaNya itu.
Ada 5 hal yang dapat kita pelajari dari ayat ini:
1. Yesus memberi hidup yang kekal kepada orang percaya
Yang pertama, ayat ini menjelasan bahwa “hidup kekal” yang dimiliki oleh orang percaya, bersumber dari Yesus. Keselamatan yang kita peroleh itu, semata-mata hanya karena anugerah Tuhan (Sola Gratia). Tidak ada apapun dari dalam diri kita yang bisa membuat kita menjadi selamat. Perbuatan baik, ketaatan dan karunia yang kita miliki, sama sekali tidak mempunyai andil untuk membawa kita ke sorga. Manusia sama sekali tidak punya kemampuan / kekuatan untuk menyelamatkan dirinya. Allah sendirilah yang harus memberi keselamatan itu pada manusia
Kata “kekal” (Yunani: aionios), berarti: terus menerus, abadi, selama-lamanya, kekal. Ini menunjukkan bahwa, ketika Allah memberi ‘hidup’ bagi orang yang percaya, Allah tidak memberikannya secara ‘berjangka’. Keselamatan yang dianugerahkan-Nya itu, berlangsung secara tetap, tidak berubah dan terus-menerus tanpa henti.
2. Mereka pasti tidak akan binasa
Setelah kita diberi keselamatan, maka Kristus menjamin, kita pasti tidak akan binasa. Hal ini menegaskan bahwa dalam Kristus, ada kepastian keselamatan. Tidak ada seorangpun / agama manapun di dunia ini yang bisa membawa manusia ke sorga, selain harus lewat Kristus. Banyak orang (termasuk orang Kristen), ketika ditanya “Apa anda yakin akan keselamatannya?” Mereka menjawab “Ya, saya yakin”. Tetapi, ketika ditanya “Apa anda yakin keselamatan yang telah diperoleh itu tidak akan hilang?” Mereka menjawab “Tidak yakin” atau “Kalau orang itu murtad, maka keselamatan itu bisa hilang”. Kalau memang demikian, lalu mengapa “yakin” dengan keselamatannya?
Orang yang mengatakan bahwa keselamatan bisa hilang, sebenarnya dia tidak yakin akan keselamatannya sendiri.
3. Tidak binasa sampai selama-lamanya
‘Ketidak binasaan’ ini, bukan hanya berlangsung dalam kurun waktu tertentu; satu bulan, satu tahun, satu abad, 1000 abad, dsb, tetapi itu berlangsung secara kekal selama-lamanya. Tidak pernah ada suatu saat atau suatu waktu tertentu dimana orang percaya bisa kehilangan keselamatannya sehingga membuat dia akhirnya dicampakkan ke neraka. Yesus, yang adalah Allah itu sendiri, menjamin dengan pasti bahwa Dia tidak akan pernah membiarkan kita binasa sampai selama-lamanya.
4. Tidak akan ada yang dapat merebutnya dari tangan Yesus dan Bapa
Mengapa setelah Yesus mengatakan “seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku” harus diulangi lagi dengan kalimat “seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa” ? Hal ini jelas menunjukkan adanya penekanan yang sangat kuat, bahwa orang yang telah percaya, tidak akan mungkin murtad / binasa. Mereka yang telah percaya pada Yesus, tidak akan bisa direbut oleh siapapun juga, termasuk oleh setan (Bdk Matius 24:24).
5. Karena Bapa lebih besar dari siapapun
Tidak ada seorangpun yang lebih besar dari Bapa, membuktikan bahwa Bapa adalah Allah itu sendiri. Ini bukan berarti bahwa secara kedudukan / posisi, Bapa lebih besar, lebih tinggi atau lebih berkuasa dari Yesus, tidak. Mereka jelas setara (Bdk. Yoh 5:18; 10:30). “Keperkasaan”, “Kebesaran” dan “KeMahaKuasa-an” Allah, menjamin bahwa keselamatan kita ‘aman’.
Kelima hal ini memberikan keyakinan yang sangat kuat bagi semua orang yang percaya, untuk bersukacita selalu, sebab kita memiliki kepastian kehidupan / keselamatan.
Saya tidak habis pikir, bagaimana mungkin orang-orang Arminian itu dengan yakinnya mengatakan bahwa keselamatan bisa hilang, padahal Yohanes 10:28-29, begitu sangat jelas berkata bahwa keselamatan itu tidak mungkin bisa hilang?
2) Ajaran Arminian bukan hanya menentang Yohanes 10:28-29, tetapi juga telah menentang ajaran Kitab Suci yang mengatakan: manusia selamat hanya oleh IMAN (Sola Fide) dan iman itupun dianugerahkan oleh Allah sendiri (Sola Gratia), [Ef 2:8-9; Gal 2:16; Rom 3:24,27-28; Filipi 1:29].
Eph 2:8-9 “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri.”
Konsekwensi dari adanya ajaran ‘keselamatan bisa hilang’, jelas mengharuskan orang untuk berusaha sekuat tenaga berbuat baik agar bisa mencapai surga. Tentunya hal ini telah menentang banyak ayat yang mengatakan: selamat hanya karena anugerah Allah oleh iman.
Kalau memang hal ini benar, maka saya yakin tidak akan ada seorangpun yang bisa mencapai surga, karena tidak ada yang bisa hidup kudus / suci secara mutlak, semua manusia berdosa! (Rom 3:23). Dosa sekecil apapun, tanpa penebusan Kristus, dosa itu akan dipikul selama-lamanya di neraka!
3) Ajaran Arminian telah menghina karya penebusan Kristus di atas kayu salib.
Penebusan Kristus, bertujuan untuk menebus semua dosa manusia sehingga kita dibenarkan secara lengkap / sempurna (Kol 2:13; Tit 2:14; Ibr 10:12,14).
Tit 2:14 “Yang telah menyerahkan diri-Nya bagi kita untuk membebaskan kita dari segala kejahatan dan untuk menguduskan bagi diri-Nya suatu umat, kepunyaan-Nya sendiri, yang rajin berbuat baik.”
Ibr 10:14 “Sebab oleh satu korban saja Ia telah menyempurnakan untuk selama-lamanya mereka yang Ia kuduskan.”
Kalau manusia yang telah dibenarkan secara sempurna oleh imannya kepada Kristus, lalu menjadi tidak benar lagi, bahkan bisa masuk ke dalam penghukuman Allah (neraka), hal ini jelas adalah suatu penghinaan terhadap penebusan Kristus.
4) Ajaran Arminian, bertentangan dengan doktrin Predestinasi (Pemilihan tanpa syarat).
Doktrin ini mengajarkan bahwa, sejak semula, sebelum segala sesuatu ada, Allah telah menetapkan orang-orang tertentu untuk diselamatkan dan yang lainnya binasa / masuk neraka. Allah menetapkan hal ini semata-mata hanya berdasarkan kehendak-Nya, bukan karena apa yang ada pada diri manusia (Ef 1:4,5,11; Kis 13:48; Yoh 17:12; Yudas 1:4).
Predestinasi atau penetapan / rencana Allah ini, pasti terjadi.
Bil 23:19 “Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukannya, atau berbicara dan tidak menepatinya?”.
Mzm 33:10-11 “TUHAN menggagalkan rencana bangsa-bangsa; Ia meniadakan rancangan suku-suku bangsa; tetapi rencana TUHAN tetap selama-lamanya, rancangan hati-Nya turun-temurun.”
Ayub 42:1-2 “Maka jawab Ayub kepada TUHAN: "Aku tahu, bahwa Engkau sanggup melakukan segala sesuatu, dan tidak ada rencana-Mu yang gagal.”
Ajaran Arminian yang mengatakan ‘keselamatan bisa hilang’, telah menghina Allah!
Bagaimana mungkin Allah yang Maha Tahu, Maha Bijaksana dan Maha Kuasa, ternyata rencana / penetapan-Nya bisa gagal? Yang lebih anehnya lagi, ternyata yang menggagalkannya adalah manusia itu sendiri yang nota bene adalah mahluk ciptaan-Nya. Ini tentunya adalah sesuatu yang tidak masuk akal alias omong kosong belaka.
5) Ajaran Arminian telah menentang banyak ayat yang menekankan adanya kepastian keselamatan bagi mereka yang percaya pada Kristus (Yoh 3:16; Yoh 3:36; Yoh 6:37; 1 Yoh 5:11-13; Rom 5:8-9; Rom 8:1).
Rom 5:8-9 “Akan tetapi Allah menunjukkan kasih-Nya kepada kita, oleh karena Kristus telah mati untuk kita, ketika kita masih berdosa. Lebih-lebih, karena kita sekarang telah dibenarkan oleh darah-Nya, kita pasti akan diselamatkan dari murka Allah.”
Yoh 3:16 "Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
Saya pernah berdiskusi dengan seorang yang bernama Samuel Franklyndisini. Dalam diskusi tersebut, saya menanyakan: “Apakah anda sudah percaya pada Yesus ? Yakin tidak dengan keselamatannya ? Yakin tidak bahwa keselamatannya itu tidak bisa hilang ?” Dia menjawab: “Apa yang saya yakini bukanlah jaminan bahwa saya ini selamat. Saya yakin saya selamat akan tetapi ini bukan kepastian bahwa saya selamat.” Saya lalu menjawabnya: “Dari kata-kata anda ini, jelas menunjukkan bahwa anda belum percaya Yesus dengan sungguh-sungguh. Bagaimana mungkin seseorang yakin selamat, tetapi pada saat yang sama dia tidak bisa memastikan keselamatannya ? Bukankah dua hal itu adalah kontradiksi ? Baca Yoh 10:28, ayat itu (Yesus sendiri) mengatakan orang yang telah percaya dengan sungguh-sungguh, maka keselamatannya TERJAMIN ! Kalau keselamatannya di jamin oleh Yesus, mungkinkah bisa hilang? Emangnya yang menjamin manusia apa?”
Berikut adalah penggalan dialog kami selanjutnya:
Samuel berkata: Inti pendapat saya keyakinan bukanlah fakta/kenyataan. Sekalipun kita meyakini bahwa diri kita ini super sakti tapi faktanya kita ini tetap mati. Anda paham?
Tanggapan Adrina: Kata-kata anda ini hanya bisa diucapkan oleh seorang yang bukan Kristen / tak percaya pada Kitab Suci. Keyakinan yang didasari oleh Alkitab adalah keyakinan yang PASTI, dan BENAR .
Samuel berkata: Kalau anda beranggapan bahwa keyakinan anda itu sama dengan fakta atau kenyataan maka itulah tanda-tanda sakit jiwa. Semua orang sakit jiwa hidup dalam keyakinan mereka sendiri dan kenyataan sudah mereka tolak sama sekali.
Tanggapan Adrina: Keyakinan yang di dasari pada Kitab suci, adalah keyakinan yang MUTLAK BENAR dan PASTI ! kalau ada orang yang mengaku Kristen tapi tak percaya pada Alkitab, itu adalah Kristen palsu dan selayaknya di masukkan di 'rumah sakit jiwa'.
Samuel berkata: Seseorang percaya harus hidup berdasarkan iman itulah yang diajarkan Firman. Tapi di sisi lain dia tidak boleh menganggap iman/keyakinannya itu sebagai kenyataan. Dia harus senantiasa introspeksi diri. Kalau kenyataan yang dia alami tidak sesuai dengan imannya maka itulah cara Tuhan menyatakan kehendakNya dalam hidup orang tersebut.
Bicara soal keselamatan maka seorang percaya belum mengalaminya sebagai kenyataan sebelum dia meninggal. Itulah sebabnya dia harus hidup dalam iman. Dengan kata lain orang percaya itu hidup berdasarkan iman mengenai keselamatan tapi dia belum mengalami keselamatan tersebut sebagai fakta/kenyataan sebelum dia meninggal.
Tanggapan Adrina: Yoh 10:28 - "Dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tanganKu".
Anda melihat ini hanya sebatas keyakinan dari Tuhan Yesus dan bukan merupakan kenyataan ? Berarti Tuhan Yesus seorang pembual ? Cuma ada 2 kemungkinan: 1. Anda orang waras tapi belum mengerti Alkitab, atau 2. Anda orang yang sama sekali tidak waras alias gila. Saya sarankan untuk masuk 'rumah sakit jiwa'.
Disini terlihat jelas bahwa Samuel Franklyn adalah seorang Arminian yang sama sekali tidak punya keyakinan / kepastian keselamatan.
Persoalan selamat (masuk surga) atau binasa (masuk neraka), itu bisa di pastikan, karena Alkitab juga memastikannya. Bagaimana cara memastikannya? Sangat sederhana: orang yang percaya pada Yesus dengan sungguh-sungguh, PASTI masuk surga, tetapi yang tidak percaya, jangan pernah berharap bisa masuk surga, karena itu hanya mimpi di siang bolong (Yoh 3:16; 14:6).
Bagaimanakah mereka (orang Arminian) bisa yakin bahwa keselamatannya tidak bisa hilang, kalau mereka tidak punya keyakinan keselamatan? Lalu apa bedanya dengan agama-agama yang lain, yang tidak punya keyakinan keselamatan? Kalau memang keselamatan itu bisa hilang, apakah mereka bisa tidur dengan nyenyak, tanpa memikirkan keselamatan jiwanya, yang setiap saat bisa saja dilempar ke dalam neraka?
Kalau ajaran Arminian ini benar, maka saya yakin, tidak ada seorangpun didunia ini yang bisa selamat. Semua PASTI binasa!
Jika memang demikian, saya adalah orang yang pertama yang akan mengusulkan ‘pembubaran Gereja / kekristenan’. Tak perlu lagi percaya pada Kristus, tak perlu ada penginjilan lagi, stop pelayanan, karena toh pada akhirnya kita semua pasti masuk neraka.
Apakah ini ajaran Kitab Suci? Mustahil!!!
Dibawah ini, saya memberikan lagi beberapa ayat Kitab Suci yang mendukung ajaran / doktrin ‘Jaminan Kekal’ ini:
Yoh 17:20,24 "Dan bukan untuk mereka ini saja Aku berdoa, tetapi juga untuk orang-orang, yang percaya kepada-Ku oleh pemberitaan mereka; Ya Bapa, Aku mau supaya, di manapun Aku berada, mereka juga berada bersama-sama dengan Aku, mereka yang telah Engkau berikan kepada-Ku, agar mereka memandang kemuliaan-Ku yang telah Engkau berikan kepada-Ku, sebab Engkau telah mengasihi Aku sebelum dunia dijadikan."
1 Tes 5:24 "Ia yang memanggil kamu adalah setia, Ia juga akan menggenapinya."
2 Tes 3:3 "Tetapi Tuhan adalah setia. Ia akan menguatkan hatimu dan memelihara kamu terhadap yang jahat."
Flp 1:6 "Akan hal ini aku yakin sepenuhnya, yaitu Ia, yang memulai pekerjaan yang baik di antara kamu, akan meneruskannya sampai pada akhirnya pada hari Kristus Yesus."
Ef 1:13-14 "Di dalam Dia kamu juga--karena kamu telah mendengar firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu--di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya."
Yoh 14:16 "Aku akan minta kepada Bapa, dan Ia akan memberikan kepadamu seorang Penolong yang lain, supaya Ia menyertai kamu selama-lamanya."
Rom 8:35-39 "Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang? Seperti ada tertulis: "Oleh karena Engkau kami ada dalam bahaya maut sepanjang hari, kami telah dianggap sebagai domba-domba sembelihan." Tetapi dalam semuanya itu kita lebih dari pada orang-orang yang menang, oleh Dia yang telah mengasihi kita. Sebab aku yakin, bahwa baik maut, maupun hidup, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, ataupun sesuatu makhluk lain, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."
Rom 8:29-30 "Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya."
Ibr 10:38-39 "Tetapi orang-Ku yang benar akan hidup oleh iman, dan apabila ia mengundurkan diri, maka Aku tidak berkenan kepadanya." Tetapi kita bukanlah orang-orang yang mengundurkan diri dan binasa, tetapi orang-orang yang percaya dan yang beroleh hidup."
1 Kor 6:19 "Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, --dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri? Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!"
Ibr 10:10 "Dan karena kehendak-Nya inilah kita telah dikuduskan satu kali untuk selama-lamanya oleh persembahan tubuh Yesus Kristus."
Ibr 13:5b "Aku sekali-kali tidak akan membiarkan engkau dan Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau."
Pertanyaan dan jawaban
Ada 2 pertanyaan yang sering diajukan oleh kelompok Arminian, untuk menentang doktrin ini.
1) Kalau memang ajaran ini benar, berarti kita berbuat dosa saja, karena toh keselamatannya sudah terjamin?
Jawab:
Kitab Suci sama sekali tidak mengajarkan, bahwa orang yang telah diselamatkan itu, boleh seenaknya berbuat dosa. Adanya doktrin ini, tidak dengan serta merta membuang sisi tanggung jawab manusia untuk hidup kudus. Hidup kudus adalah perintah Tuhan yang harus dilakukan oleh orang percaya (2 Kor 7:1; 1 Ptr 1:16). Jadi, kalau ada orang yang sengaja berbuat dosa, setelah mengetahui ajaran ini, itu adalah kesalahannya sendiri dan bukan kesalahan ajarannya.
Iman yang sejati, tidak mungkin disertai dengan adanya perbuatan dosa secara terus-menerus (tanpa rasa bersalah / pertobatan). Iman yang sejati / sungguh-sungguh, pasti diikuti oleh pertobatan dosa dan perubahan hidup (Yak 2:17,26).
Dari sisi Tuhan, keselamatan yang telah diterima itu, terjamin. Tetapi dari sisi manusia, manusia itu sendiri harus berusaha untuk menguduskan dirinya.
2) Apakah sekalipun manusia jatuh dalam dosa, keselamatannya tetap terjamin? Bukankah sorga adalah tempat untuk orang-orang kudus?
Jawab:
Untuk menjawabnya, perlu saudara ketahui bahwa penebusan yang dilakukan oleh Kristus, bukan hanya berlaku untuk menebus / menyucikan dosa-dosa manusia pada masa lampau, tetapi juga untuk masa kini dan yang akan datang (Tit 2:14; Ibr 10:10,12,14).
Tidak ada seorangpun manusia didunia ini yang benar, semuanya berdosa. Setelah percaya pada Kristus, hal itu tidak secara otomatis menjadikannya suci secara mutlak dan tidak bisa berbuat dosa lagi, pasti suatu saat dia akan jatuh dalam dosa. Tetapi, dengan adanya Roh Kudus dalam diri orang percaya, itu menjamin ‘keamanan’ kita (Ef 1:13-14).
Manfaat ajaran ini
• Dengan adanya doktrin ‘Jaminan keselamatan’ ini, membuat semua orang percaya bersukacita dan sama sekali tidak mempunyai rasa ketakutan sedikitpun saat kematian menjemputnya.
• Mengakibatkan orang percaya menjadi semakin mengasihi Allah, karena Dia terlebih dahulu telah mengasihi kita (bdk 1 Yoh 4:19).
Kesimpulan dan Penutup
• Dengan kekuatannya, manusia tidak dapat menyelamatkan dirinya sendiri.
• Keselamatan yang diterima oleh orang yang percaya, semata-mata karena anugerah Tuhan oleh IMAN kepada Kristus.
• Keselamatan itu terjamin / tidak akan hilang sampai selama-lamanya.
Sudahkah saudara percaya pada Kristus?
Sudahkah saudara mempunyai kepastian akan keselamatannya?
Sudahkah saudara yakin bahwa keselamatan yang telah saudara terima, tidak bisa hilang?
Kalau ketiga hal ini belum terpenuhi dalam diri saudara, saya yakin anda bukanlah orang yang percaya / orang Kristen!
Yang perlu anda lakukan adalah: Percayalah pada Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat dengan sungguh-sungguh dan yakinlah, Allah telah membebaskan semua dosa-dosa saudara dan Dia pasti memberi saudara hidup yang kekal, selama-lamanya di sorga.
Tuhan memberkati saudara.